Asia, Petra, Yordania

BERJALAN DARI SIQ KE TREASURY DI PETRA

Tak terduga saya bertemu dengan Rayner, teman baru dari Filipina, di loket penjualan tiket.

Wow…tak terkira senangnya. 

Dalam perjalanan ke Petra, saya berdoa dalam hati agar bertemu dengan teman baru. Siapa tahu kami cocok dan dapat berjalan bersama menelusuri Petra yang maha luas. Setelah kami bertukar salam, saya langsung bertanya apakah bisa bergabung dengannya. Senangnya ketika dia mengatakan ya. Dia segera memberi tahu rute mana yang akan kami ambil hari itu.

Lega rasanya bisa menjelajahi Petra bersama seorang teman. Banyak saya baca artikel agar tidak berjalan sendirian di rute yang sepi. 

 

BAB AS-SIG

Segera setelah membeli tiket, kami berjalan ke Siq. Monumen pertama yang kami lewati adalah Bab Al Siq atau Bab As-Siq. Dalam bahasa Arab berarti pintu gerbang ke ‘Siq’. Perjalanan setiap pengunjung dimulai dari Bab As-Siq yaitu jalan setapak yang membentang dari loket tiket ke Siq.  Terdapat beberapa makam dan monumen di sepanjang jalan, seperti Makam Obelisk yang diukir oleh Nabataeans pada abad ke-1 Masehi.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

Obelisk tomb.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

THE SIQ

Ngarai sepanjang satu mil yang terbentuk ketika gempa bumi memecah gunung menjadi dua bagian. Pintu masuk utama kuno yang mengarah ke kota Petra.

The Siq adalah jalan sempit berliku yang terbentuk secara alamiah di antara dua tebing menjulang yang menyembunyikan pintu masuk utama ke Petra. Bagian selebar 5 meter dan secara bertahap menyempit menjadi jalan berliku. Bagian utama dari The Siq diciptakan oleh formasi batuan alam dan sisanya diukir oleh kaum Nabataeans.

Karena kami tiba lebih awal, kami disambut dengan keheningan diselingi dengan suara sepatu kuda dan celoteh dari kejauhan. Sangat menyenangkan berjalan melalui yang jalan berliku-liku dengan dinding batu yang menjulang tinggi di atas kepala. Bahkan matahari tidak dapat menembusnya.

Di setiap kelokan saya selalu berharap melihat pemandangan terkenal dari the Treasury. Ketakutan dan kecemasan saya terbayar begitu menjejakan kaki di The Siq. Terasa sekali semua rasa capek lumer ketika menyentuh dinding yang berwarna terakota ini.

Kami berjalan perlahan sambil memotret ke segala arah. Kadang-kadang pengendara kereta kuda menawari kami naik tetapi kami lebih suka berjalan. Kami mencium bau tidak sedap dari kotoran hewan di beberapa tempat. Meskipun di sepanjang jalan the Sig bersih dari sampah dan kotoran binatang (beberapa petugas kebersihan tampak bekerja menyapu) tetapi bau kotoran hewan tetap melekat. Kesunyian the Siq agak terkoyak karena bau ini. 

Jalan utama yang mengarah ke kota hilang Petra, dimulai dari The Dam (=Bendungan) dan berakhir di The Treasury.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

The main part of the Siq created by natural rock formation and the rest carved by the Nabateans.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

The floor of the Siq paved with stone slabs, part of which can viewed in its original site.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

A mile-long dramatic introduction to the Rose City.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

THE DAM (=BENDUNGAN)

Sementara kami berjalan melalui the Siq, kami melihat saluran air di kedua sisi dinding. Bendungan melindungi kota Petra dengan mengarahkan banjir ke dalam terowongan dan mengumpulkan air untuk digunakan. 

Saya mengagumi manajemen air yang membuktikan infrastruktur modern dan keterampilan dari orang Nabatean. Meski menjadi bagian dari padang pasir, Petra dihuni dan berkembang pesat begitu lama.

