Jalan-jalan, Yogyakarta

TAMAN SARI – PUING TAMAN KERAJAAN KESULTANAN YOGYAKARTA

Saya ngebet banget mengunjungi istana air yang indah ini.

Menurut pendapat saya, ini adalah tempat ketiga setelah Ngayogyakarta Hadiningrat Palace dan Borobudur yang harus dikunjungi di Yogyakarta.

Taman Sari dari kata Jawa berarti taman indah atau taman bunga. Saya terpesona oleh gaya arsitektur Jawa yang bercampur dengan Eropa. Sampai sekarang tidak ada bukti dari mana gaya Eropa ini berasal.

Saya naik bus umum Trans Jogja dari Jalan Kaliurang lalu pindah ke bus yang berbeda. Saya turun di depan Benteng Vredeburg. Sekitar 2 km sebelah selatan dari Keraton Yogyakarta. Saya memilih berjalan dengan dipandu oleh Google Map. Sedikit nyasar … seperti biasa hahaha !! Saya bertanya kepada penduduk setempat dan dia menunjukkan gerbang ke Taman Sari dengan jempol kanannya. sopan santun khas orang Jawa.

Gerbang sempit penuh sesak dengan becak dan bektor (becak dengan sepeda motor). Saya membayar biaya masuk dan memasuki istana air paling keren yang pernah ada.

Kompleks Taman Sari terdiri dari 59 gedung. Terdiri dari kolam renang, tempat istirahat, bengkel, ruang meditasi dan masjid. Termasuk 18 taman air dan paviliun yang dikelilingi oleh danau buatan.

Bekas istana tua Pesanggrahan Garjitawati yang ditemukan oleh Susuhunan Paku Buwono II. Dahulu   tempat peristirahatan kereta kuda yang akan menuju Imogiri.

Pembangunan Taman Sari dimulai pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono pertama. Dia menginginkan tempat di mana dia bisa bersantai setelah bertahun-tahun berperang.

Taman dibangun tiga tahun setelah Perjanjian Giyanti. Kemudian selesai pada masa Sultan Hamengkubuwono II. Taman Sari terbengkalai setelah Hamengkubuwono I meninggal. Karena kesulitan dalam pemeliharaan dan diabaikan selama Perang Jawa.

Saya berjalan di sekitar area pemandian sambil banyak mengambil foto. Saya tidak menyadari ada begitu banyak permukiman di sekitar bangunan aslinya.

Ketika saya bingung ke mana harus pergi dan melihat sekeliling, seorang wanita tua mendekat. Dia menawarkan jasa untuk memandu. Saya ragu-ragu untuk menerimanya ketika dia mengatakan bahwa saya dapat membayar berapapun yang saya inginkan. Pada awalnya, saya tidak yakin tetapi kemudian saya percaya pada insting.

Taman Sari terbagi menjadi empat wilayah:

  1. Sisi barat adalah Danau Segaran buatan dengan beberapa pulau dan paviliun.
  2. Umbul Binangun yang merupakan kompleks pemandian di sisi selatan kompleks danau buatan.
  3. Pasarean Ledok Sari and Kolam Garjitawati berada di sisi selatan Umbul Binangun).
  4. Bagian depan timur memanjang dari Pemandian Umbul Binangun ke Pasarean Ledok Sari adalah sebuah danau dengan pulau buatan dan jembatan gantung dan kanal.

 

DANAU SEGARAN

Meskipun Danau Segaran adalah bagian pertama dari kompleks Taman Sari, saya pergi ke tempat ini pada kunjungan terakhir. Tanpa seorang pemandu, saya tidak akan menemukan tempat ini karena ada banyak gang atau jalan-jalan sempit yang berkelok-kelok. Ditambah tidak ada penunjuk jalan.

Danau buatan adalah tempat untuk kegiatan berperahu bagi Sultan dan keluarga kerajaan. Sekarang danau buatan menjadi desa yang dikenal sebagai Taman Desa.

Terdapat tiga pulau yaitu Pulo Kenongo, Pulo Cemethi dan Sumur Gumuling.

 

tiarapermata@tamansarijogja

The Segaran lake area was the main complex of the Taman Sari. Then water drained and filled by buildings and houses.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

Pulo Kenongo

Pulo Kenongo adalah sebuah pulau di tengah danau. Disebut pulau Kenongo karena pohon Kenanga banyak tumbuh di pulau ini. Terdapat gedung satu lantai yang disebut gedung Kenongo. Dalam bahasa Jawa berarti Gedhong Kenongo.

