Amerika Serikat, Oakland

KESEDERHANAAN OAKLAND

Saya tidak pernah menganggap serius ramalan cuaca.

Namun semenjak saya di Amerika Serikat setiap hari harus melihat ramalan cuaca sebelum merencanakan mau pergi kemana.

Hari pertama di San Francisco, saya disambut oleh badai. Angin kencang dan hujan lebat. Menakutkan. Meski dulu pernah bekerja di Karibia tapi tetap membuat saya ngeri. Saya tahu sebelum saya meninggalkan Reno bahwa cuacanya tidak bagus di San Francisco dan Oakland selama saya tinggal.

Saya naik taksi dari Emeryville Amtrak Station ke akomodasi saya. Seharusnya perjalanan singkat tapi cuacanya menjadi sangat buruk. Lalu lintas macet di jalan raya utama saat jam sibuk. Hari kedua saya tidak pergi kemana-mana. Langit mendung dan dingin. Mengingatkan saya betapa dinginnya hari pertamaku di Washington DC atau New York.

Cuaca buruk di pagi hari dengan kabut menggantung di langit. Saya tinggal di dalam kamar sepanjang hari. Untungnya saya memiliki makanan kemasan di lemari es jadi saya tidak perlu keluar. Saya membelinya di Westlake Shopping Mall kemarin. Saya pergi ke Daly dari Stasiun Fruitvale dalam cuaca mendung.

Polisi di stasiun metro Daly menyuruh saya untuk jalan lurus saja.

Saya tidak melihat tanda menunjuk ke arah Westlake Shopping Mall. Cuaca berangin. Agak menyeramkan saat berjalan sendirian di jalan raya yang sibuk hanya ditemani dengan langit abu-abu dan angin kencang. Saya hanya mendengar suara bising dari kendaraan lewat.

Saya bertemu orang Filipina yang sedang mengendarai sepeda. Saya bertanya jalan menuju ke mal. Dia menuju ke arah yang sama jadi saya berjalan bersamanya.

tiarapermata@oakland

 

 

tiarapermata@oakland

Fruitvale Station.

 

“Di mana Anda tinggal?”Dia bertanya kepada saya sambil dia mengendarai sepedanya perlahan.
“Oakland”
“Tidak berbahaya disana?”
“Tidak. Mengapa?”
“Saya dengar itu tempat yang berbahaya”
Saya mengatakan tidak ada masalah sejauh ini. Tidak pernah terbersit dibenak saya kalau tempat itu berbahaya. Tentunya saya membaca peringkat tuan rumah di situs airbnb. Semuanya bernada positif.

Saya merasa aman selama tinggal disini. Saya selalu keluar pagi dan kembali ke rumah sebelum matahari terbenam. Saya tidak pernah pulang dari berwisata diatas jam sepuluh malam.

 

tiarapermata@oakland

Typical house in Oakland.

 

tiarapermata@oakland

A picture was taken from the train to San Francisco during bad weather.

 

tiarapermata@oakland

 

Saya hanya tinggal sembilan hari di San Francisco. Kunjungan singkat dibandingkan dengan kunjungan saya ke New York atau Washington DC. Saya harus memprioritaskan ke mana harus pergi. Waktu ekplorasi saya terpotong cuaca buruk selama beberapa hari. Lebih baik saya di rumah, daripada basah dan kedinginan.

Apalagi tidak ada yang menarik perhatian saya saat saya mencari wisata yang dapat dilakukan di Oakland. Umumnya sama saja dengan kota lain di USA. Saya hanya melihat sepenggal bagian Oakland selama perjalanan saya dari Oakland ke San Francisco.

Ketika saya menunggu bus ke Stasiun Fruitvale, saya bertemu dengan dua wanita cantik. Keduanya buru-buru pergi ke gereja. Bus terlambat 15 menit. Salah seorang wanita mengatakan bahwa hal yang tidak dia sukai saat tinggal di Oakland adalah jadwal bus. Selalu terlambat. Keduanya tertawa. Mereka sepakat bahwa begitu mereka sampai di San Francisco semuanya berjalan lancar.

Namun demikian mereka lebih suka tinggal di Oakland.

Daerah yang nyaman untuk tinggal dan sewa rumah jauh lebih murah. Saya setuju dengan mereka, saya mendapatkan akomodasi dengan kamar sendiri yang sesuai dengan anggaran hanya ada di daerah ini. Seandainya saya memilih di San Francisco dengan budget yang minim, maka saya akan tinggal di hostel.  

Transportasi menuju ke San Francisco tidak buruk sama sekali. Hanya naik satu bus dan disambung dengan kereta bawah tanah saya sudah berada di San Francisco. Sebagian besar waktu saya menggunakan tiket MUNI yang berlaku selama 4 jam. Jadi saya bisa masuk dan keluar dari tranportasi MUNI (transportasi di dalam area teluk, tidak termasuk subway di San Francisco) sebanyak yang saya mau. Apalagi berkali-kali aku tersesat. Ha ha ha….

Saya suka lingkungan dimana saya tinggal. Bertengger di puncak bukit. Saya bisa melihat pemandangan indah di sekeliling saya. Selain itu saya tidak harus banyak berjalan mendaki bukit. Halte bus hanya tujuh menit dari rumah kediaman. Sepanjang jalan saya mengagumi rumah gaya San Francisco yang unik dan mempesona dengan taman menawan.

Beberapa kali saya baru keluar dari rumah begitu cuaca membaik. Hujan baru saja reda dan air hujan gemericik mengalir menuruni bukit. Di lain waktu matahari dengan malu-malu keluar dari balik awan. Terkadang dibarengi dengan angin dingin. Saya suka berjalan perlahan dan mengagumi kabut tebal di kejauhan menggantung di puncak pohon.

Saya suka saat seperti ini ketika bepergian. Menikmati hal yang sederhana.

 

tiarapermata@oakland

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English