Inspirasi Perjalanan, Yerusalem

MISTERI TANGGA KAYU DI GEREJA HOLY SEPULCHRE

The Church of the Holy Sepulcher telah diakui sebagai tempat penyaliban Yesus Kristus sejak awal Byzantium.

Sampai hari ini adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Yerusalem. Tempat yang memiliki makna keagamaan yang mendalam. Gereja ini menampilkan gaya arsitektur yang tidak selaras. Di dalam  ada 30-plus kapel dan ruang ibadah yang membingungkan.

Setiap jengkal dari gereja dikendalikan beberapa cabang berbeda dari Gereja Kristen yang secara historis bertentangan satu sama lain. Di bawah dekrit Status Quo yang diberlakukan oleh Turki Ottoman pada 1757, kepemilikan Gereja Makam Suci dibagi antara Yunani, Ortodoks, Katolik dan Ortodoks Armenia.

The Church of the Holy Sepulcher atau Gereja Makam Suci tampak sangat kecil dibandingkan dengan katedral besar di Italia, Spanyol, dan Perancis. Meskipun demikian ukuran sederhana ini memiliki signifikasi yang mendalam.

Kesepakatan antara komunitas Kristen utama di gereja memungkinkan restorasi pada bulan Mei 2016 untuk memperkuat dan memulihkan edicule (=little house). Restorasi jutaan dolar ini diselesaikan pada Maret 2017.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi dan keluar sebelum tengah hari.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

The Church of the Holy Sepulcher is located northwest of the Old City of Jerusalem. Constantine the Great first built the church on this site.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

The Immovable Ladder or The stationary ladder. It is made of cedar wood, possibly from Lebanon, it was first mentioned in 1757 and has remained in that location since the 18th century.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

Armenian Chapel of Saint John is in the courtyard of the Holy Sepulchre.

 

EDICULE

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

A stone edicule (“little house” – also written Aedicule) located in round hall (Rotunda). It is  where Jesus buried for three days and  risen from the dead. This is the final station of the Via Dolorosa.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

Tiny Coptic chapel attached to the edicule.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

Dome.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

Christ’s tomb.

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrechurchjerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrejerusalem

Sultan Saladin entrusted Muslim families since 1187 with care of holy Christian site for centuries. By entrusting the Muslim family with church’s key, he hoped to avoid clashes among rival Christian sects for control over the church. Every morning and night, a monk must come to the door which is unlocked or locked by a Muslim man. He holds the keys to the church and climbs a ladder and locks the door. He then passes the ladder through a square window in the door, so it can remain inside until opening time.

 

tiarapermata@holysepulchrejerusalem

 

tiarapermata@holysepulchrejerusalem

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English