Bangunan tertinggi di Keraton Yogyakarta untuk melihat seluruh area. Di sekitar ada ventilasi untuk terowongan bawah tanah yang digunakan apabila ada serangan musuh.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

Pulo Cemethi

Pulo Cemethi atau Pulau Panembung (Bahasa Jawa = Pulo Panembung) yang terletak di sebelah selatan Pulo Kenongo. Bangunan satu lantai tempat Sultan bermeditasi. Juga tempat berlindung bagi keluarga kerajaan selama terjadi serangan. Pulo Cemethi hanya bisa dicapai dengan melewati terowongan bawah tanah. Sayangnya, bangunan ini tidak ada lagi.

 

Sumur Gumuling

Pengunjung mencapai tempat ini melalui terowongan bawah tanah seperti labirin yang disebut Tajug (ceruk bundar dua lantai). Lantai pertama atau atas untuk jemaat laki-laki. Sementara lantai dua adalah tempat bagi jemaat wanita.

Jika pengunjung berbicara di Sumur Gumuling, suaranya terdengar di seluruh gedung. Di tengah sumur, ada lima tingkat tangga yang bertemu di tengah. Tangga kelima menghubungkan empat tangga ke lantai dua. Di bawah tangga terdapat kolam air.

Cuacanya panas dan lembab dengan langit gelap. Beberapa kali mulai gerimis tetapi tidak lama menghilang. Pemandu saya mengambil payung yang disimpan di rumah kerabat. Mereka saling mengenal karena sebagian besar rumah diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka dilarang menjual tanah karena masih milik Keraton Yogyakarta.

Tanpa bantuan pemandu saya juga tidak bisa melewati jalan pintas dan tempat-tempat yang jarang dilalui turis. Dia menunjukkan beberapa bekas bangunan Taman Sari yang tersisa hanya reruntuhan.

Sangat sedih.

Saya senang datang saat musim sepi, banyak kesempatan untuk mengambil banyak foto. Kampung juga tampak sepi. Kami hanya bertemu dengan beberapa orang yang lewat atau mereka yang berjualan makanan dan cendera mata untuk para pengunjung.

 

tiarapermata@tamansarijogja

I certainly was going to wondered around and lost without guide.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

Outside of Sumur Gumuling.

 

tiarapermata@tamansarijogja

Royal toilet. According to my guide there were supposed two toilets.

 

tiarapermata@tamansarijogja

Sumur Gumuling entrance.

 

tiarapermata@tamansarijogja

Sumur Gumuling in the western part of Pulo Kenongo which reach through underground tunnels.

 

tiarapermata@tamansarijogja

The middle area of ​​this building is an elevated platform where four stairs meet, and then from the platform, one staircase reaches the first floor. On the ground there is a small pool used for Muslim ablutions.

 

KOMPLEK PEMANDIAN UMBUL PASIRAMAN 

Umbul Pasiraman juga dikenal sebagai Umangun Binangun atau Umbul Winangun. Kompleks pemandian untuk sultan, ratu, anak perempuan dan selir. Kompleks mandi adalah ruang tertutup yang dikelilingi oleh bangunan tinggi. Satu-satunya akses adalah melalui dua pintu masuk dari barat dan timur.

Kompleks pemandian terdiri dari kolam renang Umbul Muncar, Blumbang Kuras dan Umbul Binangun. Kolam renang dihiasi dengan mata air berbentuk jamur dan pot bunga besar.

Bangunan utara digunakan sebagai tempat bagi putri dan selir sultan untuk beristirahat. Kolam dibagi menjadi dua oleh jalan pusat yang memanjang timur-barat.

Bangunan selatan dengan menara di pusat yang digunakan oleh sultan dan ratu. Sayap kanan bangunan digunakan sebagai ruang ganti sultan, sayap timur digunakan sebagai tempat istirahat.

Menara digunakan oleh sultan untuk melihat para putri dan para selirnya mandi di kolam renang.

Pada saat itu, selain sultan, hanya wanita yang diizinkan masuk ke kompleks ini.

