Den Haag, Hidangan Lezat

DEN HAAG DAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA

Perayaan Hari Kemerdekaan di Indonesia beberapa bulan lalu mengingatkan ketika saya merayakannya di Den Haag.

Teman saya mengajak saya untuk bergabung dengannya mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Kami naik kereta api dari Amsterdam. Sebuah perayaan besar-besaran dengan panggung terbuka dan bazar dengan segala hidangan dan ornamen dari Indonesia.

Saat itu saya baru percaya bahwa banyak orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Belanda. Banyak tenda yang menyajikan makanan Indonesia dan barang khas Indonesia yang didatangkan khusus dari Indonesia. Besar dan kecil.

Tempatnya lapang dan rindang dengan pepohonan besar.

Makanan tersaji dari makanan pembuka sampai hidangan utama. Dengan berbagai alasan, saya tidak tahu apa yang akan saya santap. Masalah utama saya saat melakukan perjalanan. Saya tidak bisa mengambil keputusan saat menghadapi banyak pilihan seperti ini.

Hal yang utama dan penting, kami terlebih dahulu menuju panggung terbuka untuk menyaksikan acara pembukaan. Duta Besar membuka acara tersebut setelah pertunjukan para penari Saman. Kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia. Saya sangat bangga mendendangkan lagu ini. Rasanya berbeda saat bernyanyi Indonesia Raya di negera lain. Jauh dari keluarga dan sanak saudara.

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

Poco-poco – Indonesia traditional line dance.

 

Kemudian pertunjukannya lainnya berlanjut. Kami berjalan kembali ke area bazar yang sudah dipenuhi dengan aroma masakan khas Indonesia. Saya berada di Belanda untuk waktu yang lama. Agak aneh bertemu banyak orang Indonesia. Mereka ngobrol dengan bahasa Indonesia dengan begitu banyak dialek.

Belum lagi warung makanan dekoratif dengan spanduk besar memamerkan makanan khas mereka.Saya kagum dengan banner mereka ‘NO. 1 di Belanda ‘. Hahaha … saat aku mendekati tenda makanannya adalah bakso. Tentu saja semua orang menyukai bakso.

Beberapa pembeli sudah banyak  menenteng tas plastik. Saya bertanya-tanya bagaimana mereka begitu cepat membeli semua barang dan makanan saat pertunjukan dibuka setengah jam yang lalu.

 

tiarapermata@denhaag

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

Saya bertemu teman baru disini. Beberapa membawa keluarga atau hanya pasangan mereka. Teman saya mengenalkannya pada saya. Saya juga bertemu dengan teman yang sudah saya kenal sebelumnya.

Setelah kami selesai makan siang kami menuju ke tengah kota. Ini adalah perjalanan pertamaku ke Den Haag, jadi kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke kota.

Den Haag (Den Haag di Belanda) adalah pusat parlemen dan pemerintahan Belanda. Den Haag juga dikenal sebagai ibukota peradilan dunia karena banyak pengadilan internasional berada di kota ini. Namun, Den Haag bukanlah ibu kota The Netherland, melainkan Amsterdam.

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

Meski hari yang cerah saya memakai jaket rajutan dengan jaket kulit. Teman saya sama sekali tidak merasa kedinginan. Dia hanya memakai t-shirt.

Kami berjalan tanpa tujuan. Kaki kami membawa ke halaman bagian tengah dari Binnenhof. Kami memasuki gerbang The Knights ‘Hall atau Ridderzaal di sebelah timur Binnenhof. Bangunan abad ke 13 yang bersejarah yang masih digunakan dalam pembukaan sidang parlementer setiap tahun di bulan September dan juga untuk resepsi negara lainnya.

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

Inner Court – Hall of Knights. A gold neogothic fountain at the main square.

 

Lalu kami memasuki mall besar. Pusat perbelanjaan indoor dengan toko-toko mewah. Mulai dari merek internasional atau sampai lokal. Saya kagum melihat betapa besarnya pusat perbelanjaan ini dan semua hiasan antik di setiap sudut dan dinding bangunan ini. Terutama langit-langit dengan jendela skylight besar. Masih banya lagi banyak kafe, restoran, toko, butik di luar pusat perbelanjaan.

Kemudian saya tahu bahwa daerah tempat kami window shopping ini adalah adalah daerah Noordeinde. Area yang sama dengan Istana Noordeinde. Salah satu tempat perbelanjaan terbaik di Den Haag. Distrik ini tidak hanya melayani pembeli tapi juga penggemar seni. Galeri lukisan, barang seni dan barang antik dan juga perhiasan. Jalan ini pada awalnya dikenal karena banyak galeri dan dealer barang antik.

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

Kami berjalan melalui lebih banyak kafe, restoran, toko, galeri dan banyak toko lagi. Jalan menuntun kami ke Istana Noordeinde. Istana ini dikelilingi oleh jalan perbelanjaan yang elegan. Di sinilah Raja Williem-Alexander bekerja dan di mana acara khusus untuk Keluarga Kerajaan berlangsung.

Waktu kami habis. Kami harus bergegas naik kereta api kembali ke Amsterdam. Kami melewati Chinatown kali ini. Tidak banyak yang bisa kita lihat, hanya gerbang Chinatown dari kejauhan dan beberapa hiasan jalan. Teman kami berbaik hati membawa kami ke stasiun kereta.

 

tiarapermata@thehague

 

tiarapermata@thehague

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English