Bekerja di Luar Negeri, Turks & Caicos Islands

BEKERJA TANPA MENGENAL LELAH

Seorang tamu datang ke meja Guest Service setelah seorang staff Front Office menawarkan handuk selamat datang.

 **cerita lama ketika bekerja dan tinggal di Turks and Caicos Islands.**

“Koper saya hilang dan butuh sikat gigi. Bisa kamu mengirimkannya ke kamar? “. Dia (wanita) tampak lelah. Dia adalah satu-satunya penumpang yang datang malam ini. Pesawat datang terlambat sehingga dia datang ketika restaurant tutup kecuali Room Service.

“Ya, Bu. Tidak masalah. Kami akan mengirimkannya sesegera mungkin “jawab saya sambil tersenyum.

“Bisakah saya mendapatkan slip merah muda dari maskapai penerbangan? Saya akan membuat salinan dan mengembalikannya kepada Anda “.

Dia membersihkan tangannya dengan handuk dan bertanya, “Kapan koper saya datang?”

“Kami akan memberi tahu nomer slip di kertas merah muda ini ke staff bandara kami. Setelah perwakilan maskapai memiliki barang bawaan anda, kami akan mengambil dan mengirimkannya dengan kapal yang tersedia,” kata saya.

“Tidak. Saya butuh tas besok. Kamu harus menemukan cara untuk mendapatkannya “. Yikes. Pertanda buruk.

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

Saya mencoba cara kedua. “Bagaimana kalau kita mengatasinya besok pagi setelah anda beristirahat malam ini? Kami akan menghubungi 800 besok pagi. Jika anda mau, anda dapat langsung berbicara dengan maskapai penerbangan tanpa biaya. Anda bisa datang ke meja kami atau kami bisa mentransfer panggilan ke kamar anda “.

Prosedur yang tepat tapi mendapat reaksi yang tidak tepat. Dia semakin kesal, sambil berkacak pinggang dia berkata “Saya ingin bicara dengan manajer. Sekarang. Ini bukan pelayanan yang baik “.

Saya berharap bisa menyulap tas agar datang sekarang juga. Saya berharap bisa mengatakan kepadanya bahwa itu bukan kesalahan kami, dia kehilangan kopernya. Kami melakukan yang terbaik untuk membantu tamu.

Ide buruk.

Seperti robot, saya tersenyum dan memutar telepon untuk manajer yang bertugas. “Tentu, Bu. Mohon tunggu di sini sementara saya memanggil manajer yang sedang bertugas untuk membantu anda “.

Bermacam – macam kejadian ditempat saya bekerja.

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

Koper yang hilang, pesanan makanan yang salah, snorkel trip yang kacau, dan masih banyak lagi. Terjadi secara rutin di jam kerja saya.  Kami harus memeriksa, cek ulang kedua kali atau bahkan sampai tiga kali. Memastikan tidak ada yang salah di departemen kami. Hanya karena masalah kecil mengganggu keseluruhan jadwal perjalanan.

Meski hotel ini tidak besar, departemen kami sibuk dan banyak tugas untuk memberi pelayanan terbaik. Kenyamanan tamu adalah prioritas utama kami. Setiap detil sekecil apapun diperhatikan dengan seksama.

Saya bersyukur bekerja di resor yang memiliki popularitas tertinggi di Karibia dan memiliki beberapa mentor hebat. Saya mendapat kesempatan untuk belajar dari pakar yang serba bisa. Mereka benar-benar memberi saya banyak pelajaran tentang bagaimana melayani tamu. Saya mengagumi bagaimana mereka memikat para tamu untuk mencoba beberapa perjalanan atau pelayanan yang berbeda.

Seorang mentor yang saya kagumi memberi banyak pelajaran tak terlupakan adalah mantan Manajer Guest Service. Dia sangat cermat memperhatikan setiap kebutuhan para tamu. Dia bekerja tak tanggung-tanggung untuk memastikan para tamu pulang membawa kenangan yang tak terlupakan.

Saya adalah mantan manajer penjualan di Bali. Saya tidak berhubungan langsung dengan tamu. Melakukan pekerjaan di belakang layar. Mengelola tour desk tanpa berhubungan langsung dengan tamu hotel.  

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

Saya meniru/mengutip penjelasan mentor ini kata demi kata. Setiap kata saya tiru. Saya catat dan hafalkan. Cara mengarahkan tamu dari lobi ke kamar, dari lobi ke tempat lain di seluruh resor. Setiap detil dan gerakan sekecil apapun saya tiru. Cara berinteraksi dengan tamu dan bagaimana melakukan segala hal dengan cara terbaik dan benar.

Pengalaman ini membawa saya ke tingkat yang berbeda. Saya harus bekerja ekstra mengasah kemampuan “people to people”. Tidak mudah, terutama untuk ekstrovert seperti saya. Sering mengalami kesulitan bernafas saat harus menjelaskan deskripsi perjalanan kepada tamu.

Salah tingkah ketika banyak tamu sudah antri di depan saya. Lupa tersenyum, sering kali terlalu serius ketika bekerja. Masih banyak lagi kekurangan saya yang harus saya perbaiki.

Tahun pertama saya ragu apakah saya mampu lulus masa percobaan. Apakah saya pantas untuk bekerja pada tahun ke dua?. Apakah saya bisa mencapai hasil maksimal yang diharapkan oleh managemen ?.

Jadi saya cukup terkejut ketika saya mendapat penghargaan sebagai The Best Employee of the Year. Apakah mereka tidak salah????. Saya tak percaya.

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English