Persinggahan, Thailand

KUTU LONCAT BANDARA: DARI BANGKOK KE KARIBIA

Berakhir sudah libur tahunan selama lima minggu.

Semalam dengan berat hati saya mengepak tas.

Perjalanan kembali bekerja ke Turks dan Caicos Islands dari Bangkok, Thailand memiliki cerita yang berbeda.

Saya naik pesawat dengan lima penerbangan berbeda, melompat dari satu negara ke negara lain. Lima negara.

Sepupu saya dan suaminya menemani saya ke bandara di Bangkok. Kami keluar dari apartemen pukul 2 siang ke stasiun skytrain di Phayathai. Kami memutuskan untuk mencoba sky train yang baru. Saat itu adalah hari pembukaan pertama Airport Express (2010).

Inilah perjalanan saya ke Turks and Caicos Islands dari Bangkok, Thailand:

 

Suvarnabhumi, Bangkok – Changi, Singapura

Bandara link kereta ekspres: Phayathai-Makkasan diganti dengan Airport Express Phayathai-Makkasan. Masalah teknis, operator meminta maaf dari PA dua kali. Kereta berhenti selama 15 menit.

Turun di Stasiun Kereta Api Makkasan, kami membeli tiket kereta api satu kali  jalan untuk 15 menit perjalanan pulang-pergi (dalam hari yang sama). Kereta ekspres dari Makkasan-Suvarnabhumi: 20 menit. Sky train yang biasa akan memakan waktu 45 menit.

Lima menit check-in. Boarding pass seperti tanda terima supermarket. Air Asia membuka seluruh konter – banyak pesawat akan terbang pada waktu bersamaan.

Imigrasi – antrian selama 54 menit. Setidaknya 5-7 menit/orang. Saya meminta orang yang berdiri di depan saya untuk mengizinkan saya mendahului. Beliau mengerti dan mempersilahkan saya lewat demikian juga dengan beberapa orang di depannya.

Pemeriksaan keamanan 10 menit. 800 meter untuk mencapai gerbang. Masih 10 gerbang lagi, panggilan terakhir di layar…lari… Tiara lari…CEPAT!!!

Staf loket check-in menghentikan dan mengatakan tas saya terlalu besar. Kelebihan berat, peraturan hanya mengizinkan 7 kg. Dikenakan denda TBH 660 / US $ 22.

Mereka akan recheck-in tas tapi saya tolak karena saya membawa netbook, kamera dan gadget elektronik lainnya. Akhirnya setelah bernegosiasi saya bisa membawa ke kabin. Leganya.

Lima belas menit kemudian lepas landas.

Hampir saja….

Total perjalanan : 2 jam dan 5 menit.

 

tiarapermata@airporthopper

Rest and relax at Changi Airport, Singapore.

 

tiarapermata@airporthopper

 

tiarapermata@airporthopper

 

Changi, Singapura – Narita, Tokyo, Jepang

Imigrasi mulus dan cepat serta tidak ada masalah ketika mengambil barang bawaan.

Check-in di JAL Airlines: mulus, tidak bermasalah dengan reservasi.

Cukup lama waktu menunggu pesawat boarding.

Bandara Changi adalah salah satu bandara terbaik di dunia: akses internet gratis, taman anggrek, taman kupu-kupu, TV layar lebar dengan hiburan yang berbeda, sky train antara setiap terminal, 24 jam food court, mesin pijat kaki dan banyak lagi.

Di dalam pesawat JAL Airlines: sengsara. Pesawat panas dan hampir tidak ada AC. Biasanya saya kedinginan dan berpakaian berlapis-lapis, sekarang saya pakai t-shirt tipis.

Makanan dingin dan hambar. Saya tidak punya selera makan. Hanya makan beberapa sendok.

Total perjalanan: 6 jam dan 30 menit.

 

Narita, Tokyo – Dallas Ft Worth, Amerika Serikat

Sampai di  Narita pagi hari (7:13 am waktu setempat). Saya naik skytrain dari terminal kedatangan ke terminal keberangkatan.

Bandara Narita bersih tapi tua dengan warna yang membosankan. Saya sampai di konter American Airlines. Konter baru buka pada pukul 8:30 pagi. Sambil menunggu, saya menyegarkan diri di restroom bandara.

Saya melihat-lihat sekitar terminal, berjalan dari satu toko ke toko lain. Sepupu saya menyuruh  untuk membeli suvenir di sini, tapi tidak dapat menemukan yang saya mau. Selain itu saya juga tidak ingin menambah bobot tas.

Para penjual memiliki metode penjualan produk yang tidak biasa, berteriak-teriak seperti pedagang di pasar sambil menawarkan sampel gratis dan menyerahkan selebaran kepada penumpang. 

