Inspirasi Perjalanan, Jamaika

YA MAN!!* KAMI PERGI KE JAMAIKA

Jamaika adalah petualangan besar bagi saya. Apalagi saat aku membutuhkan cuti dari stress pekerjaan.

Kami terbang dari Provo dengan Air Turks dan Caicos ke Bandara Bob Manley, Kingston. Kami pergi ke hotel check in dan makan siang di salah satu restoran dekat hotel kami. Ayam Jerk di Restoran Chelsea. Rasanya seperti makanan ala Bali ‘Ayam Betutu’ (hidangan yang terbuat dari ayam kukus atau panggang dengang beraneka ragam bumbu dan rasa pedas)

Omong-omong, kami tidak bertemu dengan pemandu kami di bandara karena dia memiliki jam penerbangan yang salah. Kami bertemu dengannya saat kami kembali ke hotel setelah makan siang. Kami merencanakan untuk menjelajahi kota keesokan harinya.

Pada hari kedua, kami berencana pergi ke gereja, makan siang dan menjelajahi Kingston. Kami pergi ke rumah pemandu kami untuk makan siang bersama keluarganya. Sebelumnya kami pergi ke Devon House untuk menikmati es krim yang terkenal dan bersantai di kebun yang rindang.

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

From airport to Kingston City.

 

Pada hari Senin, teman saya harus pergi ke Konsulat Inggris untuk mengajukan visa. Wawancara berjalan dengan lancar dan dia harus mengirim paspornya ke Konsulat Inggris untuk mendapatkan cap. Hebat!.

Kami mulai menikmati perjalanan ini dengan bersantai dan pergi ke Mystic Mountain dan Dunn Water Fall di Ocho Rios.

Perjalanan dari Kingston ke Mystic Mountain memerlukan dua jam. Perjalanan yang fantastis. Kami melewati jalan dengan pohon – pohon tropis yang tinggi dan rimbun. Dimana-mana hijau dan berseri. Sungai besar membelah daerah pegunungan. Dingin dan segar. Ada jembatan datar alias jembatan tanpa pagar pengaman. Kecil dan sempit, hanya cukup untuk satu mobil. Jalan yang super sempit ini hanya diatur oleh lampu merah yang mengatur arus lalu lintas.

Namun, saat itu saya apes banget. Saya kehilangan sebagian besar foto saya. Sangat buruk. Ketika dalam perjalanan ke salah satu objek wisata, saya cek foto dalam kamera digital. Entah bagaimana, saya tidak tahu awalnya saya tekan apa, saya tidak sengaja menghapus foto. Saya sangat kesal dan marah pada diriku sendiri. Saya kehilangan semua gambar dari hari pertama sampai kelima. Aarrghhh !!

Kami terus naik ke pegunungan melalui jalan-jalan yang membelah hutan dan gunung. Gunung Mystic adalah taman wisata hutan tropis. Dilengkapi dengan beberapa fasilitasnya seperti Sky Explorer (kereta gantung), bobsled (seperti mobil tanpa mesin) dan juga Zip Line (digantung di tali kemudian meluncur kebawah). Karena mahal jadi kami memilih Sky Explorer.

Kita bertiga naik kereta gantung ke puncak bukit. Sepanjang perjalanan, di bawah kereta gantung kami melihat bermacam-macam tanaman tropis, mirip hutan tropis Indonesia. 

 

tiarapermata@kingstonjamaica

Scenery of Kingston. Beautiful during sunset.

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

Sangat penting untuk mencari tahu kemana kita pergi dan tip penting agar bisa menikmati liburan. Seperti ke Ocho Rios, disarankan agar datang pada saat tidak ada kapal pesiar. Terlalu banyak turis, akibatnya harga menjadi mahal.

Panasnya terik matahari seperti berada dalam oven. Mata pedih karena pantulan cahaya dan kepala nyut-nyutan, meskipun saya sudah pakai kacamata dan topi.

Perjalanan berikutnya ke Dunn River Fall. Tempatnya sudah rame dengan turis. Kami ganti pakaian sebelum meninggalkan mobil di tempat parkir. Tiket $ 15/orang plus water shoes $ 10/orang.

Air terjun menuju laut melalui bebatuan alam yang terkikis halus. Kami turun sampai ke bibir pantai dan naik menyusuri bebatuan air terjun dari laut menuju puncak air terjun. Pertama-tama saya ngeri. Kami bergandengan tangan dengan erat. Ternyata setelah beberapa waktu biasa saja, seperti berjalan di jalan biasa dan sekali-kali harus naik ke bebatuan sepanjang sungai.

Kami kembali ke Kingston setelah makan di warung makan di pinggir jalan. Makanan asli Jamaika, ayam goreng dengan nasi yang di campur dengan kacang merah.

Keesokan harinya adalah keliling downtown Kingston, Museum Bob Marley, Port Royal dan melanjutkan belanja ;-).

Pemandu kami mengajak melihat-lihat suasana di down town. Banyak teman yang berasal dari Jamaica melarang kami untuk mengunjungi daerah ini. Tapi ternyata semua aman dan hanya kegiatan usaha biasa saja. Daerah ini seperti Pecinan di kota Malang. Orang Cina buka toko kelontong, penjual makanan di trotoar, gudang-gudang bahan makanan, tukang usung, truk angkutan, dll. Kami jalan – jalan sambil beli oleh-oleh.

Kemudian kita meluncur ke Port Royal di daerah pesisir. Arahnya menuju ke Bandara. Mercusuar, kaktus, tanaman mangrove sepanjang jalan ke daerah ini. Tempat ini bekas benteng pertahanan yang dibuat oleh Angkatan Laut Inggris. Masih banyak bangunan dijaga kelestariannya. Terutama Bangunan bekas kantor Angkatan Laut Inggris yang disulap jadi apartement.

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

tiarapermata@kingstonjamaica

 

Panas dan kering. Gerah. Kami sampai tidak mampu melanjutkan tour di sekitar benteng, padahal cuma 20 menit. Port Royal seperti kota tua dan kecil yang ditinggalkan orang. Di kesempatan lain kami melihat sejenis tanaman. Awalnya saya dan teman tidak mengerti buah apa ini. Guide kami menerangkan sampe detail cara ngupas, makannya (di Jamaica dimasak dengan ikan asin). Teman saya melihat buah itu dengan saksama, akhirnya berseru “jambu mete!”. Hahahaha…

 

* Catatan:

YA MAN dalam www.urbandictionary.com istilah ini untuk “ya” digunakan di Jamaika. Digunakan untuk menyetujui atau mengekspresikan kegembiraan tentang sesuatu. Terkadang juga berarti “iya tentu saja”.
Contoh:
Man: Dude, this dank is groovy
Dude: Ya man, it’s great.

 

Bersambung…

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English