Jalan-jalan, Virginia City

PELUANG PHOTOGRAPHY YANG TAK BERKESUDAHAN

Perjalanan lambat memberi saya waktu untuk melakukan segala sesuatu dengan gerak lambat.

Menikmati lekak lekuk kota tua Virginia City. Bentuk, aroma dan tekstur khas dari kota tetangga, Reno/Sparks.

Alasan lainnya adalah memuaskan hobi saya memotret. Kota tua seperti Virginia City memiliki harta karun yang tertata di depan mata. Rumah kayu tua, pintu kayu lapuk, gaya kuno jendela toko, trotoar kayu, bar gaya cowboy dan segala perna -pernik kehidupan ratusan tahun lalu.

Fitur yang unik dibanding kota lain yang pernah saya kunjungi.

Terkadang saya kagum dengan pengunjung yang datang ke kota kecil saya di Indonesia. Mereka datang setiap akhir pekan atau hari libur dan menemukan hal baru setiap kali mereka berkunjung. Sementara saya, sebagai warga, belum pernah mendengar sebelumnya.

Cerita lainnya, saya berdiskusi dengan pemandu lokal kami di Galapagos. Dia mengatakan orang Ekuador lebih memilih pergi ke Miami, New York atau kota-kota lain di AS daripada mengunjungi Galapagos.

Sama dengan disini, Virginia City. Hal yang menarik bagi saya tapi orang lokal tidak akan melihatnya dua kali.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Warna baru yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Kombinasi warna yang saya abaikan sebelumnya tetapi di sini saya melihatnya dengan mata yang berbeda. Campuran warna acak menjadi kombinasi yang indah. Warna yang mendukung lingkungan sekitarnya membuat Virginia City berbeda dari kota-kota tua lainnya.

Kesempatan foto tanpa akhir.

Begitu banyak detil dalam satu item. Setiap detil menjadi asesoris penunjang keindahan kota.

Kota tua berpadu dengan kehidupan modern. Saya melihat banyak anggota klub motor berhenti untuk makan siang atau ngopi di tengah perjalanan. Satu atau dua mobil mahal (saya tidak tahu merek apa itu) parkir di jalan. Bahkan saat kendaraan balap diparkir di salah satu salon, saya penasaran dimana kemudi berada. Ternyata bertengger di atas mobil. Hmmm…cara mudah dan aman tanpa takut kehilangan kunci atau mobil dicuri.

Pemilik toko dan warga membiarkan tempat itu lapuk dengan sengaja.

Tersedia segala macam tur untuk menjamu pengunjung dengan berbagai macam atraksi yang menceritakan kehidupan cowboy dan pertambangan di masa lalu. Ada tur ke kota hantu, mengunjungi terowongan pertambangan, naik traktor keliling kota (gerbong penumpang yang ditarik dengan traktor).

Saya belum pernah mengunjungi kota tua seperti ini.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Kota ini seperti sebuah kota di antah berantah. Tidak ada angkutan umum, hanya bisa dicapai dengan mobil. Meski hanya membutuhkan waktu 25 menit, kami harus naik turun bukit terjal. Tebing curam dan medan jalannya berkelok-kelok. Saya hanya melihat area kosong yang luas di bagian bawah bukit. Sepertinya tidak ada pemukiman antara Virginia City dan Reno / Sparks.

Banyak salju di setiap lembah. Sopir mengatakan kepada saya bahwa cuaca sangat dingin sehingga salju tidak mudah meleleh. Brrr. Dia menyebutkan bahwa komunikasi dan transportasi terputus karena hujan salju yang hebat tahun lalu. Butuh beberapa minggu untuk membersihkan jalan.  Sekarang dia perkirakan akan datang badai salju dalam dua hari. Wow!!

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English