Bethlehem, Jalan-jalan

KOTA KECIL BETHLEHEM – KOTA DAUD

Betlehem dihormati oleh orang Yahudi sebagai kampung halaman dan kota kelahiran Daud, Raja Israel.

Namun saya tidak merasa memasuki tempat kelahiran raja ketika bus memasuki Betlehem. Tembok besar dan tinggi membagi Yerusalem dan Betlehem. Dinding pemisah sangat mempengaruhi ekonomi dan pergerakan penduduk Betlehem. Meskipun pada tahun 1995 Betlehem berada di bawah administrasi Palestina, Israel mengontrol pintu masuk dan keluar.

Bepergian ke Betlehem dari Yerusalem tidaklah sulit selama bukan orang Israel atau Palestina. Pengamanan yang sangat ketat ketika memasuki Wilayah Palestina dan sebaliknya. Namun bagi kami, peziarah dalam grup tur tidak mendapat masalah di perbatasan.

Kota kecil Betlehem memiliki suasana Arab yang adem, terutama di sore hari. Teman menyeret saya dari kamar hotel kami untuk melakukan beberapa tugas. Dia ingin mengambil beberapa foto di sekitar hotel (pose seperti orang hilang) dan membeli keripik dari supermarket terdekat.

Awalnya saya melakukan ini dengan enggan karena apek dan pengen tidur. Kemudian ketika kami memberanikan diri keluar hotel, saya akui kemudian sangat menikmati waktu luang mengunjungi supermarket yang tidak jauh dari hotel. Teman saya membeli beberapa kantong keripik dan kopi lokal.

Meskipun Bethlehem juga rumah bagi banyak orang Muslim, tetap menjadi rumah bagi salah satu komunitas Kristen Arab terbesar di Timur Tengah. Orang-orang Kristen termasuk Katolik Latin, Suriah, Melchite, Armenia dan Maronit, juga termasuk Yunani, Suriah dan Ortodoks Armenia dan berbagai denominasi Protestan.

Penduduk Betlehem sangat bergantung pada peziarah dan turis sebagai penghasilan utama. Mereka menjual kerajinan lokal yang diperkenalkan oleh Franciscans yaitu perhiasan mutiara dari Italia pada abad ke-15. Pengrajin lokal juga dikenal karena ukiran kayu zaitun dan sulaman khas mereka.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

Border Crossing from Jerusalem to Bethlehem.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

SHEPHERD’S FIELD

Kapel di Shepherd’s Field adalah gereja Katolik di daerah Beit Sahur di Tepi Barat di Palestina. Menurut tradisi Katolik, daerah Bethlehem secara tradisional adalah tempat para gembala melihat Bintang Kelahiran Yesus. Malaikat mengabarkan kabar baik kepada gembala yang mengawasi kawanan domba mereka di tanah lapang.

Kapel yang dirancang oleh Antonio Barluzzi dengan bentuk tenda seperti yang digunakan oleh gembala pada waktu itu. The Chapel of the Angels berdiri di atas batu yang menghadap reruntuhan. Lukisan di kapel menggambarkan malaikat memberikan kabar gembira kepada para gembala, para gembala memberi penghormatan kepada Yesus dan para gembala yang merayakan kelahiran Juru selamat.

Di luar kapel adalah gua untuk ibadah atau misa untuk kelompok kecil. Wilayah ini dikelola oleh Franciscans.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

Limestone caves used as a residence during the Roman-Herodian era, found in the area in small farming villages. The Franciscans transformed the cave into a very distinctive little chapel.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

THE NATIVITY CHURCH

Atraksi utama di Betlehem.

Ini adalah salah satu gereja tertua di dunia. Gereja dibangun di atas gua tempat Yesus dari Nazaret dilahirkan dan tempat palungan yang sebenarnya dengan tanda bintang menandai kelahiran Yesus. Gua yang berada di bawah Basilika Besar Kelahiran Yesus dapat dikunjungi oleh publik.

Gereja pertama kali dibangun di bawah kaisar Romawi Konstantin Agung pada tahun 135 AD. Oleh karena itu sangat dilindungi oleh Tentara Salib. Bukti keberadaan mereka terlihat di segala penjuru gereja ini. Beberapa kolom dihiasi dengan lukisan orang-orang kudus yang dilukis oleh Tentara Salib.

Kemudian gereja Nativity diabaikan di bawah pemerintahan Mamluk. Orang Persia tidak merusak gereja dan gua, sesudah mereka mengalahkan Palestina pada tahun 614 M, karena mereka melihat gambar tiga orang bijak (Gaspar, Melchior dan Balthazar) dengan pakaian asli mereka sendiri (pakaian Persia). Kemudian diikuti dengan bencana alam pada 1834 dan kebakaran pada tahun 1869. Setelah itu gereja diperbaharui dan ditambahkan berkali-kali.

Ketika kami memasuki gereja, kami harus membungkuk untuk melewati pintu kecil dan sempit. Ini dikarenakan Tentara Salib mengurangi ukuran sebenarnya untuk mencegah penyerang dengan menunggang kuda. Kemudian pada era Ottoman menamai Pintu Kerendahan Hati. Kemudian, baik selama periode Mamluk atau Ottoman, pintu dibuat lebih kecil. Garis luar pintu asli abad ke-6 masih terlihat jelas.

Di sebelah kanan Pintu Kerendahan Hati, ada sebuah pintu mengarah ke Biara Armenia. Di bagian depan nave*, menuruni tangga untuk memasuki Grotto of the Nativity.

Palungan asli dengan bintang yang menandai tempat kelahiran Yesus dapat diakses dari dalam gereja. Bintang perak 14-titik menandai tempat di mana Yesus dipercayai telah dilahirkan. Kapel Manger (‘Crib’) ke sisi orang Majus, yang memperingati kunjungan Caspar, Balthazar dan Melchior.

Sekali lagi, ada persaingan menunggu dalam antrian. Orang berusaha menerobos antrian. Sampai-sampai saya tidak sempat untuk berdiam diri dan merasakan kedekatan dengan Yesus. Malah saya merasa diburu-buru oleh orang-orang yang menunggu dengan tidak sabar di belakang. Tidak ada momen tenang.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

Nave – center of the church building, intended to accommodate most of the congregation. In the traditional Western churches, it is rectangular, separated from the pulpit and the alleys next to the pillar.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

Beautifully preserved 4th-century mosaic floor in Constantine. Look through the wooden trapdoor doors that rediscovered in 1934.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

The red-and-white limestone giant adorn with saints frescoes, painted by the Crusaders in the 12th century.

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

tiarapermata@littletownofbethlehem

 

Catatan:

Nave*bagian tengah gedung gereja, dimaksudkan untuk mengakomodasi sebagian besar jemaat. Di gereja-gereja tradisional Barat itu berbentuk persegi panjang, dipisahkan dari mimbar dan lorong-lorong yang berdekatan oleh pilar-pilar.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English