Jalan-jalan, Yerusalem

PERJALANAN YANG BERSEJARAH DI VIA DOLOROSA

Menelusuri jejak Kristus sebelum Dia disalibkan disebuah Kota Tua Yerusalem.

Berjalan di Via Dolorosa atau Jalan Kesedihan adalah klimaks dari perjalanan ke Tanah Suci. Puncak perjalanan. Koneksi utama yang menghubungkan semua tempat yang kami kunjungi sebelum memasuki Yerusalem.

Alkitab tidak secara khusus menyebutkan Via Dolorosa. Dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus memikul salib-Nya dari Praetorium ke tempat di Bukit Kalvari tempat Dia disalibkan.

Rute 0,25 km (0,16 mil) dengan 14 stasiun telah berubah selama berabad-abad. Setiap stasiun terhubung berdasarkan cerita atau acara tertentu. Rute Via Dolorosa hari ini sudah ada sejak abad ke-18 dengan 14 Stasiun. Tetapi beberapa stasiun hanya mulai ada pada abad ke-19.

Rute lebih berdasarkan pada tradisi daripada bukti arkeologis. Sembilan stasiun berada di sepanjang Via Dolorosa sementara 5 stasiun di dalam Gereja Makam Kudus (= burial vault dari bahasa Latin: Sepulchrum). Sembilan dari 14 stasiun didasarkan pada referensi Injil. Lima stasiun tradisional adalah tiga kejatuhan Yesus, pertemuannya dengan ibunya, dan Veronica menyeka wajahnya.

 

14 Stasiun

I: Kristus Dihukum Mati

Stasiun pertama terletak di seberang jalan dari biara Fransiskan. Situs itu pada zaman Romawi adalah tempat kedudukan Pontius Pilatus yang terletak di benteng Antonia dimana terdapat tempat aula penghakiman.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

The only area with walls on both sides while the other Via Dolorosa is crowded with merchants and shops.

 

II: Yesus Memikul SalibNya

Melanjutkan langkah kami di Via Dolorosa sampai kami mencapai Ecce Homo Convent, lokasi stasiun kedua.

Konstruksi Romawi kuno yang dikenal sebagai Arch of Ecce Homo membentang di atas Via Dolorosa. Ini ditandai dengan kata-kata “II Statio” di dinding Biara Fransiskan. Lengkungan ini untuk mengenang kata-kata yang diucapkan oleh Pontius Pilatus ketika dia menampilkan Yesus kepada orang banyak. Dia memberikan pidato ‘Ecce Homo’ yang terkenal, “Lihatlah Manusia itu”, dan kemudian menempatkan mahkota duri di atas kepala dan memberinya salib.

Lengkungan kemenangan sebagai lambang penangkapan Yesus adalah salah satu stasiun paling mudah untuk ditemukan. Sampai saat ini masih dilestarikan di dalam Gereja Sisters of Zion. Situs juga menyimpan lithostratus, permainan dadu kuno, dan Struthion Pool.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

Bagian lain dari Station nomor 2 Via Dolorosa adalah dua kapel yang saling berdekatan. Yang pertama adalah Kapel Fransiskan Katolik yaitu Chapel of the Condemnation and Imposing of the Cross. Kapel adalah tempat di mana Yesus memikul salib setelah dijatuhi hukuman penyaliban.

Identifikasi Chapel of the Condemnation and Imposing of the Cross didasarkan pada batu-batu trotoar besar Romawi yang mungkin menjadi bagian dari kursi penghakiman Pilatus untuk penghukuman terhadap Yesus.

Kami berhenti di sini untuk beribadah.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

On the floor of the Conservation of a few conserved stones of “Lithostrotos”.

 

Ciri yang menarik dari gereja ini adalah lantai di sisi kanan di mana saya duduk selama misa. Tipikal lantai pada jaman Romawi, sangat besar, jenis batu yang membuat orang tidak tergelincir saat mereka berjalan.

Kapel ini bersebelahan dengan Flagellation Chapel. Kapel terdahulu terletak di lokasi kapel Condemnation, hancur di abad ke-13. Gereja baru dibangun oleh para Fransiskan dari tahun 1903-1904 di atas reruntuhan kapel Tentara Perang Salib.

