Inspirasi Perjalanan, Quito

AKAL SEHAT DALAM PERJALANAN

Street smart adalah orang yang memiliki banyak akal sehat dan tahu apa yang terjadi di sekitarnya.

Orang yang memiliki akal sehat dan mampu mengatasi situasi sulit atau berbahaya, terutama di tempat ramai atau kota besar.

Akal sehat. Periode.

Anda tidak bisa hidup tanpa akal sehat. Anda hidup dan belajar dari hidup yang naik turun. Tidak ada buku atau pelajaran di kelas bisa mengalahkan ini. Kadang-kadang anda peroleh dengan pengalaman sendiri atau belajar dari pengalaman orang lain.

Saya berencana untuk mengunjungi Hagia Sophia dengan Arif dan kami sepakat bertemu di pintu gerbang. Saya kesasar cukup lama, sehingga terlambat bertemu dengannya. Beruntung, dia sabar menunggu. Bahkan dia berkenalan dengan teman baru. Kami berkenalan dan beranjak ke bilik tiket. Saya  membeli museum pass dan Arif hanya membeli day pass (satu hari berlaku). Sementara kami antri, teman Arif harus meninggalkan kami dan berjanji untuk menunggu kami di gerbang depan. Arif mengatakan kepada saya bahwa ia tidak percaya teman barunya. Dia yakin bahwa dia adalah scammer. Wow!!.

 

Eunuch at Topkapi Palace

Eunuch employed to guard the women’s living areas at Topkapi Palace’s Harem

 

One of King's Room

 

Pengalaman saya sendiri juga ada yang menyebalkan dan lucu. Banyak orang salah paham dengan wajah saya. Mereka pikir saya dari Filipina atau Thailand. Ketika saya bepergian di sekitar Karibia, mereka pikir saya dari Republik Dominika. Suatu ketika ketika berkunjung ke Spice Bazaar, seorang penjual laki-laki bertanya kepada saya:
Koniciwa? Saya tidak menjawab
Kong Bang wa? Saya tetap tidak menjawab
Korea? Saya tidak menjawab tapi tersenyum
Come on lady, please tell me…Apa kabar ?? Saya tertawa dan beranjak pergi.

Saya melakukan perjalanan sendiri jadi saya harus berhati-hati dengan perhatian seperti ini. Memang penjual berusaha menjual barang dagangan tapi bagi saya keselamatan adalah prioritas utama.

Saya tidak ingat kapan saya tidak menikmati perjalanan. Benar, saya telah mengalami banyak tantangan tetapi tidak pernah menghalangi saya untuk melakukan perjalanan. Saya mengeluh lelah dan bosan ketika harus singgah di airport terlalu lama. Tapi aku tidak pernah berhenti bepergian.

Saya kecanduan berada di tempat dan waktu yang berbeda. Hati saya berdetak kencang ketika melangkah keluar dari hotel. Berjalan kaki di pusat kota adalah perjalanan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya nikmati banyak hal ketika berjalan di pusat kota dibanding duduk di dalam kendaraan.

Travel lambat adalah favorit saya sekarang.

 

Topkapi Palace Harem

Topkapi Palace Harem

 

Courtyard at Topkapi Harem

 

Pengalaman menakutkan yang terjadi di Istanbul memaksa saya untuk memberi banyak perhatian pada sekitar saya. Saya harus ingat nama jalan, bangungan atau stasiun trem kembali ke apartemen saya. Saya hampir mengalami kepanikan yang sama ketika saya masih di taksi kembali dari perjalanan saya ke Otavalo.

Saya makan malam di Foch Plaza. Tiga menit naik taksi dari dari hotel. Karena saya pikir semua driver tahu di mana Amazon Street, saya naik taksi begitu saja tanpa bertanya. Saya masuk ke dalam taksi dan memberinya alamat hotel. Sementara ia mengemudi berulang kali dia bertanya di mana tepatnya hotel saya. Saya mengatakan di antara Amazone Street dan Pita Street.

Dia masih tidak mengerti.

Kemudian ia menghubungi kantornya dan tidak mendapatkan jawaban langsung. Oh tidak. Saya panik. Saya tinggal peta saya di kamar dan lupa untuk mengambil kartu nama dari resepsionis.

Saya merasa begitu bodoh.

 

Quito Mariscal

Morning hours at Mariscal, Quito

 

tiarapermatadaretodream

Fouch Mariscal, Quito

 

Sebagian besar jalan di sekitar daerah Mariscal adalah jalan satu arah. Saya meminta sopir untuk memperlambat kendaraan dan memintanya untuk membaca setiap tanda jalan. Setelah 10 menit (rasanya lama banget!!!) kami menemukan hotel saya. Saya buru – buru memintanya untuk menepi dan membuka pintu seolah-olah saya melompat dari api. Setelah panik, saya menjadi kesal. Dia meminta $ 5,00 bukannya $ 3,00 seperti yang tertunjuk pada meteran. Alasannya dia harus berputar-putrar dan buang bensin. Menyebalkan. Saya capek dan tidak mau berdebat, jadi aku membayar.

Sekali lagi saya meremehkan keadaan di sekitar dan tidak berpikir jernih. Saya seharusnya bertanya sopir jika dia tahu di mana hotel saya.

Akal sehat.

Saya harusnya memeriksa nomor taksi seperti biasanya. Saya tidak punya masalah dengan supir taksi sejak hari pertama di Quito.  Meski sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa Inggris, mereka baik dan ramah. Namun, itu bukan alasan untuk melupakan hal utama demi keselamatan dan keamanan.

Saya belajar dari pengalaman. Setiap hari belajar, aku pergi melalui ‘trial and error’ selama hidup saya. MENERIMA DAN LANJUTKAN HIDUP. Ini adalah salah satu dari pelajaran hidup.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English