Bekerja di Luar Negeri, North Caicos

BETAH TINGGAL DI NORTH CAICOS

Pada hari libur saya bangun seperti biasa.

** cerita lama ketika tinggal dan bekerja di luar negeri**

Berjalan-jalan pagi ke pantai sesudah matahari terbit.

Langit cerah, rerumputan masih basah dengan embun pagi dan burung berkicau. Sunyi. Dulu aku merasa takut keluar berjalan sendiri. Sekarang saya diam-diam bersyukur bisa menikmati hari yang tenang. Tidak ada telepon berdering, tugas yang harus dilakukan, menjemput tamu, mengirim atau membalas email dan banyak lagi.

Selama saya tinggal di North Caicos saya tidak pernah berpapasan dengan orang ketika berjalan ke pantai. Serasa di pantai pribadi. Ketika saya melihat staf boat dari Provo datang, saya kembali ke apartemen.

 

tiarapermata@northcaicosisland

Sandy Point Dock.

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

Pertama kali tinggal di North Caicos saya tidak betah

Selain alasan kesepian, saya datang hanya beberapa bulan sesudah Turks and Caicos Islands dilanda hurricane yang parah. Banyak rumah hancur dan banjir di mana-mana. Hutan bakau atau dataran rendah terendam air. Akibatnya nyamuk dimana-mana.

Jika hari bias nyamuk sangat mengganggu, apalagi setelah badai besar. Saya bergidik setiap kali membayangkan invasi kekuatan nyamuk.

Day off adalah hari bermalas-malasan. Saya mencoba (jika tidak capek pulang kerja atau bangun lebih pagi) membersihkan rumah atau mencuci pakaian pada hari kerja. Jadi saat saya libur saya benar-benar bisa meluangkan waktu untuk beristirahat, membaca dan nonton TV. Malas bertemu atau berkumpul dengan teman-teman yang setiap hari saya temui.

Sebenarnya sering saya rindu untuk menyendiri saat pekerjaan datang mengalir tanpa henti.

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

Traditional fence.

 

Hampir setahun  tinggal di North Caicos saya baru betah

Saya baru datang ke negeri asing.

Gamang, rasanya seperti mimpi. Meski sudah banyak mempelajari bagaimana Turks and Caicos Islands ketika masih di Bali, saya tertekan dan cemas. Belum lagi culture shock. Perlu waktu lama untuk menyesuaikan diri atau nyaman dengan lingkungan baru.

Hampir setahun bekerja, saya tidak yakin kontrak saya akan di perpanjang.

Pesimis karena begitu banyak kekurangan dan kesalahan.

Saya merasa serba salah bergaul dengan rekan dari negara lain. Janggal dan tidak terbiasa dengan budaya terbuka dan spontan. Meski saya bertahun-tahun berinteraksi dengan orang asing selama bekerja di Bali, tetap saja saya merasa asing.

Saya merasa tidak ‘in’ dalam pekerjaan atau kehidupan sosial. Malah sering kali saya menimbulkan suasana kaku dengan komentar garing dan tidak ada hubungan dengan pembicaraan.

Apalagi dengan pekerjaan. Memang benar pepatah “lain ladang lain belalang”. Berbeda tempat, berbeda cara. Banyak hal-hal kecil yang saya kerjakan, menjadi salah kaprah atau orang lain salah pengertian dengan maksud saya. Akibatnya kesalahan kecil menjadi besar bila tidak diperbaiki saat itu juga.

 

tiarapermata@northcaicosisland

Roads in North Caicos. Quiet and lots of open space.

 

tiarapermata@northcaicosisland

House or storeroom?.

 

Sedikit demi sedikit. Lambat tapi pasti.
Semuanya menjadi hal rutin.
Kerja, pulang dan rileks di rumah.
Hidup sosial menjadi semakin mudah.

Segala hal dlakukan dengan tekun agar menghasilkan pekerjaan yang baik. Setiap tugas di lakukan dengan serius dan benar.

Rutinitas menjadi kebiasaan.

