Perjalanan Darat, Washington DC

SEJARAH AMERIKA DI NATIONAL MALL WASHINGTON DC

Keputusan tersulit yang saya buat di Washington DC.

Saya mencoba untuk menunda tapi tanggal keberangkatan saya semakin dekat. Saya bukan penggemar cuaca dingin meski saya suka bepergian selama musim sepi. Saya juga harus hati-hati dengan kesehatan. Saya tidak ingin sakit saat harus meninggalkan Washington D.C. ke Los Angeles. Perjalanan panjang dan melelahkan.

Di sisi lain, saya tidak akan melewatkan kesempatan menjelajahi National Mall. Saya harus pergi. Cara bangsa Amerika yang paling mendalam untuk menghormati pahlawan nasional mereka.

Saya buntel badan dengan pakaian berlapis-lapis, rasanya seperti penguin saat saya berjalan. Seperti biasa saya melihat ramalan cuaca hari ini dan ternyata siang hari cuacanya akan lebih baik. Bagus, setidaknya ada sedikit pembangkit semangat saya.

Saya naik metro ke National Mall. Butuh waktu lebih kurang dua jam (ditambah ketinggalan metro dan lupa turun) plus waktu tunggu. Sekarang saya terbiasa memonitor transportasi umum dengan Google Map. Mencari alternative transportasi umum dari waktu keberangkatan dan kedatangan. Jadi saya tidak perlu menunggu lama di halte bus atau stasiun.

Saya berjalan dari Smithsonian Station ke Washington Monument. Sebuah obelisk, kolom monumen tertinggi di dunia dan struktur tertinggi di dunia sampai tahun 1889. Monumen tersebut merupakan untuk menghormati George Washington sebagai pendiri dan presiden AS yang pertama.

Obelisk Mesir berongga yang terbuat dari marble, granite dan bluestone gneiss. Meski dibuka untuk umum 125 tahun yang lalu pada 1888, monumen ini tutup saat saya kesana karena ada modernisasi lift sampai musim semi 2019.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Washington Monument.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Cherry Blossoms are coming soon. Too bad I am leaving soon.

 

Oleh karena itu saya hanya mengagumi dari jauh dan langsung menuju ke World War II Memorial.

Saya kedinginan.

Saya berharap ada tempat yang memiliki pemanas, kafe atau restoran. Saya hanya bisa berhenti di sebuah kafe dengan tempat duduk di luar. Saya membeli secangkir kopi dan makanan ringan. Setidaknya perut terisi sebelum melanjutkan perjalanan.

World War II Memorial adalah salah satu monumen terbaru di Washington D.C. Dikelilingi oleh Washington Monument dan Lincoln Memorial.

Monumen yang di dedikasikan untuk orang Amerika yang bertugas di angkatan bersenjata dan warga sipil selama Perang Dunia II. Monumen tersebut terdiri dari 56 pilar granit mewakili 48 negara bagian AS tahun 1945 dan juga District of Columbia, Alaska Territory and Territory of Hawaii, Persemakmuran Filipina, Puerto Riko, Guam, Samoa Amerika, dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat. Lengkungan utara mewakili Atlantik dan lengkungan selatan mewakili Pasifik.

National Mall sepi pengunjung. Terlalu sepi buat saya. Sehingga setiap monumen terlihat luas dan besar. Saya tidak berpapasan dengan siapapun selama perjalanan saya dari Washington Memorial ke Monumen Lincoln.

Kosong melompong, sepi dan tidak terdengar suara.  Jadi ketika saya mendengar suara orang bicara, saya hampir melompat. Tiba – tiba seseorang muncul di depan saya. Entah keluar dari mana, berbicara di telepon dengan keras dan minum kopi. Astaga … saya melamun sambil berjalan.

Lalu saya melihat dari jauh Lincoln Memorial.

Monumen megah.

Bangunan yang sangat besar di tengah suasana damai. Saya memutuskan untuk berjalan-jalan di sepanjang Reflection Pool menuju Lincoln Memorial. Melihat pemandangan luar biasa Lincoln Memorial secara berlahan menjadi semakin besar. Tidak ada kerumunan, orang duduk di tepi kolam atau kegiatan lain yang bisa saya bayangkan selama musim panas atau musim ramai.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Lincoln Memorial from far.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Ash Woods.

 

tiarapermata@nationalmalldc

 

Namun, secara teknis rencana itu keren banget. Saya harus mengubah rencana sesudah berjalan beberapa saat. Saya tidak bisa berjalan dengan mata menatap ke depan tanpa melihat ke bawah. Hahahaha … begitu banyak kotoran bebek. Saya harus berjalan zigzag.

Setelah beberapa saat saya menyerah. Tidak ada gunanya lagi. Saya kembali ke jalan khusus pejalan kaki.

Kolam persegi dengan panjang 2.028 dan lebar 167 kaki. Ini secara dramatis mencerminkan bayangan Washington Monuments, Lincoln Memorial ditambah deretan pohon rindang dan hamparan langit yang luas.

Kolam ini juga latar belakang banyak acara bersejarah.

Di sinilah Martin Luther King menyampaikan pidatonya tentang “I Have a Dream” kepada jutaan orang yang berdiri di sekitar dan di Reflection Pool.

Juga mengingatkan saya pada film Forrest Gumps dari tahun 1994. Dia berpidato di tangga Lincoln Memorial sebagai demonstrasi perang Vietnam. Setelah pidatonya, Forrest bertemu pacarnya. Forrest Gumps langsung berlari ke Reflection Pool untuk menemuinya. Reuni yang romantis.

