Jericho, Qumran

MENYEBERANGI MESIR DAN NGAMBANG DI LAUT MATI

Melintasi perbatasan dari Mesir ke Israel sangat menegangkan.

Meskipun saya sering bepergian ke luar negeri, pengalaman dengan imigrasi selalu membuat saya cemas. Tidak peduli seberapa siap, perut saya selalu mules.

Kali ini saya merasakan dampak ganda, mulai dari cerita ‘horor’ tentang petugas perbatasan Israel dan betapa ketatnya mereka dengan aturan. Tidak ada senyum dan semuanya formal. Meskipun tidak ada masalah besar tetapi melihat teman seperjalanan dicecar dengan banyak pertanyaan yang harus mereka jawab membuat saya ngeri. Saya tidak dapat membantu mereka karena mereka harus menjawab setiap pertanyaan sendiri.

Setelah melewati proses imigrasi, akhirnya kami semua mendapatkan visa dari petugas imigrasi. Saya bisa bernapas dengan mudah. Kami bertemu sopir di luar area imigrasi.

Kami, akhirnya, memasuki Eilat. Semua tersenyum gembira. Kami meninggalkan perbatasan untuk bertemu dengan pemandu kami di Qumran. 

 

tiarapermata@eilatjericho

Busy port at Eilat.

 

tiarapermata@eilatjericho

Dead Sea.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

Olive plantation.

 

Eilat

Sebuah pelabuhan yang sibuk dengan lusinan resor mewah di sepanjang Laut Merah. Daerah ini adalah bagian dari Gurun Negev selatan, bersebelahan dengan desa Taba di selatan, kota pelabuhan Aqaba di timur, dan Arab Saudi di sebelah tenggara.

Tujuan populer bagi wisatawan lokal dan internasional karena memiliki pantai yang indah, warna biru Laut Merah dan terumbu karang yang menakjubkan. Dikombinasikan dengan hotel-hotel besar, kehidupan malam dan lanskap gurun membuat Eilat tujuan yang sempurna untuk liburan.

Bus kami melaju dengan lancar di sepanjang pelabuhan Eilat yang sibuk sampai kami mencapai pilar garam bernama Lot’s Wife. Dalam Alkitab, Lot’s Wife adalah sosok yang menjadi tiang garam setelah dia menoleh ke Sodom.

Dalam Yudaisme, istri Lot dihukum karena tidak mematuhi peringatan malaikat. Dia dianggap tidak layak untuk diselamatkan dan berubah menjadi tiang garam. Legenda Yahudi lain mengatakan bahwa dia menoleh kebelakang untuk melihat apakah putrinya ikut bersama mereka atau tidak.

 

tiarapermata@eilatjericho

Luxury resorts scattered in the Dead Sea.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

Lot’s Wife Salt Pillar.

 

Taman Nasional Qumran

Situs arkeologi yang terletak di antara Yerusalem dan pantai Laut Mati. Situs ini terkenal sebagai tempat Gulungan Laut Mati disembunyikan.

Pertama kami menonton film pendek tentang Essenes dan terus melihat tembikar dan artefak lainnya di ruang pameran. Kemudian kami pergi ke situs arkeologi di bawah terik matahari.

Seorang penggembala kambing dari suku Badui menemukan gulungan pertama pada tahun 1947. Ia melempar batu ke dalam gua untuk mencari kambingnya tetapi mendengar suara tembikar pecah.Dia menemukan tujuh tempayan tanah liat berisi gulungan dibungkus kain lenan selama hampir 2000 tahun. Gulungan kuno dijual ke pedagang antik, kemudian berpindah tangan beberapa kali.

Hampir 900 gulungan ditemukan dalam gua. Sebagian besar ditulis di perkamen dan beberapa di papirus dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani. Hanya segelintir yang utuh, yang terpanjang lebih dari 8 meter. Kondisi gulungan ini terjaga dengan baik karena iklim gurun yang panas dan kering.

Gulungan ini diyakini milik sekte Essenes. Gulungan ditemukan dalam sebelas gua di sekitar pemukiman, beberapa hanya dapat diakses melalui pemukiman. Secara keseluruhan ada 12 gua tempat gulungan dan potongan perkamen ditemukan.

Juga ditemukan cistern (tempat penampungan air), pemandian ritual Yahudi, dan pemakaman. Demikian juga dengan ruang makan atau ruang pertemuan serta tungku untuk membakar tembikar.

Sebuah kuburan besar ditemukan di sebelah timur situs itu. Sementara sebagian besar kuburan berisi laki-laki, beberapa perempuan juga ditemukan. Lebih dari seribu makam ditemukan di Qumran.

Gulungan ini sekarang disimpan di Shrine of the Book di Israel Museum di Yerusalem di mana mereka disimpan pada suhu optimal dan kondisi kelembaban untuk melestarikannya sampai masa mendatang. Gulungan Tembaga yang ditemukan di Gua # 3 dipajang di Museum Amman di Yordania.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

Qumran.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

Cistern.

 

tiarapermata@eilatjericho

Caves.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

Jericho

Setelah misa di gereja Katolik setempat, kita harus bergegas ke Laut Mati untuk nyemplung barang sejenak, merasakan lumpur alami dan mengapung di air asin. Sebelum kami mengunjungi Dead Sea, pemandu kami menyelipkan kunjungan singkat ke gereja Ortodoks Yunani di mana Zakheus bertemu Yesus.

Jericho menjadi terkenal, di antara banyak legenda dan penggalian arkeologi lainnya, karena Zacchaeus. Dia pendek sehingga tidak dapat melihat Yesus melalui kerumunan. Zakheus kemudian berlari dan memanjat pohon ara yang tumbuh di sepanjang jalan yang akan dilalui Yesus. Ketika Yesus mencapai tempat itu, dia melihat keatas dan memanggil namanya. Yesus menyuruhnya untuk turun karena dia akan mengunjungi rumahnya. Orang banyak terkejut bahwa Yesus, seorang guru agama/nabi, menodai dirinya sendiri dengan menjadi tamu orang berdosa.

Meskipun tidak ada yang dapat mengkonfirmasi apakah pohon tua adalah pohon yang dikutip dalam Perjanjian Baru, para ahli telah meneliti dan memverifikasi bahwa pohon itu mungkin sudah ada sejak zaman Yesus.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

No one can confirm whether the old tree cited in the New Testament, the experts have researched and verified that the tree may have existed since the time of Jesus.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

 

Laut Mati

Juga disebut Laut Asin antara Israel dan Yordania di Asia barat daya. Laut Mati terletak di antara perbukitan Yudea di sebelah barat dan dataran tinggi Trans Yordania di sebelah timur.

Sungai Yordan adalah satu-satunya sumber air utama yang mengalir ke Laut Mati, membentuk kolam dan lubang pasir di sepanjang tepiannya.

Laut Mati menarik pengunjung selama ribuan tahun. Ini adalah salah satu resor kesehatan pertama di dunia (untuk Herodes Agung) dan telah menjadi pemasok berbagai produk, mulai dari aspal untuk mumifikasi Mesir hingga potasi untuk pupuk. Orang juga menggunakan garam dan mineral dari Laut Mati untuk membuat kosmetik dan sachet herbal.

 

tiarapermata@eilatjericho

Dead Sea recreational spot for public.

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

 

tiarapermata@eilatjericho

Mix salt and mud then scrub to all over your body.

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English