The Flagellation Chapel dihiasi dengan jendela kaca berwarna di belakang altar dan di kedua sisinya. Di kapel ini menunjukkan Pilatus mencuci tangannya; Yesus disesah; dan Barabas mengekspresikan kegembiraan pada pembebasannya. Di langit-langit di atas altar, mosaik dengan latar belakang keemasan menggambarkan mahkota duri yang ditusuk oleh bintang-bintang.

 

III: Yesus Jatuh Pertama Kali

Ketika kami menyelesaikan misa kami, Via Dolorosa sudah penuh dengan turis, peziarah dan penduduk setempat. Kami berjalan melewati Via Dolorosa dengan dua anggota kelompok membawa salib kayu. Kami menuju ke Jalan Al-Wad sampai ke kapel kecil di sebelah kiri, milik Patriarkat Katolik Armenia. Ini adalah bangunan abad kesembilan belas yang direnovasi dan diselesaikan oleh tentara Katolik dari Free Polish Army selama Perang Dunia II.

Lokasi ini menurut tradisi menandai statiun yang pertama dari tiga kali Yesus jatuh. Di atas pintu masuk, relief batu Yesus jatuh dengan salibnya.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

The 15th century chapel was built by the Armenian Catholic Church.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

IV: Yesus Bertemu dengan BundaNya yang Terberkati

Stasiun ke empat sekarang diperingati berdekatan dengan Stasiun Ketiga. Batu yang menandai Stasiun ada di atas pintu ke halaman gereja Katolik Armenia.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

According to tradition, the Virgin Mary stood here and observed the sufferings of her son as he carried the cross on his way to his death.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Armenian Catholic Church of our Lady of the Spasm.

 

 

V: Simon dari Kirene Membantu Yesus Memikul SalibNya

Stasiun ini sekitar 25 meter lebih jauh di sepanjang Jalan Al-Wad, Via Dolorosa belok kanan. Di sudut jalan adalah stasiun kelima yang terletak di sudut di mana Via Dolorosa berbelok ke barat dari Al-Wad Road dan mulai menyempit saat jalan menanjak.

Stasiun kelima adalah tempat Simon dari Kirene membawa salib untuk Yesus.

Kapel yang dipersembahkan untuk Simon the Cyrenian adalah rumah pertama para Fransiskan di Yerusalem pada tahun 1229. Di pintu kapel itu ada tulisan Latin yang menandai tempat Simon menjadi bagian dari Jalan Kesedihan Yesus.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

The fifth station is located on the corner of Via Dolorosa and El-Wad Street. The first Franciscan house in Jerusalem in 1229.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

The road turns to the right and then starts uphill.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Hello…how about we swap picture?.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Human traffic.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

VI: Veronica Menyeka Wajah Yesus

Via Dolorosa menjadi sempit dan menanjak. Jalan naik pada statiun in berada diantara pasar-pasar. Di sebelah kiri jalan adalah stasiun keenam. Sebuah pintu kayu dengan logam menunjukkan Gereja Katolik Yunani (Melkite) St Veronica.

Menurut tradisi abad pertengahan yang tidak ditemukan dalam Alkitab, wajah Yesus tercetak pada kain yang digunakan untuk menyekaNya. Relik, yang dikenal sebagai Sudarium atau Veronica atau Veil of Veronica, disimpan di Basilika Santo Petrus di Roma.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

A small Greek Catholic Church built on the alleged premises of the House of Veronica. The church was restored in 1953 by Italian architect Antonio Barluzzi.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Latin writing 6 ST PIA VERONICA FACIEM CHRISTI LINTEO DETERCI.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Look UP!!. Station 6th.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

Where this go???.

 

VII: Yesus Jatuh Untuk yang Kedua Kalinya

Yesus jatuh di bawah beban salib untuk kedua kalinya.

Sekitar 75 meter lebih menanjak, di persimpangan Via Dolorosa dengan Souq Khan al-Zeit, sebelum belok ke kiri adalah Stasiun VII. Dua kapel Franciscan, pintu hitam dan merah menandai Stasiun Ketujuh. Di dalam kapel paling bawah terdapat kolom batu besar, bagian dari Cardo Maximus.

Dua kapel, satu di atas yang lain, dengan tangga menuju ke tingkat kedua (yang tertutup untuk umum). Para Fransiskan mengambil alih kapel itu pada 1875.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

The framed picture shows the scene of Jesus falling under the weight of the cross.

 

tiarapermata@viadolorosajerusalem

 

Bersambung

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English