Inspirasi Perjalanan, Manhattan

APAKAH YANG MENJADIKAN MANHATTAN?

Kalau tidak ada halangan, setiap akhir pekan kami pergi ke Manhattan.

Bagi saya waktu untuk meregangkan kaki. Saya suka berjalan kaki pulang kantor pada waktu kerja di Turks and Caicos Islands. Begitu saya tinggal di New York, saya paling banter jalan kaki sepanjang 2 km per minggu.

Sebagian besar waktu saya tinggal di dalam, baik di rumah atau perpustakaan saat berada di New York. Sebagian besar waktu New York dingin termasuk di musim semi. Saya tidak pernah bisa keluyuran lebih dari dari satu jam. Saya bukan sang pemberani yang menaklukkan cuaca.

Terkadang kami berjalan-jalan sebentar di sekitar Time Square, terkadang berjalan lebih lama dari biasanya. Kami mencoba melakukannya setiap minggu, namun rencana kami tidak semulus yang kami pikirkan. Mungkin cuaca dingin atau salah satu dari kami sakit atau salju ataupun badai.

Kami lebih suka tinggal di rumah, kering dan hangat.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

Saat cuaca lebih baik, kami berjalan jauh ke Central Park dan kembali lagi ke Time Square. Time Square tidak pernah sepi dari pengunjung. Setiap tempat duduk terisi. Orang berdiri di setiap tempat kosong yang ada.

Banyak hiburan dari pagi hari ke malam. Artis dengan berbagai macam kemampuan memenuhi Time Square. Musisi, penari, pantomim dan banyak lainnya memamerkan talenta mereka dengan keinginan agar seseorang tertarik dengan penampilan mereka.

Banyak orang menganggap New York adalah kota terbaik di dunia. Kota ini penuh dengan orang-orang dari berbagai negara di dunia.

Manhattan adalah bagian utama dari lima wilayah di New York City. Dulu Manhattan didiami penduduk asli Amerika Lenape saat pertama kali ditemukan oleh penjelajah Eropa. Sekarang Manhattan adalah bagian utama dari lima wilayah di New York City.

Meski Manhattan adalah pulau yang berbentuk tipis dan panjang, nyatanya, mewakili New York City bagi dunia. Kapanpun saya bercerita kepada keluarga atau teman tentang New York City, wajah mereka berubah dengan ekspresi seperti mimpi. Mereka mengatakan kepada saya di dalam pikiran mereka semua keindahan di kota. Pencakar langit, pertunjukan Broadways, landmark, pusat perbelanjaan dan taman. Seperti yang mereka lihat di TV atau film.

 

Kota yang tidak pernah tidur

Tidak masalah pagi atau malam, selalu ada hal yang bisa dilakukan orang di Manhattan. Kota penuh dengan kehidupan.

Banyak hal yang kami lakukan saat kami pergi ke Manhattan. Kami membagi waktu antara keluyuran di Central Park, melihat High Park, mengagumi Union Station atau melihat orang main ice skating atau mengagumi jendela toko dengan dekorasi unik dan masih banyak lagi.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

Central Park.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

 

 

 

Banyak alasan mengapa orang tinggal di tempat ini

Orang-orang senang tinggal di Manhattan karena akses ke tempat kerja, teman, keluarga, makanan, belanja, kehidupan malam, aktivitas, budaya, sekolah dan masih banyak lagi lainnya. Di New York City orang bisa ke mana saja, melakukan apa saja tanpa harus memiliki mobil, membayar asuransi mobil, gas, dll.

Ada lagi yang mengatakan bahwa meskipun mereka mampu membeli apartmen di sebagian besar wilayah di Manhattan, mereka lebih suka tinggal di tempat yang lebih tenang. Mereka lebih suka daerah seperti Brooklyn dan lingkungan sekitar.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

Skyscrapers.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

Meski cuaca dingin saya selalu menantikan perjalanan kami ke Manhattan.

Kami memarkir mobil, baik di sisi jalan (di manapun kami menemukan parkir gratis) atau area parkir di dekat gereja di Time Square. Kami menurunkan kereta dorong dari mobil dan membungkus si kecil dengan selimut hangat. Lalu kami siap menjelajah Manhattan.

Ketika pertama kali saya datang ke sini pada tahun 2010, saya tidak banyak berjalan di sekitar Time Square atau sekitarnya. Saya lebih banyak berjalan mondar-mandir di kawasan Central Park dekat tempat saya menyewa apartemen. Sebagian besar waktu saya keluar masuk taman di pagi, siang atau sebelum kembali ke apartemen.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

Sisi Buruk Manhattan

New York City seperti kebanyakan kota besar di dunia, ada juga sisi jelek lainnya.

Ketika saya berjalan menyusuri jalanan atau jalan raya, siang atau malam, ada bau tak enak dari tempat sampah di trotoar. Graffiti di dinding, pintu dorong, rambu jalan dan tempat-tempat umum lainnya. Jalan pejalan kaki yang tidak rata membuat saya tersandung beberapa kali. Tunawisma meminta uang.

Pada suatu kesempatan teman saya dengan maksud baiknya mengemasi beberapa kotak makan siang untuk para tunawisma. Mereka menolak saat dia memberikannya kepada mereka. Mungkin mereka tidak mempercayai makanan yang dia berikan? Mungkin mereka lebih memilih jenis makanan lain?

Pada kesempatan lain, kami membeli pizza (8 iris dalam kotak). Kami memakannya dan ada beberapa irisan yang masih ada di dalam kotak. Dia memberikannya kepada para tunawisma (sedang tiduran di emperan jalan). Salah satu dari mereka menerima dan melempar kotak pizza di sisi lain. Kami terkejut dan tidak mengerti apa yang terjadi.

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

tiarapermata@manhattannewyorkcity

 

Saya bingung dan kesal (kasihan teman saya). Tampaknya para tunawisma tidak mau makanan tapi mereka menginginkan uang untuk urusan lain.

Meskipun demikian inilah sisi Manhattan yang menjadikan Manhattan adalah Manhattan.

Energi dan atmosfer menarik orang-orang dari seluruh dunia untuk datang dan menyaksikan keragaman di pulau mungil ini.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English