Ekuador, Inspirasi Perjalanan

SEKELUMIT CERITA PHOTOGRAPHY DI EKUADOR

Travel untuk saya tidak hanya sekedar mengunjungi beberapa tempat baru.

Bukan hanya liburan.

Ada hal-hal yang ingin saya pelajari pada saat mengunjungi tempat baru. Seperti sejarah, penduduk dan budaya setempat. Saat saya pulang, hadiah paling berharga saya adalah photo. Saya sangat sedih ketika tanpa sengaja menghapus photo saya saat berada di Kingston, Jamaika. Di lain waktu hard disk saya rusak karena petir. Foto selama perjalanan selalu mengingatkan bagaimana saya menikmati setiap menit petualangan.

Kemudian, tidak yakin bagaimana mulainya, saya tertarik dengan street photography. Saya kagum bagaimana satu gambar bisa benar-benar menceritakan begitu banyak cerita. Saya gembira saat gambar saya menarik emosi orang lain. Setiap jepret merupakan bagian dari memori yang saya kenang selamanya.

Saya sangat tertarik dan terkesima dengan street photography. Saya merasakan koneksi ketika memotret orang-orang lokal yang melakukan kehidupan sehari-hari. Tentunya saya masih suka memotret bangunan, pemandangan, bunga, binatang dan tempat wisata. Tapi saya merasa berbeda dan istimewa saat saya berjalan menyaksikan bagaimana orang lokal menjalani kehidupan sehari-hari.

Dulu saya terbiasa travel untuk mencentang daftar di ‘bucket lists’ saya. Tempat yang membuat saya kehabisan kata. Tempat yang membuat saya bersyukur bahwa saya datang sejauh itu.

Namun, street photography menambah lebih banyak bumbu perjalanan perjalanan. Membuat semakin sumringah dan sedap.

“A picture is worth a thousand words.”
– Arthur Brisbane

 

GALAPAGOS

tiarapermata@ecuador

Boat trip to Kicker Rock.

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

Checking out ‘Sharks Alley’ at Tintoreras Island.

 

Foto berbicara ribuan kata. Menunjukkan suasana hati orang, apa yang terjadi dan latar belakang kehidupan mereka.

Saya bekerja selama bertahun-tahun di agen perjalanan, menginap di hotel bintang lima atau resor dengan fasilitas yang bagus dengan sarapan prasmanan lezat. Perjalanan ke tempat-tempat terpencil di Bali dan pulau-pulau di luar Bali dengan operator tur terbaik. Gratis, bahkan terkadang enggan melakukan karena tidak ada waktu. Belum lagi, selusin undangan setiap bulan dari vendor kami untuk menikmati makanan enak dan hiburan yang luar biasa dari restoran atau kafe termegah di kota.

Rasanya menyenangkan bisa memadukan bisnis dan kesenangan. Waktu berlalu begitu cepat. Saya mengundurkan diri setelah sepuluh tahun bekerja dengan agen perjalanan yang sama. Waktu terbaik.

Dari sana, untuk alasan yang tidak saya ketahui, pengalaman perjalanan saya beralih ke level yang berbeda. Saya ingin sesuatu yang berbeda ketika saya bepergian.

“I fell in love with the shooting process, going around looking for something, it seems to me like some kind of show, it was a document of the show.” Alec Soth

 

 

OTAVALO MARKET

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

Saya keluar dari zona nyaman.

Saya selalu takut menyinggung seseorang atau budaya setempat. Insiden di Peguche Waterfall adalah pengalaman yang tidak menyenangkan. Saya tertegun (sedikit waspada) saat pria itu menghampiri. Lalu kesal karena dia membuat saya merasa tidak nyaman.

Dibutuhkan banyak, banyak, banyak latihan untuk membangun kemampuan untuk memotret tanpa memberikan maksud dibalik itu.

Untuk membuatnya semakin konyol, saya benar-benar pemalu.

Ragu-ragu dan takut.

Saya tidak punya nyali untuk hanya menekan tombol shutter. Meski ada begitu banyak peluang, saat objek tanpa sengaja melakukan kontak mata, saya mengurungkan niat. Takut jika mereka mengejar atau mengata-ngatai. Tapi saya akan kecewa tidak mengambil gambar dan tidak berani mengambil risiko. Saya selalu diganggu dengan ‘bagaimana jika’.

 

QUITO OLD TOWN

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

Saya mengikuti workshop street photograpy saat saya pergi ke New Orleans. Senang bahwanya saya satu-satunya peserta. Dia lebih memilih untuk mengambil satu siswa setiap sesi. Saya pasti merasa canggung jika menemukan yang lain lebih baik atau lebih maju.

Saya belajar banyak dari dia. Begitu banyak kesenangan dalam street photograpy. Banyak hal baru yang saya pelajari. Dia memberikan saran tentang bagaimana mengambil gambar dari berbagai sudut. Memanfaatkan cahaya matahari, garis dan banyak lagi.

Sabar adalah kuncinya.

Saya juga menyadari dengan memahami street photography saya mendekatkan diri pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Namun, saya sadar sampai saat itu street photography juga butuh strategi dan persiapan. Saya tidak memilikinya setengah dari itu, keberanian.

Nyali.

Dibutuhkan keberanian (besar) untuk menekan shutter and beranjak tanpa merasa risih. Dia memberi saya begitu banyak contoh bagaimana menangani hal-hal semacam itu. Wow. Sangat sulit bagi saya. Tapi kalau saya tidak mencoba, bagaimana saya tahu akan bisa melakukannya. Benar??

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

I shoot this from the waist. No viewfinder. They heard the ‘click’ and looked at me but I pretended to see other direction. It’s not an ideal way to shoot. Well??!!.

 

Suatu saat ketika saya berjalan di sekitar kota tua di Quito. Saya ingin memotret El Panecilo Mirador dengan latar depan jalan kota tua dengan beberapa penjaja makanan. Saya ingin memasukkan salah satu kereta dorong di sebelah kanan. Sementara saya melihat view finder, saya mendengar nada orang marah di sebelah kanan saya. Karena saya sama sekali tidak mengerti bahasa Spanyol, saya menekan tombol  dan beranjak.

Rupanya penjual makanan marah gerobaknya di foto. Dia menjerit dan menunjuk saya ke teman prianya. Si pria mendatangi saya dan dengan wajah marah dan melambaikan tangannya.

Dia berbicara bahasa Spanyol, saya hanya tahu kata ‘foto’. Saya tersadar…terjadi lagi?? Ohhh noooo … saya sangat kesal.

Tanpa sadar saya juga berteriak dengan nada marah padanya. “Saya photo bukit itu!” sambil menunjuk bukit dibelakangnya.

Rupanya dia sadar bahwa (mungkin) saya adalah turis dan (mungkin juga) dia tidak menyangka saya teriak balik. Dia tidak mengatakan apa-apa. Saya ngeloyor dan tidak menoleh ke belakang. Benar-benar menjengkelkan.

Saya gemetar dan marah. Butuh waktu berjam-jam untuk melupakannya. Meski demikian saya tidak akan membiarkan insiden seperti ini menghalangi saya. Quito begitu indah dengan pesona kota tua. Saya tidak bisa mengabaikan lekuk-lekuk yang indah dari bangunan tua. Pesona kehidupan orang Quito. Saya terus mengatakan pada diri sendiri bahwa insiden itu tidak akan terjadi lagi.

Saya terus belajar.

Saya belajar banyak pelajaran dari kesalahan saya. Ketika saya belajar dari kesalahan ternyata selalu ada hal baru untuk dipelajari.

 

tiarapermata@ecuador

 

tiarapermata@ecuador

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English