Atlantic City, Perjalanan Darat

SLOT MACHINE, AMISH DAN HERSEY

Perasaan saya bercampur aduk ketika meninggalkan Long Island. 

Rumah saya selama tiga bulan terakhir. Namun saya menanti-nantikan perjalanan kami ke Washington DC. Kami tidak langsung menuju ke Washington DC. Kami menginap di The Atlantic City, kota judi setelah Las Vegas. Saya tidak pernah tinggal di hotel kasino sebelumnya. Pengalaman super menarik dan aneh bagi saya.

Kami sampai di malam hari. Kota ini sangat sunyi. Kami mengitari jalan sekitar blok untuk menemukan lobby Tropicana Hotel. Kami tahu dari jauh gedungnya tetapi tidak dapat menemukan lobby. Akhirnya setelah beberapa kali salah belok kami menemukan lobby hotel. Tetapi banyak orang di sekitar lobby. Kami sedikit ragu-ragu untuk masuk ke dalam.

Mengapa????

Kami membawa anjing dan harus menyelundupkan dia ke kamar hotel. Bagaimana kita bisa menyelundup ketika begitu banyak staf hotel di depan lobby. Saya khawatir karena hotel selalu memiliki keamanan yang ketat. Terutama hotel dengan begitu banyak pertukaran uang (judi) seperti Tropicana Hotel.

Lebih runyam lobby tidak memiliki tempat parkir, hanya ada parkir valet. Parkir hotel terdekat letaknya beberapa blok. Kami harus check-in secara terpisah untuk menghindari kecurigaan. Singkat cerita, kami dapat menyelundup si anjing dan aman di dalam ruangan.

Tanpa masalah.

Dengan beberapa alasan atau mungkin saya terkagum-kagum, saya tidak punya photo selama tinggal di hotel ini. Ada aturan untuk tidak mengambil gambar di lantai berjudi.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa tentang hotel ini di samping ukurannya sangat besar. Hotel ini begitu besar rasanya seperti berada di sebuah kota (judi). Toko belanja, restoran, kafe, tempat penggemar sport kongkow, supermarket, bioskop, klub malam dan banyak lagi. Dijamin tidak perlu pergi keluar dari hotel.

Berbaris – baris slot mesin judi dari yang mulai 1 sen sampai taruhan tanpa batas. Selain mesin judi slot yang, ada juga meja judi dengan taruhan rendah dan tinggi.

Hukum di Amerika Serikat melarang merokok di tempat umum. Namun diperbolehkan merokok di Atlantic City. Teman saya menghirup vape-nya sementara perjudian. Anehnya salah satu staf keamanan datang dan memintanya untuk tidak merokok. Kami tidak melihat tanda untuk tidak merokok di area ini. Untungnya tamu dilarang merokok di kamar tidur atau denda $ 250.

Saya tidak melewatkan kesempatan untuk berjudi. Batas saya adalah $ 3 (Yupe tiga USA dolar). Butuh waktu sekitar 15 menit untuk menghabiskan taruhan saya dengan mesin slot satu penny-an. Pada suatu waktu saya memenangkan 30 sen tapi kemudian saya kehilangan sebagian besar taruhan saya. Saya hanya punya 1 sen di saku (dalam bentuk voucher).

Kemudian kami berkemas dan meninggalkan Atlantic City. Saya tidak ingin tinggal lebih lama atau berjalan – jalan di promanade karena cuaca begitu dingin dan saya tidak ingin melewatkan kunjungan ke Amish Village di Lancaster, Pennsylvania.

Dua jam kami melaju dari New Jersey ke Pennsylvania melalui tanah lapang yang sangat luas dan terbuka. Gudang, sapi dan kuda di padang rumput, tanah hijau yang baru ditanami rumput dan rumah-rumah petani. Petani menyiapkan tanah mereka untuk  musim semi.

Satu kali ketika kami hampir sampai di perkampungan orang Amish, saya membuka jendela untuk mencium udara luar.

Kesalahan besar.

Bau pupuk kandang menyengat hidung, rasanya kami tercekik oleh bau yang sangat tajam. Cepat-cepat saya menutup jendela, kemudian kami tertawa terbahak-bahak. Bahkan si kecil terbangun dari tidur siangnya, tidak yakin karena bau yang menyengat atau tertawa kami.

Akhirnya kami bertemu kereta kuda orang Amish di jalan. Baguslah… kita hampir sampai ke tujuan kami. Kami berhenti di Aaron dan Jessica Amish Buggy Tour. Karena tidak ada antrian, saya adalah orang berikutnya. Ternyata saya harus pergi sendiri jadi saya harus membayar lebih.

Tidak masalah. Kesempatan seperti ini (mungkin) tidak akan terulang lagi.

 

tiarapermata@amishfarm

 

tiarapermata@amishfarm

Miles and miles of empty land

 

tiarapermata@amishfarm

Amish Buggy Carriage.

