Amerika Serikat, Perjalanan Darat

SAYA SUKA ROAD TRIP DI USA

Sebenarnya saya bisa sampai tujuan dengan mudah jika ingin merambah dari kota ke kota.

Naik pesawat lebih murah dan kurang dari beberapa jam terbang dibandingkan dengan perjalanan darat. Saya tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai di setiap kota.

Namun saya punya banyak waktu untuk bepergian. Amerika Serikat sangat cantik sepanjang musim. Cara terbaik untuk menikmati perubahan negara bagian dan musim adalah perjalanan darat. Begitu banyak cerita mengagumkan tentang betapa menariknya perjalanan darat di Amerika Serikat.

Saya suka berada di pedesaan, melihat perubahan pemandangan. Padang pasir ke hutan, kota-kota besar ke kota-kota kecil, peternakan dan perubahan padang rumput menjadi lampu lalu-lintas dan jalan raya.

Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akhirnya melakukan perjalanan melintasi Nevada, padang pasir yang panas dan kering. Pemandangan begitu mempesona di sekeliling saya. 

 

 

tiarapermata@roadtripUSA

On the way to Virginia City, Reno.

 

tiarapermata@roadtripUSA

Truckee Riverwalk, Reno.

 

Pengalaman sekali seumur hidup.

Saya kagum pada perpaduan salju putih, hijaunya pohon pinus dan langit abu-abu di Donner Pass. Seperti kartu Natal.

Kedua, saya hanya ingin satu kali perjalanan apabila berpindah dari satu kota ke kota lain. Entah kereta atau bus.

Saya menganggap perjalanan di bus dan kereta api merupakan bagian dari pengalaman. Saya ingin menikmati setiap perjalanan tanpa perlu kuatir ketinggalan koneksi berikutnya.

Saya menghapus dari daftar saya tempat atau kota yang mengharuskan saya untuk berganti bus atau kereta api. Kereta bisa terlambat, bus bisa merepotkan untuk dijangkau, ketinggalan bus atau kereta dan banyak lagi.

Saya tidak perlu khawatir dengan semua itu jika saya hanya melakukan satu kali perjalanan.

 

tiarapermata@roadtripUSA

Las Vegas Strip.

 

tiarapermata@roadtripUSA

Fisherman’s Wharf, San Francisco.

 

Yang terakhir tapi juga sangat penting, saya tidak suka mengangkut barang bawaan saya melalui trotoar yang tidak rata dengan tangan yang lain sibuk memegang cellphone mencari tahu transportasi menuju ke statiun bus/kereta berikutnya.

Karena itu saya lebih suka bepergian dengan satu perjalanan antar kota. Tidak perlu terburu-buru, menikmati setiap perjalanan.

 

Washington DC ke Los Angeles

Saya membeli semua tiket kereta api dari Union Station. Rute pertama adalah Washington DC ke Chicago dan rute kedua dari Chicago ke Los Angeles.

Saya cek dulu berapa yang harus saya bayar dari DC ke Los Angeles dari situs Amtrak. Saya pergi ke Union Station satu minggu sebelum keberangkatan. Saya melakukan ini karena saya tinggal tiga minggu di DC dan kota ini dipenuhi dengan turis bahkan dalam cuaca dingin. Kekurangan tiket kereta api bisa terjadi.

Rute kereta ini merupakan salah satu dari banyak perjalanan kereta epik di Amerika Serikat. Saya tidak mau ketinggalan kesempatan untuk menikmati perjalanan epik ini. Begitu banyak pelancong tak henti-hentinya memuji tentang perjalanan kereta mereka, jadi saya juga ingin mengalaminya.

Saya naik metro langsung dari Rockville ke DC Union Station dan menyeret tas ke ruang tunggu di lantai paling atas. Saya pergi dulu ke loket tiket. Wanita di balik bilik menyuruh menunggu di ruang tunggu sambil sesekali memeriksa layar monitor.

