Belanda, Jalan-jalan

CARA KUNO DAN MODERN MENIKMATI ROTTERDAM

Kota paling modern di Belanda berawal sebagai desa nelayan di abad ke-13.

Rotterdam merupakan pelabuhan terbesar di Eropa dan dunia selama bertahun-tahun. Dikaitkan dengan AS karena Holland America Line mengirimkan puluhan ribu penumpang, juga kargo, dari Rotterdam ke New York.

Selama berada di Amsterdam saya sering bepergian ke kota terdekat. Kali ini mertua adik saya mengajak ke Rotterdam. Mereka bertemu saya di stasiun kereta Lelylaan dan bersama-sama kami menuju ke Rotterdam.

Rotterdam kemudian berkembang menjadi bagian dari kekuatan industri dan perdagangan Belanda ketika pesawat pembom Jerman menghancurkan pusat kota dan pelabuhan pada tahun 1940.

Sekarang Rotterdam adalah kota dengan konstruksi modern dan kontemporer. Pencapaian yang luar biasa untuk sebuah kota yang sebagian besar hancur akibat Perang Dunia II.

Arsitektur unik Rotterdam mengundang banyak pengunjung ke kota kosmopolitan ini. Sebagian besar pusat kota dibangun setelah Perang Dunia II seperti Euromast yang menjulang tinggi dan Jembatan Erasmus yang inovatif.Gaya arsitektur yang sangat mengesankan dan inovatif.

Tentunya rumah bergaya Belanda kuno masih bisa ditemukan di Delfshaven sebagai tempat para peziarah berlayar di tahun 1620.

 

Rotterdam dari Laut

Kami menikmati Rotterdam dari laut dengan Kapal Spido melintasi lingkungan urban modern dan pelabuhan yang penuh sejarah. Spido didirikan pada tahun 1919 untuk menyediakan transportasi melintasi pelabuhan.  Setelah Perang Dunia Kedua Spido berubah menjadi kapal pesiar . Menyediakan tur keliling bangunan baru, jembatan dan infrastruktur pengiriman yang masih ada.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

The Erasmus Bridge or Erasmusbrug in Dutch. The was named after Desiderius Erasmus a.k.a. Erasmus of Rotterdam, a prominent Christian renaissance humanist. The bridge in the centre of Rotterdam, connecting the north and south parts of this city.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

The Port of Rotterdam is the largest port in Europe and from 1962 until 2004 it was the world’s busiest port.

 

Perahu berjalan melalui bagian yang paling menarik dari Sungai Maas dan Pelabuhan Rotterdam. Penumpang menyaksikan sekilas sejarah kota, menikmati pemandangan gedung pencakar langit modern dan kota yang terkenal secara internasional.

Tur pelabuhan feri melewati galangan kapal dan dermaga bersejarah di Scheepvaartkwartier (distrik maritim Rotterdam). Dermaga ini juga merupakan lokasi bekas markas Holland America Line yang kemudian diubah menjadi New York Hotel.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

 

Rotterdam dari Darat

Kemudian kami menaiki trem Sejarah (jalur 10) di Maritime Quarter di seberang kantor Spido Harbor Tours. Hop on-hop off tur melalui pusat kota Rotterdam. Penumpang diperkenankan naik turun trem di banyak pemberhentian atau menikmati tur 60 menit.

Kami baru saja melihat dari Rotterdam dari dekat melalui air, sekarang kami melihat Rotterdam dari jalur darat dengan transportasi umum kuno.

Trem membawa kami ke tempat wisata utama dan atraksi di sekitar Rotterdam. Mulai dari Spido Harbor kemudian ke Jembatan Erasmus, museum dan bangunan bersejarah lainnya. Trem juga melewati Cube Houses. Saya bisa melihatnya dari jarak jauh bangungan dengan gaya unik dan warna kuning yang cerah. Saya berharap kami punya cukup waktu untuk melihat dari dekat.

Kami turun di Euromast.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

The historic tram line 10 dates from the 1930s.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

Feel like going back to the 1930s.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

Look at his coin holder. Cool!!.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

The historical tram passes all the major sights and attractions in Rotterdam during the tour.

 

Sebelum kami mengunjungi Euromast, kami makan siang di restoran dengan masakan Cina. Ternyata restoran ini adalah bangunan bergaya China yang saya lihat saat menjelajah dengan kapal Spido.

 

Rotterdam dari Atas

Euromast adalah menara observasi di Rotterdam yang dibangun antara tahun 1958 dan 1960. Menara ini dirancang untuk menyambut festival Floriade. Dengan ruang tengah setinggi 100 meter, menara ini dimaksud sebagai gedung tertinggi di Rotterdam. Kemudian ditambah tingginya hingga 85 meter.

Cuaca semakin dingin dan mendung.

Pada waktu kami meninggalkan Amsterdam, matahari pagi hari berjuang melawan awan yang semakin tebal. Saat kami berjalan ke Euromast, awan tidak lagi berwarna putih tapi berwarna abu-abu gelap. Hujan turun rintik – rintik saat kami memasuki gedung Euromast. Bagusnya dari cuaca buruk ini, antrian tidak begitu panjang sehingga kami cepat ke puncak gedung.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

Dark grey clouds. It was getting cold and windy.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

Euromast from the sea.

 

tiarapermata@rotterdamnetherland

From the observation deck before raining hard again.

 

Saat kami tiba di puncak kami melihat orang yang berpakaian overall. Setelah saya melihat dari dekat, mereka adalah sekelompok pemberani (beberapa ngeri tapi ingin mencoba) yang berani berjalan atau turun dengan tali melewati dinding Euromast. Bahkan mereka pun tidak menyerah pada hari hujan seperti ini. Malah cuaca buruk semakin meningkatkan besarnya tantangan.

Pemandangan dari atas menara spektakuler. Panorama seputar kota Rotterdam.

Saya tidak beruntung kali ini. Baterai kamera saya mati. Saya hanya bisa mengambil beberapa gambar pemandangan dari atas Euromast.

Setelah kami mengunjungi Euromast, kami kembali ke Amsterdam. Hari yang menyenangkan.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English