America Airline konter buka. Saya langsung di layani. Lancar dan dapat boarding pass baru.

Total perjalanan: 11 jam dan 25 menit.

 

Dallas Ft Worth, Amerika Serikat – Miami International Airport, USA

Antrian panjang di Imigrasi, petugas terbatas dan banyak orang Jepang tidak dapat berbicara bahasa Inggris. Setiap saat ada panggilan untuk penerjemah Jepang ke counter yang berbeda.

Saya mengambil koper. Hanya membutuhkan waktu 5 menit. Petugas custom mewawancarai setiap penumpang secara rinci…cepatan dong !!! Beruntung, seorang wanita Jepang memberi izin saya untuk mendahuluinya.

Tidak perlu recheck-in bagasi, hanya menempatkan luggages di konveyor bagasi.

Lagi-lagi harus re-checkin hand carry. Padahal tas ini saya beli di U.S dan sudah saya pakai ketika pergi ke New York dan dapat saya bawa ke kabin. Tidak ada masalah. Untungnya saya tidak harus membayar. Saya harus mengeluarkan kamera dan seluruh gadget ke tas tangan. Ada beberapa yang harus saya jinjing seperti tas kosmetik, jaket dan selendang.

Namun demikian orang yang datang setelah saya membawa tas yang lebih besar. Penumpang lain yang sudah duduk juga membawa hand carry yang besar…(hiks !!).

Total perjalanan: 2 jam dan 40 menit.

 

Bandara Internasional Miami, AS – Providenciales, TCI

Tidak perlu klaim barang bawaan.

Gerbang di terminal yang sama…bagus !!!. Saya mendengar dari teman-teman bahwa mereka harus lari dari satu terminal ke terminal lain dengan waktu yang sangat terbatas. Terkadang mereka harus ganti terminal atau gerbang pada menit terakhir. Mereka terus mengawasi monitor sepanjang waktu dengan tas di tangan, bersiap berlari ke gerbang lain. Jam terakhir sebelum keberangkatan adalah saat yang penting.

 

tiarapermata@airporthopper

Miami Airport waiting room.

 

Saya sempat melihat-lihat di sekitar terminal dan meregangkan kaki.

Banyak staf Hispanik tidak mengerti bahasa Inggris. Saya mengalami kesulitan untuk menemukan dimana gerbang, toilet, kafe dan pertokoan (supermarket mini untuk membeli sandwich). Saya harus mencari dan meminta staf yang seragam.

Dingin sekarang!!…Brrrr….

Suatu kebetulannya, saya bertemu rekan sekerja di pintu gerbang. Lucunya kami duduk bersama hanya dibatasi oleh lorong.

Pesawat kosong, hanya 1/3 kursi yang diduduki. Sebagian besar penumpang pindah dari tempat asalnya dan mengambil tiga kursi untuk mereka sendiri. Jadi teman saya bisa pindah duduk.

Omong-omong, hand carry saya tidak perlu re-check in.

Total perjalanan: 1 jam dan 40 menit.

 

Providenciales, TCI

Terlambat 5 menit dari waktu yang sudah ditentukan. Sebagian besar  penerbangan terlambat.

Hal yang menjengkelkan ketika sampai ke tujuan saya kehilangan bagasi. Saya harus melapor ke konter American Airlines. Butuh satu jam untuk empat penumpang mengajukan laporan.

Setelah melapor ke konter American Airlines, rekan dan saya pergi ke marina dengan taksi dengan perjalanan selama 20 menit.

Empat puluh lima menit perjalanan laut dengan perahu. Saya masuk apartemen pada pukul 21:45, segera mandi dan tidur dengan nyenyak.

 

tiarapermata@airporthopper

Ladies and gentlemen, welcome to the Turks and Caicos Islands.

 

Informasi tambahan

Lost luggage pada hari Senin.

Kebetulan saya bekerja di Guest Service Department. Pekerjaan saya sehari-hari. Jadi saya menghubungi American Airlines di bandara setiap hari pukul 09:00, 14:00 dan keesokan harinya pada waktu yang sama selama 4 hari.

Menurut system online mereka tas seharusnya sampai di Provo pada hari Jumat.

Customer Service Amerika Airlines menelepon dan mengatakan tas sudah ada di bandara pada hari Sabtu.

Saya mendapatkannya pada hari Selasa.

Bisa dibayangkan ketika ada tamu yang kehilangan barang. Mungkin dia sudah kembali ke U.S dan barang baru sampai. Untungnya belum pernah ada kejadian seperti ini. Mungkin tas saya tidak sampai di Providenciales karena saya nyaris ketinggalan pesawat di Dallas.

Beruntung, tidak ada masalah dengan tas. Tas utuh dan tidak ada barang yang hilang.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English