Inspirasi Perjalanan, Persinggahan

TIKET GRATIS! SIAPA TAK MAU?

Teman saya pernah mengatakan dia tidak sanggup dengan penerbangan panjang lagi.

Ketika dia harus melakukan perjalanan ke Turks and Caicos Islands, dia harus istirahat dalam perjalanannya dengan satu perhentian, kalau tidak dia akan terlalu lelah. Dia bermalam baik di New York atau London.

Yang mengejutkan dia bilang semakin tua. Jika dia semakin tua, bagaimana dengan saya? Sepuluh tahun lebih tua. Saya tidak merasa tua sama sekali.

Malah saya suka pengalaman di bandara.

Tempat orang bertemu dan berpisah atau menuju kesuatu tempat. Penumpang yang berlarian  mengejar penerbangan. Anak-anak di kereta dorong, pasangan berpegangan tangan, pengusaha berbicara di telepon dengan koran terlipat di ketiaknya. Penumpang yang lelah dengan bantal leher di tas mereka berjalan seperti zombie. Penumpang yang menunggu pesawat sembari tidur di bangku, ada yang membaca buku ataupun menikmati kopi sambil ngobrol.

Saya selalu ingin tahu ke mana mereka pergi. Apakah mereka akan bersenang-senang? bekerja? atau pulang kampung seperti saya?

Saya selalu senang, baik dalam solo travel ke suatu tempat atau pulang kampung. Tentu saja penerbangan cukup panjang dan melelahkan. Apalagi jika saya harus singgah lama di salah satu kota di Amerika. Masih lumayan ketika stopover di London.

 

tiarapermata@airportexperiences

 

tiarapermata@airportexperiences

 

Saya bertemu dengan seorang teman dalam perjalanan dari TCI. Liburan tahunan tertunda karena dia harus bergantian dengan teman sejawat. Sering kali, saya bertemu dengan teman yang sedang dalam perjalanan liburan atau sebaliknya.

Jika saya bisa, saya gabung liburan tahunan dengan stop di tempat-tempat baru. Saya mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Hari ini adalah hari terakhir saya di Istanbul. Saya sudah mengemasi tas saya tadi malam. Siap untuk berangkat dengan penerbangan paling pagi ke London. Tidak peduli kemana tujuan, domestik atau internasional, saya harus berada di sana dua jam sebelumnya. Banyak sekali cerita yang tidak menyenangkan (pada waktu saya masih bekerja di Travel agent di Bali) ketika penumpang terlambat. Apalagi saya berada di tempat yang baru pertama kali saya kunjungi. Saya berangkat paling lambat tiga jam dari penginapan.

Perjalanan saya dari Istanbul, Turkey ke Providenciales, Turks and Caicos lumayan panjang dan melelahkan.  Sebenarnya ada penerbangan yang cepat dan efisien. Tetapi jenis penerbangan seperti ini jauh lebih mahal. Tiket pesawat saya tidak boleh melebihi budget yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Apabila lebih harus ditambah sendiri. Dengan menambah sedikit saya kombinasi dengan singgah di Istanbul.  Oleh karena itu saya harus keliling dulu sebelum sampai ke Turks and Caicos Islands.

Istanbul ke London Heathrow
Penerbangan 4 jam
8 jam transit di London Heathrow

London Heathrow ke Atlanta, North Carolina
Penerbangan 9 jam dan 35 menit
3 jam transit di Bandara Atlanta

 

tiarapermata@airportexperiences

 

tiarapermata@airportexperiences

 

Saya sangat lelah begitu sampai di Atlanta. Terutama karena saya berangkat pagi-pagi sekali dari Istanbul dan perbedaan waktu. Saya membeli secangkir kopi dan roti untuk sarapan. Saya duduk di kursi belakang di gerbang menunggu check-in.

Tak lama kemudian gerbang dibuka dan staf counter check-in bersiap-siap. Salah satu dari mereka mengumumkan bahwa jika ada penumpang yang mau memberikan kursi mereka mendapatkan voucher $ 600,00 sebagai gantinya.

Saya tidak memperhatikan pada awalnya. Saya minum kopi dan makan roti ketika mereka mengumumkan untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya. Setelah sekian kali belum ada yang datang, saya mendekati salah seorang staff:

“Do you need a seat to give up?”

“Ya, kami akan tukar dengan voucher $ 600,00.”

“OK. Anda dapat mengambil kursi saya. “

“Terima kasih. Tolong tunggu disini. Kami akan beri anda boarding pass baru setelah semua penumpang check-in ”

Lalu aku menunggu sampai check in berakhir. Staf counter check-in lain memproses penerbangan saya kembali ke Turks and Caicos Islands.

“Wow. Kamu sudah melakukan perjalanan yang panjang,” katanya terbelalak melihat monitor komputer tidak percaya

“Ya, benar.”

“Kamu tahu bahwa harus terbang dari sini ke Miami dan kemudian melanjutkan ke Providenciales. Kamu harus menunggu di bandara Miami 3 jam lagi untuk terbang ke Turks and Caicos Islands”.

Saya mengangguk. Sepertinya dia perlu menekankan setiap kata agar saya memahami benar-benar penerbangan berikutnya. Lebih lama.

Lalu dia memberi saya boarding pass baru dan voucher American Airline sebesar $ 600,00.

Awalnya saya ingin membantu orang-orang yang akan pergi berlibur ke Turks dan Caicos. Pasti mereka sedih karena liburan terhambat karena pesawat overbook. Mungkin mereka adalah tamu saya di resort tempat saya bekerja. Ketika saya bertanya kepada staff konter, ternyata penumpang itu tinggal di resort yang lain. Tidak masalah.

Kesenangan kedua, saya menghemat banyak untuk traveling berikutnya (yang saya putuskan kemudian adalah Ekuador).

Atlanta, North Carolina ke Miami
1 jam dan 50 menit
3 jam transit di Bandara Atlanta

Miami ke Providenciales
1 jam dan 40 menit
4 jam transit di Bandara Miami

Imigrasi mulus. Karena saya check in koper saya sampai ketempat tujuan terakhir, tas saya datang terlebih dahulu. Saya mengambil di dekat konter lost and found. Kemudian membawanya ke ruang kedatangan bandara. Ada dua rekan saya yang menunggu untuk membawa saya ke resor.

 

tiarapermata@airportexperiences

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English