Bekerja di Luar Negeri, Turks & Caicos Islands

BERBEDA TAPI KAMI ADALAH SATU

Berjumpa kenalan baru adalah salah satu keindahan dalam hidup.

**cerita lama ketika bekerja dan tinggal di luar negeri.**

Bertemu, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Tidak hanya dari Indonesia tapi dari negara-negara lain. Baik yang saya kenal melalui pekerjaan ataupun berkenalan secara kasual.

Saya senang memiliki banyak teman dari budaya yang berbeda.

Saya selalu takjub dengan banyak teman dengan budaya yang berbeda dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.

Tidak hanya bangsa dari negara- negara Asia (Bhutan, India, Singapore, Thailand, Cambodia, Malaysia, Philippines, Indonesia) tapi juga dari Australia, Amerika, Eropa, Karibia (Jamaika, Guyana, Bahama, Dominican Republic) dan masih banyak lagi.

 

tiarapermata@turksandcaicosislands

Salt Mills.

 

Pemahaman lintas budaya menjadi pelajaran sehari-hari

Tidak mudah dimengerti dengan hanya membaca ataupun melihat tapi dengan mengalami secara langsung.  Tidak ada ukuran atau patokan yang pasti, semuanya berubah sesuai dengan waktu dan kondisi.

Kami berasal dari berbagai macam budaya, latar belakang keluarga dan karakter yang berbeda. Percikan-percikan kecil selalu terjadi di segala aspek pekerjaan. Kadang kala seperti percikan api di atas jerami kering, yang kemudian membakar seluruh bangunan.

Kesalahpahaman kecil menumpuk. Kemudian semakin membesar dan bahkan meledak. Keluar dari proporsi sebenarnya. Padahal sebenarnya jalan keluar kebanyakan sederhana dan mudah.

 

tiarapermata@turksandcaicosislands

 

Suatu kali seorang manajer (bukan penduduk lokal) menginstruksikan bawahan (penduduk setempat) untuk melakukan suatu tugas yang sederhana. Entah karena cara penyampaian kurang jelas atau hasil akhirnya tidak sesuai dengan prosedur,terjadi kesalahpahaman besar. Masalah menjadi berlarut – larut dan semakin kusut sehingga menimbulkan hasil yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. Sebenarnya masalah bisa dengan mudah dipecahkan dengan cara saling memahami dan mau bekerjasama.

 

Sering kali atau banyak kali kita harus “Setuju untuk tidak setuju”

Tidak harus semua pekerjaan harus disetujui. Kami harus melakukan meski sering kali tidak setuju dengan cara yang harus dilakukan.

Kemampuan dasar tidak hanya sebagai seorang profesional, yang memberikan pelayanan terbaik untuk tamu yang akan datang, tetapi juga pemahaman akan hal-hal yang tidak kita pelajari di sekolah. Kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang untuk mengenali, menafsirkan dan merespon keadaan dengan akal sehat.

 

tiarapermata@turksandcaicosislands

Boat at Providenciales.

 

Karena masalah kecil menumpuk dan terjadi dalam waktu lama, seringkali kesalahpahaman tidak mudah dipecahkan dalam waktu singkat. Apalagi dengan tingkat sosial yang berbeda (staff dan manager).

Staff dituntut bersikap profesional. Mengesampingkan perbedaan untuk memberi pelayanan yang prima bagi tamu yang datang ke hotel kami. Suka atau tidak suka, kami bahu membahu untuk menyelesaikan pekerjaan apapun.

 

Team work

Pintu pekerjaan terbuka buat saya. Segala kemungkinan bisa terjadi. Setiap impian juga bisa terwujud. Kerja keras dan berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan diri sendiri.

Tidak hanya itu saja. Juga didukung dengan karakter yang kuat dan tulus untuk selalu konsisten dengan hasil yang terbaik.

Dahulu semasa saya masih di bangku kuliah, ada mata kuliah Pemahaman lintas budaya. Ternyata di bangku kuliah saya di sadarkan adanya perbedaan yang bisa menjadi bumerang apabila tidak di perlakukan dengan hati-hati.

Menyelesaikan pekerjaan kadang hanya memerlukan sedikit tenaga dan waktu.

Di sisi lain adalah kesuksesan hubungan antar manusia. Saya banyak mengalami benturan budaya. Tidak hanya dengan sesama teman dari Indonesia tapi juga dari bangsa lainnya.

 

tiarapermata@turksandcaicosislands

Blue Hills.

 

Belum lagi bekerja dengan perbedaan latar belakang pendidikan dan umur yang tidak saja mengumandangkan ketimpangan dalam komunikasi. Seringkali saya harus bernapas panjang dan menghitung sampai sepuluh. Masih tidak mampu menghadapi emosi yang meluap-luap, saya harus angkat kaki dari tempat itu bila tidak ingin ada pertengkaran mulut yang tidak akan berkesudahan. Saya tidak menyukai konflik.

Saya belajar juga untuk mengutamakan pendapat umum. Belum tentu pendapat saya benar. Benar atau tidaknya suatu pendapat teruji dengan waktu dan kesabaran.

Sabar bukan kelebihan saya. Saya belajar untuk bersabar.

Saya belajar setiap hari.

Belajar menjadi semakin baik dan bijak.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English