Grand Canyon, Hutan & Taman

SAYAP GAGAH SANG ELANG DI GRAND CANYON

Saya resah dan kuatir.

Kendaraan yang saya pesan semalam tidak datang sesuai perjanjian. Saya harus menelpon dua kali untuk memastikan dia datang. Untungnya hari masih pagi, lalu lintas sepi. Saya mengirim pesan kepada Monique agar menunggu. Setelah kendaraan keluar dari lobi, bus muncul. Nyaris ketinggalan….!!!

Sopir, Denny (alias), sambil membagikan gelang, mengatakan kepada kami bahwa kursi yang terbaik berada di sisi kanan. Kami mengikuti sarannya dan duduk di sisi kanan setelah mengambil sarapan berupa sebotol air dan pastry. Perhentian kami sebelum Grand Canyon adalah Hoover Dam dan Dolan Spring.

Perjalanan dari Las Vegas ke Grand Canyon West Rim lebih dan kurang 3 jam. Grand Canyon Barat terletak di sudut barat laut dari Arizona.

Daerah ngarai ini dimiliki dan dioperasikan oleh Hualapai Indian Amerika Tribe. Hualapai (WALL-uh-pie), berarti Rakyat dari The Tall Pines, telah tinggal di daerah ini ratusan tahun. Hualapai Reservation membentang sekitar 1 juta acre dari barat Grand Canyon sampai ke kota kecil Peach Spring, Arizona.

Cuaca sangat cantik. Biru langit, sedikit dingin tapi yang terbaik adalah tidak ada angin dingin. Dalam perjalanan ke Grand Canyon, Denny memberi kami banyak informasi dan saran apa yang bisa kita lakukan di Grand Canyon. Informasi yang detil sehingga tidak ada kecelakaan selama tur.

Kendaraan milik pribadi dan lainnya tidak diperbolehkan di west rim. Ada layanan antar-jemput gratis yang berhenti di setiap viewpoint. Oleh karena itu Denny tidak akan bergabung dengan kami. Namun ia akan menunggu kami di tempat parkir.

 

Eagle Point

Dinamakan sama dengan formasi batuan alam yang menyerupai sayap elang. Formasi bebatuan di ngarai ini menunjukan umur bebatuan yang sudah lebih juta tahun.

Pengalaman yang luar biasa bagi saya. Sekali seumur hidup. Tak ada tandingnya.  Menyaksikan langsung hasil karyaNya lebih baik dibanding dengan photo hasil karya photographer ternama manapun.

Sopir shuttle memiliki cara yang bagus untuk memberikan penumpang momentum dimana penumpang menyaksikan dengan mata sendiri ngarai untuk pertama kalinya.

“OK folks. Do you want to count one, two, three or surprise!”
“Surprise,”said some passengers.
Again she said,”One, two, three or surprise!”
“Suprise.”
“Here youuuu goooo…supriseeeeeeee!”

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

 

Dan………saya tertegun.
Bammmm … formasi batuan Grand Canyon menyambut saya.
Terlalu indah untuk dilukiskan dengan kata-kata.
Saya hampir tidak percaya akhirnya berada di sini.
Berdiri di Grand Canyon.

Shuttle bis berhenti dan saya bergegas keluar dari bis. Saya berusaha keras untuk menunggu sebelum mengeluarkan kamera saya. Menikmati setiap lekuk dan pesona warna-warni alamiah Grand Canyon. Warna yang kontras dengan biru langit semakin menambah ke indahan Grand Canyon.

Sangat sulit untuk mencari bagian mana yang paling indah karena begitu banyak hal yang indah. Dari tepi batu saya bisa melihat bahwa tebing begitu dalam dan curam. Anehnya, Denny memberitahu kami, kematian di situs ini nol dibandingkan dengan south rim.

Saya mengambil DSLR saya dengan lensa 50-200mm dan melihat Sungai Colorado dari jauh. Tepi sungai berkelok-kelok seperti ular melingkari batu.

 

tiarapermata@GCWest

Eagle Wings.

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

Colorado River.

 

Saya bukan penggemar ketinggian. Monique adalah cewek yang lain dari yang lain. Dia minta difoto di tepi batu. Dua orang laki-laki yang berbadan besar berteriak  ngeri dibelakang saya.