 

tiarapermata@tamansarijogja

To get to this place there are two gates, one on the east side and one on the west side.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

The west wing is a place to change clothes and the east wing for the Sultan’s resting place.

 

tiarapermata@tamansarijogja

West wing.

 

tiarapermata@tamansarijogja

East wing.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

Umbul Binangun swimming pool a special bathing pool for the Sultan and Queen.

 

tiarapermata@tamansarijogja

The tower in the middle used by the Sultan to see his concubines and daughters while they were taking a bath.

 

tiarapermata@tamansarijogja

Scene from the tower.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

The building on the northern side is a place to rest and change clothes for daughters and concubines.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

PESAREAN LEDOK SARI DAN GARJITAWATI

Kompleks ini terdiri dari beberapa paviliun dan taman. Ledok Sari adalah satu-satunya bagian dari kompleks yang masih ada. Bangunan ini berbentuk seperti huruf U. Pasarean Dalem Ledok Sari digunakan sebagai tempat meditasi bagi sultan. Ada yang bilang tempat di mana Sultan dan Ratu beristirahat.

Di tengah gedung ada area tidur untuk sultan dengan air mengalir di bawahnya. Ada juga dapur, ruang penjahit, ruang penyimpanan dan dua kolam renang untuk para pelayan. Ditambah kebun rempah-rempah, buah-buahan dan sayuran yang berada di bagian ini.

Di sisi barat komplek terdapat kolam Garjitawati.  

Sayangnya kompleks keempat dari Taman Sari hancur. Hanya meninggalkan bekas jembatan gantung dan sisa dermaga. Digunakan oleh Sultan sebagai titik awal untuk perjalanannya ke kolam Taman Sari dengan kapal kerajaannya. Sekarang semua bagian dari jembatan, danau, dan kebun dipenuhi dengan permukiman.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

Kitchen with well.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

PINTU GERBANG

Ada dua gerbang yang mengarah ke kompleks pemandian. Bagian barat disebut Gedhong Gapura Hageng dan timur disebut Gedhong Gapura Panggung. Kedua gerbang dihiasi dengan ornamen burung, daun, dan bunga.

 

Gedhong Gapura Hageng

Gedhong Gapura Hageng adalah gerbang utama taman bagi para sultan. Pada waktu itu Taman Sari menghadap ke barat dan membentang ke arah timur. Gerbang dua tingkat ini memiliki beberapa ruang. Relief burung dan bunga menunjukkan tahun selesainya pembangunan Taman Sari pada 1691. Kalender Jawa.

Bagian timur pintu utama masih ada sementara sisi barat tertutup pemukiman padat.

 

Gedhong Lopak-Lopak (Gopok-Gopok)

Di sisi timur gerbang utama Taman Sari, ada sebuah halaman berbentuk segi delapan. Di tengah-tengah halaman ini berdiri menara dua lantai yang disebut Gedhong Lopak-Lopak. Dengan kata lain Gopok-Gopok. Sekarang digantikan oleh deretan pot bunga dan pintu yang menghubungkan tempat ini ke tempat lain.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

Gedhong Sekawan

Berada di sisi timur Umbul Pasiraman dengan empat bangunan sebagai tempat istirahat bagi Sultan dan keluarga. Di setiap sisi halaman, ada pintu yang menghubungkannya dengan halaman lain.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

Gedhong Gapura

Panggung Gerbang di sebelah timur Istana Air Taman Sari. Sekarang pintu masuk utama digunakan oleh pengunjung untuk memasuki kompleks Taman Sari. Gedhong Panggung melambangkan tahun pembangunan Taman Sari sekitar tahun 1758 AD.

Bangunan dua lantai ini memiliki relief dinding seperti di Gedhong Gapura Hageng. Dari empat patung ular naga, sekarang ada hanya dua patung yang tersisa.

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

tiarapermata@tamansarijogja

 

Gedhong Temanten

Bangunan ini di sisi timur Gapuro Gedhong Panggung. Bangunan ini dulunya merupakan tempat bagi para abdi dalem untuk menjaga Taman Sari.

Sungguh menyedihkan melihat cagar budaya menghilang sedikit demi sedikit. Kebanggaan dan sukacita Sultan Jawa sekarang hancur. Kebun, kolam renang, danau dan bangunan indah berubah menjadi daerah pemukiman. Sebagian besar hancur dengan puing-puing yang berserakan.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English