Inspirasi Perjalanan, Istanbul

TRAVEL SOLO LEBIH BAIK UNTUK SAYA

Kami bertemu secara tidak sengaja di airport. Kami berencana untuk menghabiskan waktu bersama. Jet lag tidak menghambat kami untuk menjelajahi Istanbul

Kami pesiar di Bosphorus sampai di tempat pemberhentian terakhir. Kami mengunjungi reruntuhan puri di atas bukit, menjelajahi Eminonu, Jembatan Galata, Spice Market and bertemu dengan teman baru dari Singapore.

Kami datang terlalu pagi, loket penjualan tiket buka pada jam 9.30. Sambil menunggu penjualan tiket Boğaz İskelesi dibuka, kami berjalan-jalan sekitar Eminonu dan Jembatan Galata.

Eminonu adalah tempat yang asyik untuk bersantai dan beristirahat. Penjual makanan bertebaran di sekitar dermaga dari jagung rebus sampai sandwich ikan. Kami membeli sandwich ikan (balık-ekmek) dari penjual yang berjualan di atas perahu tradisional yang ber ayun-ayun dengan tenang di antara dermaga dan Jembatan Galata.

Kami ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati sandwich ikan dengan daun selada, tomat dan bawang.

 

tiarapermatadaretodream

Where are we going next?.

 

Saya adalah orang introvert . Meski saya bekerja di industri perhotelan, tidak mudah menyatu dalam percakapan. Tapi Arif dan Savitri menarik saya dalam percakapan yang membuat kami seperti teman lama. Kami membahas apa saja yang terlintas di benak.

Arif dengan mudahnya berkenalan dengan dua teman baru dari Singapura di penjualan tiket dan memperkenalkan kepada saya dan Savitri. Saya tidak bisa melakukan itu sendiri.

 

Melakukan Perjalanan Sendiri Bukan untuk Setiap Orang

Meski sendirian, saya bertemu dengan teman baru. Senang bertemu dengan teman yang mempunyai hasrat yang sama untuk travel. Karena tidak semua orang yang saya temui senang travelling. Bagi saya perjalanan sendiri banyak keuntungan.

 

Kebebasan yang Luar Biasa Ketika Wisata Sendirian

Saya seorang multitasker dan menyukai checklist untuk tugas harian dalam pekerjaan saya. Selama perjalanan, saya melakukan yang sebaliknya. Tidak ada checklist, tidak ada deadline dan tidak ada reminder pop-up dari outlook email.

Bebas.

Hari pertama pikiran dan tubuh saya masih mendorong saya untuk bekerja pada jadwal normal. Saya bangun dan berpikir di mana berada dan apa hal-hal yang harus di lakukan hari ini. Masih dengan kebiasaan bangun pagi (mungkin juga jet lag).

 

Blue Mosque

Mosaic at the Blue Mosque’s Ceiling

 

Quite Mosque Istanbul

Quite afternoon at the Blue Mosque

 

Sisa hari libur, saya mulai melambat, rileks dan happy. Beruntung saya memiliki teman pada hari pertama dan kedua. Hari ketiga, saya berjalan di sekitar dan tidak memiliki jadwal.

 

Bepergian Sendirian Memungkinkan Saya Untuk Mengubah Pilihan Banyak Kali

Pergi ke Menara Galata bukan ide yang baik pada hari hujan. Saya tahu dari salah satu penumpang di Bosphorus Cruise kemarin dan situs wisata bahwa Istana Dolmabahce indah. Saya memutuskan untuk pergi ke sana.

 

Instanbul Palace

Dolmabahce Palace Istanbul

 

Dolmabahce merupakan istana terbesar di Turki. Ini memiliki hampir 300 kamar,  lampu gantung besar dan banyak fasilitas mewah lainnya. Tidak boleh motret. Tur dengan panduan bahasa Inggris menghabiskan waktu satu jam. Istana ini perlu renovasi besar-besaran. Kemudian saya berjalan ke Stasiun Metro Kabatas, berhenti beberapa waktu untuk melihat – lihat beberapa bangunan dan duduk di salah satu bangku.

Apa selanjutnya?. Hmmm … Grand Bazaar.

Seandainya saya bepergian dengan teman, tentunya tidak menyenangkan berubah pikiran seenaknya. Disamping itu tidak menyenangkan apabila kita memiliki kemauan berbeda. Untungnya, Arif dan Savitri teman yang menyenangkan.

Sampai saat ini kami masih saling berhubungan.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English