Inspirasi Perjalanan, Persinggahan

SENI MENUNGGU DAN MENIKMATI LAYOVER DI BANDARA

Saya selalu menikmati saat transit di setiap bandara selama perjalanan.

Sering saya mendengar keluh kesah teman-teman setiap kali mereka harus transit. Mereka bosan setiap saat harus menunggu penerbangan berikutnya. Beberapa teman sebelum keberangkatan tampak tertekan. Di samping mereka tidak suka terbang, mereka tidak bisa merokok. Mereka harus menunggu sampai mereka tiba di Singapura. Sulit bagi mereka untuk menunggu 27 jam lagi untuk merokok.

Saya tidak merasakan hal yang sama. Saya menikmati saat penantian di bandara.

 

Menikmati Seni Menunggu

Saya pindah dari satu area tunggu ke area lainnya. Jika saya haus, saya tinggal ambil air di dispenser air terdekat (gratis). Jika saya ingin minum minuman hangat, saya pergi ke kafe dan membeli susu coklat ataupun teh. Saya menghindari minum kopi.

Di salah satu terminal di London Heathrow ada tempat favorite saya nongkrong. Penumpang berlari untuk mengejar penerbangan mereka, crew pesawat berjalan ke tugas berikutnya dan orang-orang yang menunggu penerbangan sambil makan, window shopping ataupun tidur-tiduran.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

Good bye Indonesia. I see you next year.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

 

Bosan duduk, saya keluar masuk toko hanya untuk window shopping. Saya berjalan dari toko ke toko dari satu ujung ke ujung yang lain. Saya masuk ke dalam toko suvenir di London dan menemukan miniatur bilik telepon merah.

Jika saya lelah berjalan-jalan atau naik turun lift, saya mencari tempat duduk dan melihat pesawat terbang mendarat crew menyiapkan pesawat terbang, pesawat lepas landas dan mendarat atau menyaksikan matahari terbenam.

Terkadang saya mengeluarkan tablet dan mulai membaca novel.

Saya punya teman setelah pesawat mendarat, dia bilang sampai ketemu lagi di pintu keberangkatan dan pergi ke arah lain. Dia punya sofa favorit untuk tidur. Jika dia beruntung sofa favoritnya kosong tapi terkadang dia hanya menunggu satu jam.

 

Upgrade ke Kelas Bisnis

Tahun kedua pengalaman kerja saya di Kepulauan Turks dan Caicos, saya hampir ketinggalan penerbangan ke Singapura. Tiket kami baru saja di bayar dan kami terima di bandara dalam kurun waktu 15 menit sebelum keberangkatan pesawat.

Kami berlari menuju ke loket penerbangan dan bergegas ke imigrasi. Kemudian memeriksa tas di pintu gerbang. Petugas menemukan gunting kecil di tas saya. Dia meminta untuk mengeluarkannya. Karena panik saya lupa kombinasi tas. Saya harus mencoba beberapa kali sampai teman saya menyentuh tangan saya dan dengan tenang berkata, “Pelan-pelan. Jangan panik”.

Saya menarik napas panjang dan mencoba lagi. Setelah mencoba kedua kali, kunci tas saya terbuka. Saya memberi gunting saya kepada petugas dan lari mengejar teman-teman.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

 

Nama kami sudah diumumkan beberapa kali. Kami mendengarnya saat di loket check-in. Kami berlari seperti sprinter.

Pramugari mengarahkan dua teman saya ke kursi belakang. Kemudian yang lain mengarahkan saya dan seorang teman untuk duduk di sisi depan. Tiga puluh detik kemudian pintu ditutup dan pesawat bergerak. Beberapa saat kemudian ketika saya masih terengah-engah pesawat lepas landas.

Ya ampun … kami nyaris ketinggalan pesawat.

Kemudian setelah tenang dan bernafas normal, saya melihat sekeliling. Saya menyadari bahwa kursi berbeda. Lebih besar dan nyaman. Saya ingat bahwa kursi sebelumnya tidak seperti ini. Saya baru sadar bahwa kami berada di kelas bisnis.