 

tiarapermata@amishfarm

Different kind of buggy/horse carriages.

 

tiarapermata@amishfarm

 

Pemandu dan kusir saya adalah John dengan bantuan “Commander” kuda yang menarik kereta. John ramah dan sangat informatif. Saya memilih tur ke pertanian seperti yang disarankan oleh turis sebelumnya. Kami melaju ke peternakan terdekat yang telah dimiliki oleh beberapa generasi keluarga Amish. Ada lahan kosong dengan deretan pohon apel dan pir.

Kawasan rumah dan peternakan sepi dari pengunjung. Tidak ada kegiatan. Workshop tutup dan tidak ada anggota keluarga yang kelihatan kecuali anak laki-laki yang mempersiapkan peralatan untuk memerah susu sapi. Pada musim panas peternakan sibuk membuat keju, sabun dan apel atau pir sari. Hampir ada seratus ekor sapi, dari yang usianya beberapa minggu lama sampai dewasa. 

 

tiarapermata@amishfarm

Commander…please lead the way

 

tiarapermata@amishfarm

New born cow and sheep are stay warm in cover barn.

 

tiarapermata@amishfarm

Young cows, not ready for their milk.

 

Sangat menarik untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Amish. Mereka tidak menonton TV, tidak ada listrik atau internet. Mereka memiliki tangki LPG besar di depan rumah untuk memasak, mencuci dan alat panas selama musim dingin. Saya melihat beberapa rumah dengan pakaian yang baru dicuci dan dikeringkan dengan cara digantung diluar rumah. Pakaian mereka seperti di tahun 60-an. Saya ingat menggemari film Little House in the Prairie ketika saya masih kecil.

 

tiarapermata@amishfarm

 

tiarapermata@amishfarm

Little push bikes for the kids go to school or roam around. The adult’s bike also the same, without seat and push with their leg. Nice.

 

Ada beberapa lumbung terpisah. Pertama kami pergi ke gudang tertutup yang didalamnya ada beberapa sapi yang baru saja lahir, beberapa domba dan beberapa ayam. Saya terkejut bahwa keluarga ini hanya memiliki beberapa lusin ayam, saya pikir mereka memiliki lebih dari itu.  Mereka mengambil hanya telur ayam, tidak makan dagingnya.

Kemudian kami pindah ke gudang besar, penuh sapi yang siap untuk diperah susunya. Anak laki-laki yang saya lihat lari ke pintu gudang sedang mempersiapkan peralatan susu. John membawa saya dalam gudang. Ada sekitar 60 ekor sapi ditambah kuda pony, keledai dan kuda.

John menjelaskan bahwa masyarakat Amish tidak punya gereja tapi komunitas kecil (beberapa keluarga) berkumpul di salah satu rumah untuk pelayanan setiap hari Minggu. Kami membahas kehidupan sehari- hari komunitas orang Amish dalam perjalanan kembali. Tur ini seharusnya satu jam. Karena tidak ada kegiatan di pertanian, kami kembali kurang dari satu jam. 

 

tiarapermata@amishfarm

Adult cows.

 

tiarapermata@amishfarm

Preparing equipment to milk the cows, sanitizing it with hot water.

 

tiarapermata@amishfarm

He kept trying to find my hands. When he found both empty, he ignored me. Hahahaha…he looked for his treat!!!

 

tiarapermata@amishfarm

Enormous mule. Big and sturdy to work on the land.

 

tiarapermata@amishfarm

 

tiarapermata@amishfarm

John, the coachman.

 

tiarapermata@amishfarm

So TRUE!!!! (right picture)

 

Kami masih punya waktu, kami buru-buru mengemudi ke Hershey Town. Kota coklat !!!.

Kami pergi ke Hershey Chocolate World. Seperti yang saya bayangkan, showroom penuh cokelat dengan rasa yang berbeda, bentuk dan ukuran. Hersey Kisses dan kroninya dengan senang hati berdiri di panggung yang tinggi untuk menyambut pengunjung. Kami langsung pergi ke tur pabrik cokelat. Naik kereta api mainan melalui terowongan ke replika pabrik cokelat. Suara merdu dari pengeras suara menjelaskan kepada kami bagaimana/mengapa/darimana mereka mendapatkan cokelat, yang kemudian diproses dan didistribusikan. Sepuluh menit yang menarik.

Showroom hampir tutup. Dengan waktu luang yang tinggal sedikit, kami mengitari showroom. Kami berhasil mencentang semua daftar yang kami ingin lakukan sebelum sampai ke Washington DC.  Tak lama kemudian kami mencapai Washington DC.

Perjalanan menyenangkan.

 

tiarapermata@herseyworld

Cheeky Welcome from Hershey’s Chocolate World

 

tiarapermata@herseyworld

 

tiarapermata@herseyworld

Hello……

 

tiarapermata@hersheyworld

 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English