“Well big man…let’s go” saya berkata sambil mempersilahkan dengan tangan menuju ke tepi tebing.
“NO WAY!” teriak mereka
Hahahahaha…

Saya dan Monique memiliki mimpi yang sama untuk mengunjungi Grand Canyon. Dia bermimpi sejak berusia 9 tahun ketika ia membaca sebuah buku tentang Grand Canyon dengan elang yang menukik di Grand Canyon.

Di bagian lain, ada pemandu dari suku Hualapai. Setiap pagi ia berdoa dan memasang jimat sebelum pengunjung datang ke ngarai. Dia dengan sabar menjawab setiap pertanyaan pengunjung. Sementara ia menjawab setiap pertanyaan, ia berdiri di tepi batu membelakangi tebing. Ngeri.

Karena kita hanya memiliki empat jam untuk menikmati tiga berhenti dan ditambah makan siang, kami harus mempergunakan waktu kita dengan bijak. Kami bertemu teman-teman baru. Mereka adalah keluarga (ibu, anak perempuan, dan bibi) dari Buenos Aires, Argentina. Kami memutuskan untuk makan bersama di restoran.

Sementara kami makan, penduduk asli Amerika yang menghibur di Amphitheater sepanjang hari. Pertunjukan berasal dari berbagai suku Indian yang tinggal di Grand Canyon.

 

tiarapermata@GCWest

He stood sssoooo close to the edge.

 

tiarapermata@usa

 

 

tiarapermata@GCWest

 

Skywalk

Jembatan yang berbentuk tapal kuda terbuat dari kaca. Terjulur 70 kaki dari tepi ngarai. Jembatan ini berada 4.000 kaki dari dasar ngarai. Lebarnya 10 kaki yang dilindungi pagar berdinding kaca dengan tinggi 6 kaki.

Ada biaya masuk tambahan dan biaya tambahan lainnya untuk membeli foto profesional. Kamera pribadi atau ponsel dengan barang pribadi lainnya harus disimpan dalam loker sebelum memasuki Skywalk.

Kami tidak ke tempat ini, kami cukup berjalan di sekitarnya.

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

 

Guano point

Kami berlima naik shuttle bus ke viewpoint berikutnya. Guano Point. 

Pada salah satu daerah, ada bebatuan yang menyerupai piramida  mengundang pengunjung melihat pemandangan luar biasa dari Grand Canyon Barat dan Sungai Colorado. Diujung kanan terdapat sisa trem yang menjulur 8.800 kaki ke Tambang Guano.

 

tiarapermata@GCWest

Tram remain on the right edge of the pyramid rock.

 

tiarapermata@GCWest

Helicopter tour.

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

Pyramid rock from far

 

tiarapermata@GCWest

Colorado River bending like snake

 

tiarapermata@GCWest

Raven soars high

 

tiarapermata@GCWest

 

tiarapermata@GCWest

Me and nature

 

Hualapai Ranch dan Cabins

Karena keterbatasan waktu, Monique dan saya berkonsentrasi di Eagle dan Guana Point. Namun ada pepatah ”curiosity killed the cat”. Kami sedang berburu magnet untuk kulkas. Kami punya waktu setengah jam sebelum keberangkatan bus dari terminal.

Kami segera naik shuttle dan langsung menuju gift shop. Sepintas saya lihat pengunjung mendemostrasikan cara menarik pistol (quick-drawn the six-gun) seperti koboi jaman dulu. Juga pengunjung dapat belajar tali ala koboi, dan menikmati hiburan koboi lainnya.  Bila ada pengunjung yang berminat mereka bisa bermalam di kabin yang menghadap ngarai dan menikmati cerita koboi di api unggun.

Ternyata kami tidak dapat menemukan hadiah yang kami inginkan. Segera kami berlari kembali ke halte shuttle. Sulit rasanya untuk menunggu. Menit terus berganti dan shuttle bis tidak kunjung datang.  

Ketika kami sampai di terminal, kami berlari. Saya merasa bersalah karena semua penumpang menunggu kami.

 

tiarapermata@GCWesthualapai

 

tiarapermata@GCWesthualapai

 

tiarapermata@GCWesthualapai

 

Tak lama kemudian, bus mencapai The Strip. Kami bertukar akun facebook dengan teman-teman baru dari Argentina dan berjanji untuk tetap berhubungan.

Monique tinggal lebih dekat ke The Strip, dia menunjukkan aktraksi disekitar sebelum saya kembali ke Henderson.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English