WOW!!!.

Salah satu pramugara datang dan bertanya apa yang ingin kami minum. Teman saya minum wine, mereka tuangkan ke dalam gelas khusus wine anggur. Saya minta jus jeruk dan dia menuangnya ke gelas tinggi. Tidak lama meja kami disiapkan untuk makan siang dan pramugari menyajikan menu untuk makan siang.

Fantastis.

 

Visa Transit UK

Sebenarnya perjalanan termudah dari Indonesia ke Turks dan Caicos adalah melalui Inggris daripada U.S. No drama. Pernah saya bepergian dari Asia ke Karibia melalui US. Benar-benar melelahkan dan selalu sport jantung. Saya harus berangkat dari 5 bandara di 5 negara yang berbeda. Harus melalui prosedur yang sama setiap saat untuk pergi ke luar negeri seperti mengambil koper dari luggage conveyor, cek bagasi di bea cukai, imigrasi dan cek di pintu masuk.

Hal lain yang menyenangkan lainnya ketika stopover di London (menuju ke Karibia atau Indonesia/Bali) adalah barang bawaan saya bisa sampai langsung ke tempat tujuan terakhir. Saya tidak perlu susah payah antri di bandara.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

London.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

London Heathrow Terminal 5.

 

Suatu ketika saya terdampar di London Heathrow. Airport London Heathrow (2009) terminal 5 tutup pada pukul 9 malam dan buka kembali jam 5 pagi.

Terminal ini baru dan tidak mengakomodasi orang yang terbang keesokan harinya. Terminal tutup sebelum tengah malam. Salah satu petugas datang menemui saya dan meminta tiket. Mereka mengantar saya ke meja imigrasi. Saya mendapat cap visa transit Inggris selama 24 jam dan langsung menuju keluar.

Apa yang dapat saya lakukan setelah jam 10 malam?. Semua tempat sudah tutu. Saya hanya melihat orang tidur di bangku atau kursi. Bahkan penjual kopi/teh di gerai dorongpun tidak buka. Saya terpaksa menunggu di aula keberangkatan.

Visa transit 24 jam kedua saya pergi ke jalan-jalan di kota London dengan teman-teman.

 

Aktraksi menarik dan kenyaman gratis di Bandara Changi

Saya paling suka transit di Bandara Changi Singapura. Saya biasanya berhenti di sini untuk penerbangan dari Singapura ke salah satu kota di A.S. atau London.

Banyak hiburan di sini dan selalu berubah setiap kali saya datang kesini. Biasanya setahun dua kali saya harus melewati negara ini.

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

 

tiarapermata@aroundtheworldairportexperiences

Dubai (Denpasar – Changi – Dubai – Amsterdam on 2012 trip)

 

Saya langsung menuju ke food court untuk mencicipi masakan Asia. Rindu cita rasa makanan Asia setelah dua belas bulan bekerja di luar negeri. Lalu saya berjalan mengitari terminal dari satu sisi ke sisi yang lain. Lelah berjalan-jalan, saya memilih tempat duduk di belakang sambil melihat pesawat yang tinggal landas.

Saya paling senang pergi ke kebun kupu-kupu atau kebun anggrek. Begitu menyegarkan. Atau saya bisa menonton film di salah satu tempat di sekitar terminal.

 

Tur kota gratis di Taipei

Siapa yang tidak suka wisata kota gratis? Ketika saya menerima tiket liburan tahunan, saya tahu bahwa akan menghabiskan setengah hari di Taipei. Saya mulai mencari online dan tahu bahwa saya dapat pergi tanpa visa selama saya memiliki visa A.S.

Beruntung ada city tour gratis yang disediakan oleh otoritas penumpang yang akan ke negara ketiga.

Sebenarnya banyak hal yang bisa dinikmati ketika melakukan perjalanan panjang. Sering kali saya manfaatkan stopover di beberapa negara dan menginap seminggu ataupun sampai dua minggu.

Banyak jalan menuju Roma. Ya…tidak???.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English