Musik, New Orleans

NEW ORLEANS KOTA TUA YANG KEREN DAN NYAMAN

Sering kali saya merasa risih bila berdiri diam di satu tempat.

Apalagi bepergian sendirian.

Rasanya setiap kali orang lewat, mereka melihat saya dengan heran dan kadang ada yang melihat dengan was-was. Mungkin hanya perasaan saya saja. Banyak momen yang saya lewatkan karena kurang percaya diri. Kikuk kalau ternyata ada orang yang memergoki saya mengambil photo dengan mereka bagian dari photo.

Meski sering kali saya mendengar dan juga menurut pengajar street photography bahwa di New Orleans kita tidak perlu kuatir orang marah seandainya kita melakukan kegiatan photography ditempat umum. Bahkan dia mengajar saya cara menangani konfrontasi, tetap saja saya tidak senang dengan konfrontasi.

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

Saya sudah merasakan betapa konfrontasi membuat saya takut dan marah ketika di Quito. Belum lagi saya sendirian. Semua hal harus di pikir dan diselesaikan sendiri. Saya tidak mau cari perkara di negeri lain.

Jadi sering kali saya mengurungkan niat. Oleh karena itu saya lebih sering potret object yang aman-aman saja.

New Orleans tempat yang aman.

Orang tidak perduli dengan sekitarnya karena mereka rata-rata adalah seniman. Ketika saya memotret pemusik  yang sedang main terompet dengan jarak sangat dekat, dia hanya memandang saya. Tidak bergeming dan asyik dengan alat musiknya. Tentu saja sebelumnya saya meletakan beberapa dollar di kotak uang mereka.

Saya merasa lebih nyaman begini.

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

Kalaupun diam-diam memotret objek yang menarik, saya lebih suka tidak mengganggu aktivitas mereka. Karena menurut saya kalau orang sadar saya ambil photonya bukan lagi street photography tapi potret.

Lucunya akhirnya saya bisa belajar berpura-pura.

Seringkali saya ingin mengambil foto orang yang lewat di depan saya. Ketika saya selesai membuat foto mereka, mata saya masih terus berada di view finder. Lalu saya mengambil foto kedua saat mereka lewat, tentu saja mereka mendengar saya menekan tombol shutter. Jadi seolah-olah saya menunggu mereka lewat untuk mengambil photo ‘sesuatu’ dibelakang mereka. Aman.

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

Atau jika saya memotret objek saya, tiba-tiba mereka melihat, saya berpura-pura melihat sesuatu dibelakang mereka. Saya berkonsentrasi (tapi gemetar) dengan mengamati bangunan atau sesuatu di belakang mereka seolah-olah tidak melihat mereka. Pertama kali saya melakukan ini saya ingin berlari kencang. Saya memaksa diri untuk melihat ke kiri dan kanan, berjalan perlahan sambil menahan napas dalam-dalam. Woopss!!.

Saya lebih suka memotret bangunan dengan ada orang yang sedang melakukan aktivitas.

Restaurant yang sedang sibuk, kereta kuda dengan penumpang, becak yang dengan pengemudinya dan masih banyak lagi lain. Lebih menggambarkan bagaimana New Orleans sebenarnya.

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

 

New Orleans adalah surga bagi orang yang suka motret.

Rumah-rumah kuno, pemusik jalanan dan bagian kota lainnya. Kota tua ini memiliki pesona yang tidak dimiliki oleh kota lain. Setiap kali saya kembali ke French Quarter selalu ada saja hal baru. Makanya saya tidak pernah beranjak jauh dari tempat ini.

 

tiarapermata@neworleans

 

tiarapermata@neworleans

World War II Museum.

 

tiarapermata@neworleans

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English