Jalan-jalan, Venice

KOTA KUNO VENICE DENGAN SERIBU PESONA

Mimpi saya menjadi kenyataan. Saya membayangkan pulau romantic ini semenjak saya masih kecil nonton film lama. Jembatan, gereja, gang-gang sempit dan gondola di kanal.

Kesan Pertama

Saya tidak ingat berapa umur saya dan film apa ketika aku jatuh cinta dengan pulau ini. Saya tidak sabar untuk mencapai Kota Air ini ketika kami meninggalkan Roma.

Venice membawa kami hingga ratusan tahun yang lalu ketika menjadi kota paling makmur di seluruh Eropa. Kota tua tapi dipenuhi dengan cerita-cerita cinta dan sejarah.

Orang-orang mengatakan kesan pertama tidak sama dengan cinta pada pandangan pertama. Saya mengakui ketika kami berjalan dari tempat parkir melalui jembatan. Amboiiiii…..kesan pertama saya adalah bau dari kanal. Beberapa orang mengatakan bau tidak sedap datang dari air asin di kanal ketika tingkat air rendah di kanal yang terkecil. Saya harus menahan napas beberapa waktu selama berjalan ke apartemen kami.

Beruntung apartment kami tidak jauh dari tempat parkir umum dan kanal dekat apartment kami tidak seburuk yang baru saja kami lalui.

 

Tinggal di Pulau Venesia

Kami mencapai Venesia malam hari. Semua bus, mobil dan kendaraan lainnya sudah meninggalkan Venesia. Malam yang sunyi dan senyap.

Saya menikmati Venice yang lengang di pagi hari dan berkeliaran dengan bebas sebelum wisatawan harian berdatangan menyerbu Venice. Venice ramai di siang hari, menjadi misterius dan menakutkan jalan-jalan sepi di malam hari.

Menginap di pulau memberikan banyak waktu untuk menikmati dan menjelajahi di Venice.

 

Fountains are everywhere in Venice

 

Bangun Pagi Hari

Saya bangun pagi sebelum matahari terbit, mandi dan bersiap-siap dengan pakaian yang berlapisan. Meski dingin saya tidak sabar untuk menjelajahi kota ini. Waktu terbaik di Venesia sebelum pelancong atau bus dengan turis dating.

Saya berjalan perlahan menyusuri jalan yang masih lengang. Saya merasa damai melewati kapal yang tertambat dan jembatan yang masih sepi.  Tenang, hanya saya

Saya tidak berjalan jauh, takut lupa waktu.

 

Morning hours in Venice Canal

Morning hours in Venice Canal

 

Morning hours in Venice Canal

 

Mengunjungi Basilika St. Markus

Kami  sarapan di salah satu kafe di depan apartemen.  Kemudian menghadiri misa Minggu di St. Mark Basilika atau The Basilica di San Marco a Venezia (dalam bahasa Italia). Sebuah bangunan di sebelah Istana Doge. Aslinya Gereja St. Mark terletak di dalam kompleks Istana Doge tempat bersemayamnya peninggalan St. Mark Penginjil.

Doge memerintahkan saudagar dari Venesia untuk mencuri relik dari Alexandria. Dengan julukan Gereja Emas, St. Mark adalah salah satu contoh terbaik dari arsitektur Bizantium dengan mosaik interior keemasan. Campuran desain arsitektur timur dan barat.

 

St. Mark's golden mosaic

St. Mark’s golden mosaic

 

tiarapermata@Venice2008 (87)

 

Di depan Basilika Santo Markus adalah piazza St. Markus. Terkenal sebagai Piazza San Marco atau dalam bahasa Inggris sebagai St. Mark Square. Terbesar dan hanya satu-satunya piazza di Venice yang dibangun pada abad 9. Semula adalah sebuah taman kecil dengan pohon-pohon di depan bangunan gereja St. Markus Basilica yang sebenarnya (kapel didalam Istana Doge). Tempat yang indah di siang atau malam hari dan segala musim.

 

tiarapermatadaretodream

St. Mark Square

 

The Clock Tower the Piazza San Marco

The Clock Tower in the north side of the Piazza San Marco contains the clock and lower buildings on each side. It has decorative gilded stars with the signs of the zodiac are in anticlockwise order around the inner zodiac dial.

 

St Mark's bell tower

The basilica has a separate campanile, bell tower. The current version was rebuilt in 1912 after the original tower collapsed in 1902 (left side)

 

Venetian Pigeons

Venetian Pigeons – the city pass a law that banned the feeding of these birds. The pigeons cause damage to the mosaics on St. Mark’s Basilica and to other buildings around the piazza.

 

Menikmati Grand Canal Dengan Vaporetto

Dimana-mana air di Venice, Vaporetto atau Venesia bus air adalah transportasi umum yang utama. Seperti hop and off bus tur dengan banyak perhentian. Vaporetto # 1 lewat kanal dari Piazzale Roma sepanjang Grand Canal ke Lido, berangkat setiap 10 menit. Perjalanan lambat selama 45 menit dan berhenti di setiap halte.