Ada dua warna saluran air, satu terbuat dari terakota dan yang lainnya terbuat dari batu kapur. Kalau tidak salah saluran yang terbuat dari terakota untuk air minum. Kemudian pemerintah merenovasi pada tahun 1964 dengan cara yang sama pada saat The Dam dibangun oleh para Nabatean.

 

tiarapermata@thesiqpetra

At the start of the Siq the original Nabataean dams are visible, and these prevented the flooding in the Siq, and collected water for use.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

There are two colors of waterways, one made of terracotta and the other made of limestone.

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

tiarapermata@thesiqpetrajordan

 

TREASURY ATAU AL KHAZNA

Tunnel the Siq membuka ke salah satu fasad yang paling megah di Petra yaitu Al Khazna atau lebih dikenal dengan the Treasury.  The Treasury lebih dikenal sebagian besar orang sebagai Petra, karena perannya yang utama di film Indiana Jones and the Last Crusade.

Melalui koridor sempit The Siq, sepasang pilar berwarna merah muda muncul pertama kali. Segera setelah seluruh fasad muncul, ada 6 pilar tinggi di depan lantai pertama The Treasury. Tingginya hampir 40 meter dan didekorasi dengan figur, dan banyak lainnya.

Beberapa teman kecewa karena tidak melihat tempat ini. Perjalanan grup kami berakhir di Amman. Petra tidak termasuk dalam rencana perjalanan. Padahal jarak Amman dan Petra hanya satu setengah jam. Pasti mereka semakin kecewa bila saya kirimi photo the Treasury. Ketika saya mengucapkan salam selamat jalan kepada teman di bandara, mereka mengucapkan selamat bertualang. 

Yahhh…ini petualangan yang hebat bagi saya. Menembus batas dan zona nyaman.

Hampir tak percaya akhirnya saya sampai ditempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Mengagumi the Treasury yang terbuat dari batu pasir lunak berwarna merah mawar diukir seperti kuil Yunani-Romawi. 

Pada kenyataannya, ini adalah makam Raja Nabatea. Begitu juga sebagian besar fasad berukir lainnya yang tersebar di segala penjuru Petra. Di makam ini pelancong dapat mendekat dan melongok ke kuburan di bawah tanah (yang terlindung dengan pagar).

Ketika saya berdiri di samping tiga wisatawan dengan pemandu lokal, saya mendengar bahwa orang Badui berpikir pasti ada harta Firaun yang tersembunyi di dalam guci yang diukir sedemikian bagusnya. Sehingga mereka mulai menyebutnya the Treasury (=harta).  

Guci di bagian atas banyak diincar oleh perampok kuburan. Para perampok ini  berharap akan menemukan harta begitu guci pecah. Sayangnya, guci terbuat dari batu pasir padat. Sampai saat ini masih terlihat bekas peluru.

Menurut sang pemandu orang Nabatean mendesain bangunan ini agar terlindungi dari iklim gurun. Hal ini dapat dibuktikan secara ilmiah. Angin dari the Siq menghantam dinding di sekitar Treasury, tetapi tidak langsung ke fasad. 

Memang ada baiknya menyewa pemandu lokal. Ketika saya membaca dan menonton beberapa video di YouTube, menyewa panduan sangat disarankan karena begitu banyak cerita turun temurun dan sejarah yang tidak ditemui di buku.

Udara pagi masih sejuk. Sinar matahari baru menyentuh bagian atas Treasury. Beberapa pelancong mengambil foto di depan sekelompok unta yang sedang duduk di tengah lapangan. Di sudut lain seorang pemandu berbicara dengan sekelompok turis. 

Kami hanya melihat the Treasury  dari kejauhan. Kami bergegas ke rute selanjutnya sebelum kelompok turis berdatangan dari kota Amman. Tanpa saya sadari ujian ketahanan dan kebugaran saya ada pada perjalanan kami berikutnya.

 

tiarapermata@thesiqpetra

 

tiarapermata@thesiqpetra

 

tiarapermata@thesiqpetra

There are 6 tall pillars in front of the first story of the treasury. Between the two extreme pillars on either side, you can see a knight riding a horse.

 

tiarapermata@thesiqpetra

Waiting for the next customer.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English