Bekerja di Luar Negeri, North Caicos

NORTH CAICOS YANG TIDAK BERSAHABAT

Saya tinggal di North Caicos. Pulau terbesar kedua di Turks and Caicos Islands setelah Middle Caicos.

 **cerita lama ketika bekerja dan tinggal di Turks and Caicos Islands.**

Terdiri dari empat daerah pemukiman yaitu Bottle Creck, Whitby, Kew dan Sandy Point. Saya tinggal di Sandy Point, beberapa menit perjalanan mobil ke Sandy Point Dock. Meski tinggal di bagian terdekat, saya harus bersiap-siap kerja 2 jam sebelumnya. Seandainya saya kerja shift pagi jam 7, saya harus berjalan kaki dari apartemen selambat-lambatnya 5:15 pagi.

Jalan kaki dari apartemen di Sandy Point ke dermaga sekitar 30 menit melalui jalan beraspal. Sebenarnya lebih dekat melalui jalan depan tapi lebih lengang dan jalan rusak sehingga menimbulkan banyak genangan air pada waktu hujan.

Hotel dimana saya bekerja menyediakan layanan jemputan. Tapi lebih cepat jalan kaki daripada menunggu jemputan. Bila bis terlambat datang, staff harus berebut naik ke perahu dan terlambat bekerja.

Sering kali saya bertemu dengan staff lain di tengah jalan. Kami berjalan bersama menuju dermaga. Sekitar jam 6 pagi saya sampai di dermaga. Dermaga sudah penuh dengan staf yang berdiri antri menunggu perahu.

Dulu saat pertama kali saya bekerja, perahu untuk staff  sangat kecil, hanya cukup untuk 10 orang. Kursi super rendah nyaris bersentuhan dengan tinggi air laut. Perahu goyang apabila ada ombak atau salah satu orang bergerak. Setiap orang harus duduk tenang.

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

Kapten memberlakukan peraturan ketat karena semua orang ingin melompat ke kapal pada saat bersamaan. Hanya sepuluh staf yang diijinkan naik ke perahu. Tentunya banyak yang mengerutu, tidak ada yang mau bekerja terlambat. Untung, kapten kapal selalu memprioritaskan staf yang bekerja untuk front desk.

Setiap kali berangkat bekerja, shift pagi atau siang, saya harus memakai jaket dan celana tebal ditambah dengan topi. Nyamuk dan sandflies akan muncul seputar masa hurricane dari bulan Juni sampai November.

Selama musim badai tidak hanya dingin atau hujan menjadi masalah keseharian saya. Sambil menunggu kapal di dermaga, saya menjadi santapan nyamuk dan teman mereka. Suara dengung di sekitar telinga membuat saya mengibaskan tangan tanpa henti.

Badai, hujan, nyamuk dan sandflies adalah kombinasi yang mengerikan. Mereka bekerjasama untuk melengkapi penderitaan saya.

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

tiarapermata@turksandcaicos

 

Sesekali saya menemukan nyamuk mati dalam topi atau kaus t-shirt. Bahkan sampai masuk ke dalam kaus kaki. Bagaimana bisa menyusup?. Untungnya saya hanya mengalami bentol-bentol. Dengan sedikit krim dari klinik, tuntas rasa gatal dan bekas bentol. Beberapa teman setiap kali digigit nyamuk mendapat luka serius dan bekas luka di kulit.

Turks dan Caicos berisiko terkena badai atau badai tropis, umumnya dikenal sebagai musim badai. Akibatnya populasi nyamuk berkembang bersamaan dengan curah hujan saat musim badai. Semakin banyak hujan semakin banyak nyamuk yang datang. Mereka muncul setelah hujan lebat yang biasanya menyertai badai tropis.

Nyamuk tidak begitu banyak sesampai saya di hotel. Setelah melewati pemeriksaan di security booth, saya buru-buru menuju ke arah salah satu kamar seorang teman. Ganti baju dan kemudian berangkat bekerja.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English