Monaco, Nice

PESONA DAN GAYA EKSKLUSIF NICE DAN MONACO

Nice adalah tempat terkenal dan pusat turis di Perancis. Matahari sepanjang tahun,  pantai yang indah dan jalan-jalan yang cantik di sepanjang pantai.

Hari ini kami akan mengunjungi Monaco dan mengunjungi pusat kota Nice malam harinya.  Kali ini kami tidak berpakaian berlapis-lapis seperti di Paris dan Rome, cukup membawa syal/jacket tipis. Kami makan pagi di hostel dengan menu standard sereal, roti bakar dan bermacam – macam jenis selai,  kopi dan teh.  Tidak ada batasan sepuasnya asal tidak membuang makanan. Setelah makan harus mencuci sendiri. Selain itu fasilitas di tempat ini juga internet, jadi saya menyempatkan diri kirim email pada keluarga. Kami berjalan-jalan sekitar hostel sebelum berangkat ke Monaco. Mata kami juga harus melihat kebawah, berhati-hati dengan kotoran anjing yang bertebaran di sepanjang jalan.

 

tiarapermatadaretodream

Scenery outside our room’s balcony.

 

Kami naik mobil melewati tebing dengan pemandangan pantai menuju ke Monaco. Beberapa kali kami berhenti untuk sekedar melihat pemandangan ataupun berphoto ria.  Sejauh mata memandang bertebaran yacht atau kapal mewah. Kami meluncur lewat bukit-bukit yang terbelah membentuk terowongan buatan. Meski masih pagi, jalan sudah dipadati dengan kendaraan. Sambil mencari tempat parkir umum, saya menyaksikan kehidupan negara kecil yang super makmur.

 

Bright day at Nice

 

Artificial tunnels to Monaco

 

Kami masuk ke parkir umum, mengambil ticket di mesin tiket dan kami sampai di hamparan mainan mewah orang kaya, yacht. Mulai yang besar – kecil, mewah – super mewah, fiberglass sampai yang dari kayu. Namanya macam – macam, dari yang ‘Rondo’ (=janda dalam bahasa Jawa), Garuda dan masih banyak nama lain yang unik. Ternyata hari itu adalah hari terakhir pameran yacht. Perjalanan dari hostel sampai ke marina membuat kami lapar. Kami makan siang di salah satu café di kawasan marina. Tempat ini di bawah tebing curam, terlindung dari lautan lepas dan diatasnya adalah istana kediaman penguasa Monaco, Pangeran Albert Grimaldi.

Ketika kami melihat tanjakan curam dan (mungkin) ratusan anak tangga, kami memilih kembali ke marina dan naik mobil keatas bukit. Keputusan tepat, karena jalan  berkelok-kelok dengan tanjakan terjal. Sampailah kami di lokasi istana yang di jaga ketat.

 

Building on top of hill

 

Kami tidak masuk ke dalam istana Monaco, hanya mengitari bagian luar istana. Sepanjang jalan yang mengarah ke istana penuh dengan kafe dan butik. Pada tahun 1297 Francesco Grimaldi mengambil alih Monaco Castle dengan berpura-pura sebagai seorang biarawan Fransiskan. Keluarga Grimaldi memerintah Monaco sampai hari ini dengan Pangeran Albert II sebagai kepala House of Grimaldi. Kami juga menyempatkan untuk mengunjungi makaman Grace Kelly dalam Katedral Saint Nicholas.

Cuaca semakin dingin pada saat kita mencapai Promenade des Anglais. Saya belum pernah pergi ke pantai yang penuh kerikil. Tapi kami tidak pergi ke pantai karena cuaca dingin. Kami hanya berjalan di sepanjang promeda. Promenade membentang di sepanjang garis pantai dipenuhi dengan restoran. Ratusan. Kami makan malam di Cours Saleya. Di pagi hari tempat ini adalah pasar buah-buahan, sayuran dan bunga. Pasar loak hanya pada hari Senin. Menjelang sore berubah wajah menjadi tempat menikmati seafood. Salah satu makanan yang kami cicipi adalah Paella.  Makanan yang sedap untuk mengakhiri petualangan kami di Nice dan Monaco.

 

Fake Monk at Monaco

 

Cannon at Monaco

 

Grace Kelly Cemetry

 

Paella

 

Catatan:

  • Cerita ini berdasarkan pengalaman saya pada tahun 2008. Mungkin ada perkembangan atau perubahan sesudah cerita ini ditulis. Jika anda ingin melakukan perjalanan, carilah  informasi yang terkini.
  • Kebanyakan photo diambil oleh adik saya. Beruntung saya karena memiliki lebih banyak photo dengan berpose sendirian dibanding dengan perjalanan saya yang lain. 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English