Menjadikan saya nyaman dengan lingkungan dan kehidupan disini. Saya jadi terbiasa dengan hal yang tidak pernah saya temui sebelumnya.

Lambat tapi pasti, saya mulai bisa bersosialisasi dengan teman sekerja. Menemukan teman baik.

Teman baik menjadi sahabat.

 

Mulailah merasa nyaman hidup di North Caicos

Seorang sahabat mengajak saya melancong ke Whitby, Bottle Creek dan Kew.

Tidak banyak yang kami kerjakan setiap kami pergi ke daerah-daerah di North Caicos, selain bertandang ke rumah teman, melancong ke pantai atau berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Tapi itu seninya. Tidak banyak yang dikerjakan berarti kami tidak menghabiskan uang, bukankah begitu?.

Kalau kami malas pergi ke Providenciales, kami belanja di Bottle Creek. Daerah ini lebih maju dan banyak penduduknya di banding tempat lain.

Bottle Creek terletak di sisi pulau yang menghadap ke Bottle Creek Lagoon yang indah.  Pemukiman terbesar di North Caicos. Banyak toko, supermarket dan kantor pemerintahan di pulau ini.

Selain Bottle Creek ada juga desa lain yaitu Kew.

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

Houses in the Laguna of Bottle Creek.

 

tiarapermata@northcaicosisland

Sunset in Bottle Creek Laguna.

 

Kew dianggap sebagai taman di Turks and Caicos Island. Banyak rumah kecil dengan taman yang luas. Pohon-pohon besar adalah hal biasa ditemukan di sini. Kebanyakan daerah di North Caicos di penuhi dengan pohon perdu, mangrove dan tanah gersang.

Selain itu juga ada beberapa toko kecil, klinik dan kantor polisi.

Pada salah satu acara kantor, kami mengunjungi Wade’s Green Plantation, Cottage Pond dan kebun milik pemerintah. Semua ada di permukiman Kew.

North Caicos tidak memiliki restoran atau kafe reputasi internasional.

Bagi saya tidak masalah, bahkan menyenangkan. Karena disini semua alami dan rileks. Sering kali saya kagum dengan alam yang indah, belum pernah melihat lautan dengan gradasi warna seindah ini.

Suatu saat saya bersama rekan kerja makan siang di sebuah kafe di pantai. Pelican Beach. Ehmmm bukan cafe, semacam ‘warung’ ala Karibia. Terletak di tepi pantai dengan dekorasi yang unik.

 

tiarapermata@northcaicosisland

Local cafe.

 

tiarapermata@northcaicosisland

 

tiarapermata@northcaicosisland

Whale bone?.

 

Saya lebih menikmati keindahan pantai daripada makanan. Dikelilingi pohon pinus yang tinggi dan teduh. Wisatawan berenang di tepi pantai dan berjemur sambil menikmati hari yang indah.

Lokasi seperti ini tersebar di setiap sudut North Caicos Island. Whitby juga memiliki lokasi yang indah seperti ini. Whitby adalah sebuah desa kecil di tengah pulau. Seorang teman dekat pernah mengajak saya ke hotel pertama di North Caicos yaitu The Prospect of Whitby.

Jauh dari keramaian. Saya hanya mendengar ombak atau suara angin di antara pohon-pohon tinggi.

 

tiarapermata@northcaicosisland

View from cafe.

 

tiarapermata@northcaicosisland

A step away from sandy beach.

 

Sayangnya banyak foto saya hilang karena hard disk terbakar.

Ketika manajemen memutuskan untuk memindah seluruh staf agar tinggal di daerah sekitar hotel, saya adalah orang terakhir yang pindah. Dengan enggan saya mengemasi semua barang pribadi dan alat lain yang saya perlukan.

Pergi dari tempat yang saya habiskan selama tiga tahun hidup itu tidak mudah.

Meski mudah untuk pergi ke North Caicos tapi rasanya lain tidak tinggal lagi disini. Semakin dekat dengan lingkungan kerja, semakin saya merasa tidak ada istirahat atau libur.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English