Belgium, Perjalanan Darat

KOTA ABAD PERTENGAHAN YANG HAMPIR TAK TERSENTUH WAKTU

Brugge dalam Bahasa Belanda. Sedang dalam bahasa Inggris adalah Bruges. Salah satu Kota Warisan Dunia Unesco.

Tujuan terakhir road trip kami di Eropa. Kota kecil ini, menurut pendapat saya, adalah replika Amsterdam dengan kanal dan bangunan yang kaya dengan karya seni yang indah. Juga dihiasi dengan banyak panorama yang terkenal di dunia, monumen setinggi langit dan alun-alun yang berabad-abad tuanya. Kota ini masih tampak seperti masih di Abad Pertengahan namun pada saat bersamaan merangkul jaman modern.

Adik saya bosan dan capek tinggal di tenda. Kami memilih tinggal di RV di camping ground. Tempatnya kecil dan bagus. Saya tidur di tempat tidur kembar super kecil. RV lengkap dengan dapur dapur dan kamar mandi bilik. Area yang paling luas adalah ruang tamu dengan sofa dan meja makan yang nyaman.

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

Kami lebih rilek saat ini. Tak perlu terburu-buru mengepak atau membersihkan tenda. Kami sarapan dengan santai sebelum mempersiapkan diri untuk perjalanan singkat ke tengah kota.

Cuaca semakin dingin saat kami hampir tiba di Amsterdam. Meski matahari bersinar dan langit biru, udara begitu lembap bahkan semakin dingin di siang hari.

Kami cuma punya hari ini untuk menjelajahi kota sebelum berangkat besok kembali ke Amsterdam. Kami langsung menuju pusat kota yang sarat dengan sejarah dan budaya.

Kota ini juga ini adalah kota yang ramah bagi pengendara sepeda. Sepeda adalah transportasi terbaik. Lebih dari 60% lalu lintas di kota adalah pengendara sepeda. Pemerintah dengan serius memperbaiki sistem transportasi agar semakin ramah sepeda.

Salah satu yang mengesankan dan terbaik dari Brugge adalah coklat. Ciri khas yang tidak pernah lekang dari benak saya. Saya tidak bisa melupakan rasa waffle yang hangat dan meleleh di mulut dengan saus dari dark chocolate. Sangat enak. Meski cuma sebagai snack sebelum makan siang, saya tidak mampu mencoba snack lain. Ayo Tiara…berjalanlah lagi!!. Bakar kalori..hahahaha.

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

Berpuluh-puluh toko and workshop menjual coklat bertebaran di sebagian pusat kota. Beberapa toko dengan menjual coklat eksperimental dan buatan tangan mereka dengan kombinasi aneh seperti minuman ringan contohnya coca-cola, sayuran seperti tomat atau kemangi dan bahkan wasabi. Yikes.

Pusat kota adalah perpaduan dinamis antara kehidupan baru dan modern dengan sejarah berabad-abad yang lalu. Tidak begitu besar dan walkable. Tempat bersejarah ini juga dipercantik dengan zona ramah pejalanan kaki. Setiap bangunan menawan, taman rindang atau jalur yang aman dan bersih dibangun untuk kenyamanan wisatawan.

Saya merasa bahwa kita melangkah ke masa lampau yang menyelimuti kota pada abad pertengahan. Jalan setapak kuno, menara-menara tinggi, gereja-gereja berabad-abad dan pasar dan alun-alun yang indah. Kota ini semakin bergeser menuju pariwisata. Setiap bangunan dialihkan menjadi toko suvenir, kedai kopi, restoran atau butik.

Kami berjalan lebih jauh ke Mark atau Market Square Bruges. Didominasi oleh menara lonceng abad pertengahan. Menara pengintai seandainya ada kebakaran, perang atau bahaya lainnya. Juga digunakan sebagai penanda pergantian jam ataupun acara keagamaan, sosial, pemerintahan dan sebagainya.

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

tiarapermata@bruggebelgium

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English