Jalan terbaik untuk mengenal Venice pertama kali. Merasakan seperti ketika ratus tahun yang lalu pedagang tiba dengan kapal dan mengambil rute yang sama menuju ke kota. Vaporetto # 2 adalah bus air yang lebih cepat atau ekspres.

 

Vaporetto Linea Uno (No. 1)

The Linea Uno (No. 1) Vaporetto offer beautiful and scenic boat ride around Venice

 

Stylish grandma

Stylish grandma

 

Zig-zag across the Canal Grande

Zig-zag across the Canal Grande with a dozen vaporetto stops and enjoy views of the historic palaces and center. Passangers may stay longer until reach Giardini or Sant’Elena. Walk back along the waterfront to the Piazza San Marco or take the trip back and seat at the different side.

 

Sightseeing with Vaporetti at Venice

Flat-decked vaporetti with sheltered outdoor seating areas are excellent choice for sightseeing and especial if boarding at the waterbus line’s starting point.

 

Naik Gondola

Gondola selalu identik dengan Venice. Banyak yang mengatakan bahwa perjalanan ke Venice tidak lengkap bila Anda tidak naik gondola. Saya membaca di beberapa artikel online bahwa pada kenyataannya naik gondola tidak menyenangkan sama sekali. Delapan puluh Euro untuk 3 orang selama 30 menit perjalanan.

Anda harus memesan secara online dan menunggu dalam antrean untuk waktu yang lama. Kadang-kadang harus berbagi dengan penumpang lain. Lebih buruknya lagi menahan malu ketika orang mengambil gambar dari jembatan utama atau ratusan pasang mata memandang anda dari atas jembatan.

Saya tidak bisa membayangkan malunya saya dipandangi orang – orang dari atas jembatan.

Seorang wisatawan Amerika mengeluh kepada pacarnya karena tidak merasakan romantis sama sekali ketika naik gondola. “Saya yakin mereka (orang-orang di jembatan) mengambil seratus foto saya!” Gerutunya kepada pada pacarnya. Saya tertawa dalam hati. Ya ampun … begitu banyak uang demi kesenangan sesaat!.

 

Family on gondola

Hello!!! Smile…..

 

Gondola

 

Ada cara lain untuk mengalami gondola jika Anda tidak ingin membayar banyak. Traghetto atau cheapskate’s gondola. Ini adalah gondola besar yang didayung oleh dua gondolieri hanya 5-6 menit biaya hanya 2 Euro.

 

Window Shopping

Berjalan tanpa tujuan juga merupakan kesempatan yang baik untuk window shopping. Toko-toko di Venice begitu unik. Di tempat-tempat ramai sampai ke daerah terpencil yang jauh dari hirup pikuk. Butik untuk kalangan atas memadati jalan-jalan atau piazza tersibuk. Tapi barang yang unik dan indah dengan mudah ditemui ditempat yang terpencil.

Sebagian besar toko memasang tulisan dengan huruf besar di jendela ‘No Made in China’. Hahahaha….konyol. Venice terkenal dengan seni dan kerajinan warisan nenek moyang. Semuanya buatan tangan dari  tenunan atau pahat langsung dari workshop para perajin.

 

Venice Carnival Mask

Expensice Venice Carnival Mask

 

Shops Venice

More shops

 

Beautiful secluded boutique

Beautiful secluded boutique

 

Gelas dari Murano, renda indah dari Burano adalah dua hal yang saya minati ketika membaca kerajinan dari Venice. Omong-omong kami tidak ikut demonstrasi gelas meniup. Kami lebih memilih jalan-jalan. Tapi saya tidak melewatkan kesempatan untuk membeli anting cantik dari Murano. Tanda mata dari Venesia untuk saya.

 

Setelah Jam Sibuk

Setelah wisatawan harian, bus pariwisata dan kapal pesiar pergi, Venice menjadi tenang dan kosong melompong. Sayangnya kami tidak berjalan jauh. Orang-orang mengatakan aman berjalan-jalan ke square pada malam hari. Orang Venicia tidur lebih awal, tidak ada bar atau klub malam di sekitar. Restoran tutup pada tengah malam.

Perahu atau gondola terikat erat di dermaga. Jembatan dan piazza menjadi lengang. Rasanya begitu romantis ketika melihat sekeliling. Saya tidak melihat apa-apa kecuali lampu menerangi jalan-jalan yang senyap atau cahaya memantul di air yang tenang di kanal. Hanya terdengar gema langkah kaki beberapa orang di jalan. Satu atau dua perahu kecil lewat.

Waktu terbaik. Magical moment.

 

Dusk at Venice

Dusk at Venice

 

Night at Venice

Night at Venice

 

Catatan:

  • Cerita ini berdasarkan pengalaman saya pada tahun 2008. Mungkin ada perkembangan atau perubahan sesudah cerita ini ditulis. Jika anda ingin melakukan perjalanan, carilah  informasi yang terkini.
  • Kebanyakan photo diambil oleh adik saya. Beruntung saya karena memiliki lebih banyak photo dengan berpose sendirian dibanding dengan perjalanan saya yang lain. 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English