Saya berjalan melewati Ash Woods.

Saya tidak berhenti di DC War Memorial yang terletak di dalam Ash Woods di selatan Lincoln Reflecting Pool. Monumen tersebut didedikasikan untuk penduduk D.C. yang kehilangan nyawa mereka dalam Perang Dunia II. Situs ini juga merupakan salah satu dari tiga monumen di National Mall yang menyelenggarakan pernikahan di samping Jefferson Memorial dan George Mason Memorial.

Saya berhenti di The Veterans Memorial Perang Korea yang didedikasikan untuk Angkatan Bersenjata A.S. yang bertugas dan berkorban selama Perang Korea.

Monumen utama berupa tembok segitiga dari granit dari California dengan memuat lebih dari 2.500 foto yang mewakili tentara darat, laut, dan udara yang bertempur dalam perang.

Selain monumen berdinding, terdapat 19 patung stainless steel yang dengan ukuran pria dewasa. Patung-patung sebagai simbol prajurit sedang berpatroli mengenakan perlengkapan tempur lengkap.  Mereka berjalan di atas semak juniper dipisahkan dengan potongan granit. Semak dan granit melambangkan sawah di Korea.

 

tiarapermata@nationalmalldc

More than 2,500 photographic images representing the land, sea, and air troops who supported those who fought in the war.

 

tiarapermata@nationalmalldc

The main memorial is in the form of a triangle intersecting a circle.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Nineteen stainless steels figures represent a platoon on patrol, drawn from each branch of the armed forces.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Each figure larger than life-size, between 2.21 m and 2.29 m tall.

 

Selain dua peringatan di atas, ada United National Wall dan Pool of Rememberance.

The United National Wall terdaftar dari 22 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyumbangkan pasukan dan dukungan medis untuk perang ini. Ada juga tempat bagi pengunjung untuk beristirahat dan merenungkan perjuangan pahlawan di Pool of Remembrance. Pool of Remembrance didedikasikan untuk tentara yang terbunuh, terluka, hilang dalam aksi, dan ditahan sebagai tawanan perang.

Di dinding di area kolam ditulis dengan huruf perak: KEMERDEKAAN TIDAK CUMA-CUMA.

Kemudian sedikit muncul sinar matahari. Sangat indah. Masih dingin membeku tapi setidaknya tidak suram. Monumen berikutnya adalah Lincoln Memorial.

Monumen nasional Amerika dibangun untuk menghormati Presiden Amerika Serikat. Bangunan  terinspirasi oleh kuil-kuil Yunani kuno. Tiga puluh enam kolom yang mewakili masing-masing negara bagian di A.S sebelum kematian Presiden Abraham Lincoln.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Lincoln Memorial.

 

tiarapermata@nationalmalldc

 

tiarapermata@nationalmalldc

 

tiarapermata@nationalmalldc

Reflecting Pool.

 

Beberapa pilihan desain seperti desain yang mengacu pada kuil Maya, ziggurat Mesopotamia, dan piramida Egyptian. Namun desain akhirnya jatuh ke bangunan dengan konstruksi menyerupai kuil klasik Yunani Doric. Sudah jelas berdasarkan Pantheon, tempat kelahiran demokrasi.

Patung Abraham Lincoln meningkat kira-kira dua kali dalam ukuran seiring berjalannya rencana pembangunan. Ukuran awal patung itu 10 kaki kemudian berubah menjadi tinggi 19 kaki.

Saya berjalan ke Vietnam Veterans Memorials sebelum naik bus ke Union Station.

Mirip dengan Dinding Veteran Korea. Monumen ini sebagai penghormatan kepada anggota angkatan bersenjata A.S. yang bertempur dalam Perang Vietnam. Sebagai simbol menyatukan masa lalu dan sekarang bersama dan menggambarkan sebagai ‘luka yang tertutup dan sembuh’.

Tiga Prajurit adalah patung perunggu yang dibuat dan dirancang untuk melengkapi Peringatan Veteran Vietnam. Dikenal juga sebagai The Three Servicemen. Patung itu terbuat dari perunggu setinggi tujuh kaki di atas kaki pondasi granit. Mewakili tiga tentara yang memandang dinding peringatan yang menoreh nama teman sejawat mereka.

 

tiarapermata@nationalmalldc

Bronze statues of The Three Soldiers or The Three Servicemen.

 

tiarapermata@nationalmalldc

 

Setelah seharian berjalan-jalan di National Mall dan melihat semua nama di dinding peringatan, saya mengerti mengapa kebebasan tidak gratis. Saya harus berterima kasih kepada semua pahlawan dan pahlawan negara saya, Indonesia. Tanpa mereka saya tidak akan menikmati kebebasan yang saya miliki sekarang. Terima kasih sedalam-dalamnya!!

Saya beranjak dari National Mall dan pergi ke halte bus.

Setelah menunggu dalam cuaca dingin selama setengah jam, saya memutuskan untuk naik bus apa saja. Saya tidak peduli lagi dengan nomor busnya, yang penting saya tidak kedinginan. Begitu sopir bus membuka pintu, saya melompat dan duduk di dekat jendela. Untung perhentian bus terakhir adalah Union Station.

Dua jam kemudian, akhirnya, saya masuk ke dalam apartemen yang hangat.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English