Ketika hendak naik kereta api, seorang konduktor memberi saya selembar kertas kecil dengan tulisan tangannya. Dia menginstruksikan untuk menyelipkannya di atas tempat duduk. Tidak ada boarding pass resmi seperti maskapai penerbangan.

Saya kemudian tahu bahwa konduktor yang berbeda akan berkeliling ke setiap gerobak untuk menghitung orang, scan tiket dan memeriksa setiap tujuan perjalanan para penumpang. Lebih mudah bagi mereka untuk mengingatkan penumpang tujuan mereka.

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@usaroadtrip

 

Saya harus menunggu sampai mereka menghitung berapa penumpang yang ada sebelum mereka mengizinkan kami berkeliaran. Setengah jam kemudian saya pergi ke gerobak observasi dengan teman duduk saya. Dia duduk dan membaca buku. Saya memilih duduk di sisi lain dan menyaksikan perubahan pemandangan. Sebagian besar waktu saya habiskan duduk di gerobak observasi.

Ada beberapa pemberhentian di antara perjalanan. Beberapa menit untuk menurunkan atau menaikan penumpang. Sebelum perhentian, konduktor mengumumkan beberapa kali berapa lama pemberhentian ini. Pemberhentian dari yang beberapa menit sampai lebih dari setengah jam.

Ada banyak cerita tentang penumpang yang ketinggalan kereta. Kondektur akan memberi tahu penumpang jika ada perhentian lebih lama, sehingga penumpang bisa merokok, membeli makanan atau hanya mengistirahatkan kaki mereka.

Kereta api dari Washington DC berhenti di Chicago Union Station. Saya punya 4 jam waktu luang. Jika cuaca tidak sedingin ini, saya mungkin akan pergi ke pusat kota. Saat ini dingin sekali. Saya sangat senang tidak berhenti di Chicago.

Koneksi berikutnya tepat waktu. Seperti biasa saya harus mengangkat tas ke kompartemen bagasi. Meski hanya 18 kg tas saya begitu berat, rasanya hampir lepas lengan.

Los Angeles ke Las Vegas

Saya membaca banyak ulasan tentang Megabus. Ada tiket $ 1 jika anda beruntung. Saya tidak memanfaatkan kesempatan ini karena saya harus pergi ke Las Vegas pada tanggal tertentu.

Tidak sulit seperti yang saya duga.

Sebenarnya perjalanan ini jauh lebih mudah daripada pergi dari Washington DC ke Los Angeles. Satu kali naik bus dari Monterey Park, saya sampai di titik pertemuan Megabus. Beruntung bagi saya bahwa cuacanya sejuk dan cerah. Titik pertemuan tepat di ruang terbuka disisi lain Los Angeles Union Station.

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@usaroadtrip

 

Karena saya ingin mendapatkan kursi yang lebih baik, saya membayar ekstra untuk biaya pemesanan. Menurut beberapa review saya harus memesan dua kursi jika membawa dua atau lebih tas kabin. Saya membawa satu tas besar yang saya taruh di bagasi bus dan dua tas bawaan. Saya membeli dua kursi di baris kedua. Saya anggap ini adalah salah satu tujuan tamasya, jadi posisi kursi juga harus bagus untuk menikmati pemandangan.

Saya juga bisa menghindari ketidak nyamanan. Salah satu penumpang dengan reservasi sempat beradu mulut dengan penumpang lain. Untung cepat sekali ditanggulangi oleh supir bis.

 

Las Vegas ke Reno

Saya melakukan seluruh perjalanan saya dengan lambat. Tidak ada agenda. Tidak ada tempat yang ‘harus’ dilakukan di setiap kota.

Saat berada di Las Vegas, saya tiba-tiba merasa mual. Saya tidak tahu apa yang salah dengan saya sampai sekarang. Tuan rumah saya hebat. Dia dan kedua teman serumahnya sangat baik. Salah satunya memasak makan malam Thailand, salad mie dengan udang. Lezat. Saya berniat akan tinggal satu minggu lagi tapi kamarnya sudah dipesan. Saya lakukan ini karena host yang menyenangkan.

