Arizona, Virginia City

WILD, WILD WEST

Tidak mudah pergi ke kota-kota kecil yang indah dan tua di sekitar Reno.

Mudah diucapkan daripada dilakukan.

Tidak ada angkutan umum di luar Reno. Induk semang saya di Spark menyarankan agar saya naik bus dari Reno Bus Station ke The Summit Mall. Lalu naik taxi Uber ke Virginia City.

Saya menghabiskan $ 26.79 untuk dua puluh menit perjalanan.  Agak mahal untuk satu orang. Namun itu adalah pilihan terbaik. Saya pergi ke Virginia City menunggu hari baik karena sebagian besar hari berawan, hujan atau badai. Selasa adalah hari terbaik. Selain cuaca yang luar biasa, kota sepi dari pengunjung.

Di sini waktu seakan berhenti berputar.

Virginia City adalah kota tambang sejak tahun 1859 ketika orang menemukan perak dan emas. Kota ini tumbuh semalam seperti jamur saat para penambang membanjiri kota. Penemuan Comstock Lode menjadikan kota pertambangan ini sebagai kota yang booming dengan lebih dari 25.000 penduduk. Kemudian jumlah penambang turun setelah tahun 1878. Kini populasi Kota Virginia kurang dari 1.000 penduduk.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Sopir Uber menurunkan saya dan dia akan menjemput saya jam 6:00 sore.

Kota sepi. Sedikit sekali pengunjung. Musim liburan belum dimulai. Banyak tempat wisata tutup dan akan dibuka kembali pada bulan Mei.

 

Seni dan Budaya

Kota Virginia kaya dengan museum, landmark dan situs termasuk kuburan. Ada daftar panjang yang saya baca di banyak situs web. Namun selama persinggahan, saya tidak menemukan kuburan. Mungkin jika saya mengikuti tur keliling kota, saya akan menemukan salah satu kuburan.

Kota kecil yang sarat dengan begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Saya tidak punya rencana apapun selain window shopping. Tidak ada keinginan untuk mengunjungi situs.  Sejak saya mengunjungi banyak museum di Washington DC dan kota-kota lain, saya tidak pergi mengunjungi museum manapun di kota ini.

Ada beberapa yang saya tahu dari luar gedung seperti The Fireman’s Museum, The Way It Was Museum, Gedung Opera Piper, Museum Kepolisian. Pusat Seni St. Mary dan banyak lagi.

 

tiarapermata@virginiacity

Piper Opera House.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

St. Mary’s Mountain Church

Saya suka pergi ke gereja-gereja tua dimanapun saya bepergian. Gereja St. Mary seperti melangkah mundur ke lain waktu. Arsitektur yang menakjubkan dengan jendela kaca patri yang indah. Saya menghabiskan waktu cukup lama di sini. Saya menyalakan beberapa lilin dan hening sejenak.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

Another church in the same location.

 

tiarapermata@virginiacity

 

The Way It Was Museum

Saya berjalan hampir di ujung jalan utama saat melihat museum ini. Saya menjelajahi bagian luar museum. Gratis. Ada beberapa peralatan pertambangan besar dan artifak pertambangan yang bersejarah.

Saya mengambil beberapa foto dan berjalan kembali ke Comstock Lode Square.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Window Shopping

Pengemudi Uber mengatakan bahwa kunjungan terakhirnya ke Virginia City sebulan yang lalu. Sebagian besar waktu ia pulang bangkrut karena istrinya senang berbelanja. Dia membeli banyak barang dari pakaian, dekorasi rumah hingga permen.

Saya memahami apa yang dia derita (hahahaha) saat aku berjalan di jalan utama. Beragam toko dengan barang dagangan menarik. Setiap toko memiliki spesialisasi tersendiri. Ada barang antik, perhiasan batu dan permata, pakaian, aksesoris, toko suvenir dan banyak lagi. Bahkan ada toko yang punya ke khususan, seperti mengabadikan foto lama (anda berpakaian koboi). Pembuat topi dan toko dengan makanan khas (es krim, permen, makanan ringan, dll.). Menjadikan perjalanan saya semakin menarik dan tak jemu-jemu berkeliaran di sekitar jalan. Masuk dan keluar dari toko.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Untuk menarik pelanggan, staf toko permen menawarkan permen gratis. Beberapa toko memiliki tanda ‘no photo’. Saya sembunyi – sembunyi mengambil beberapa photo di dalam toko.

Beberapa toko yang membiarkan barang dagangan mereka berdebu. Mungkin pemiliknya ingin menciptakan suasana kuno.  Ada juga tanda ‘$ 2 untuk setiap foto dengan topi kami’. Ha ha ha. Rupanya pengunjung selfie dengan topi mereka.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

Everything about Christmas ornaments.

 

tiarapermata@virginiacity

 

Stasiun Kereta

Omong-omong, ada pilihan lain untuk mengunjungi Virginia City. Naik kereta dari Carson City ke Virginia City dengan The Virginia & Truckee Railroad’s. Kereta ini untuk tujuan wisata. Sayang hanya tersedia dari Mei sampai November.

Ketika saya sampai di loket tiket yang terlihat seperti kereta kereta, saya melihat tanda jalan ke stasiun kereta. Saya berjalan menuruni bukit setelah beberapa kali berputar jalan utama. Saya melewati sekelompok siswa yang sedang bersiap – siap untuk lomba lari dengan rekan sekelasnya. Mereka tertawa dan bercanda.

Stasiun kereta api tidak jauh. Tidak ada orang di sekitar, hanya loket yang tutup dan satu gerbong kereta kosong.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

The other side of the train station.

 

tiarapermata@virginiacity

 

Monumen Comstock Lode

Tempat pertemuan saya dengan supir Uber berada di lapangan kecil. Di bagian tepi lapangan dekat jalan utama ada sebuah monumen piramida. Saya tidak terlalu memperhatikan plakatnya.

Ketika saya mengedit  kumpulan foto dari perjalanan ini, saya baru tahu bahwa gunung di belakang Delta Salon adalah Mountain Davidson. Bertanggung jawab atas booming Kota Virginia. Di bawah gunung itu hampir 7 juta ton perak ditambang antara tahun 1860 – 1880.

Luar biasa.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Beberapa toko dan kafe tutup lebih awal. Tidak ada gunanya saya menunggu sampai pukul 18:00. Ketika saya akan mengirim pesan ke pengemudi Uber, saya menemukan bahwa tidak ada sinyal. Saya mencoba beberapa kali dan gagal. Saya harus menunggu sampai bisa mengiriminya teks. Sambil menunggu aku membeli es krim. Yumm …

Saya mengirim teks segera setelah ada dua bar signal di telepon. Lalu sinyal hilang lagi. Saya hanya berharap dia membaca teks saya. Kalau tidak, saya harus meminjam telepon seseorang.

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

tiarapermata@virginiacity

 

Yeayyy … dia datang.

Awalnya saya agak enggan memberikan nomor saya kepadanya. Akhirnya saya senang melakukannya karena saya tidak akan bisa mendapatkan supir di tempat terpencil ini. Dia tinggal dekat dengan The Summit Mall. Ia menawarkan untuk membawa saya kembali ke Reno tapi saya menolak (untuk menghemat uang). Saya lebih suka naik bus kembali ke Reno dan kemudian lanjut ke Sparks.

Hari sudah gelap saat saya memasuki rumah.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English