Saya hanya tidak tertarik untuk berjalan-jalan atau melihat sebanyak mungkin spot.

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

Saya memilih Reno karena hijau dan subur di musim semi. Berlawanan dengan Las Vegas yang datar dan monoton. Hanya ruang terbuka dan gurun pasir. Mungkin saya merindukan pohon dan bunga.

Kali ini aku ingin mencoba bis Greyhound.

Saya membaca banyak cerita tentang perusahaan ini. Sebagian besar mengatakan bahwa Greyhound perlu meningkatkan fasilitas dari armada sampai ke sumber daya manusia. Ketika saya antri, dua orang penumpang beradu mulut dengan supervisor Greyhound karena pengaturan tempat duduk yang tidak memuaskan.

Bedanya dengan bis Megabus, Greyhound memiliki area tunggu. Lengkap dengan kamar kecil dan ruang tunggu.

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

Ketika saya memesan tiket, saya baru tahu bahwa saya tidak bepergian dengan bis Greyhound tapi dengan Silverado. Bus masih baru, dengan semua peralatan tampak mengilap dan berbau baru. Bis hanya terisi sekitar ⅓. Meski sudah mendapat nomer kursi, saya bisa berpindah dari satu sisi ke sisi lain.

Perjalanannya hampir sama dengan perjalanan bus dari Los Angeles ke Las Vegas. Padang pasir  sepanjang jalan di hiasi dengan kota-kota tua. Kota pertambangan yang sudah ditinggalkan. Beberapa kota sudah tutup dan banyak yang masih di pertahankan. Sekarang kota tua itu mengandalkan turis yang datang untuk main di kasino atau hanya sekedar menikmati pesona kota tua.

Suatu kali pemandangan berubah dari warna coklat padang pasir menjadi  warna hijau pepohonan. Berangsur-angsur dari tebaran pepohon yang mati beralih menjadi tanaman hijau subur menghiasi tanah peternakan.

 

Reno ke San Francisco

Monique, seorang teman yang saya kenal di Los Angeles, menyuruh saya untuk naik Megabus daripada naik kereta Amtrak. Cuma menelan biaya $ 15 dengan bis.

Tapi aku sangat menyukai perjalanan kereta. Selain itu juga salah satu jalur kereta api yang melegenda.

Pertama saya cek harga tiket dari situs Amtrak. Lalu saya membeli tiket dua hari sebelum perjalanan. Tidak terlalu khawatir karena saya tidak melihat banyak turis di kota ini.

Saya pergi ke stasiun kereta dengan Uber Taxi pagi-pagi sekali.

Saya tidak kecewa karena perjalanannya begitu luar biasa. Indah. Salju putih, langit kelabu dan pohon pinus hijau.

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@roadtripUSA

 

tiarapermata@roadtripUSA

Warm and cozy observatory cart, compare to wet and cold outside the window. Brrrrr…..!!!.

 

Perjalanannya terlalu singkat. Reno ke San Francisco adalah rute terakhir Zephyr California. Hanya kurang dari 6 jam.

Jalur kereta api dari Sungai Truckee yang menderu ke gunung yang tinggi pada cuaca yang berhujan.

Prosedur kereta api sama seperti Kereta Amtrak lainnya. Bedanya kereta ini memiliki pemandu yang memberikan informasi lengkap tentang rute yang bersejarah ini. Sungguh memilukan kisah tentang Donner Party yang malang dan keberanian pekerja China membangun terowongan dengan taruhan nyawa dan dibekali dengan perkakas tangan.

Karena perjalanannya singkat, saya hanya membeli secangkir kopi dan hot pocket sandwiches. Saya duduk di gerbong observasi dan kembali ke tempat duduk saat petugas mulai membersihkan gerbong observasi.

Tidak lama kereta berhenti di Emeryville. Saya turun dan memesan taksi Uber.

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English