Jalan-jalan, Paris

MENIKMATI HARI TERAKHIR MENJELAJAH PARIS

Hari baru dengan cuaca yang indah. Kami menikmati makan pagi di café kecil dekat hotel. Paduan yang serasi coklat panas dan sepotong croissant untuk memulai petualangan kami.

Setelah selesai makan, kami jalan kaki menuju ke Sungai Seine untuk mengikuti perjalanan sepanjang sungai ini dan juga melihat dari dekat objek-objek wisata. Di penghujung sungai ini, dimana kapal berubah haluan ke hilir, patung Miss Liberty terletak di tengah sungai. Patung ini adalah miniatur Patung Liberty di New York, USA.  

Dua jam perjalanan yang memuaskan. Saya ngantuk karena angin sepoi-sepoi dan cuaca indah. Biasanya kami sudah berjalan, tapi saat ini kami duduk dan mendengarkan audio komentar dalam beberapa bahasa.

 

Ready for our river cruise

Ready for our river cruise

 

Seine Cruise

Eiffel from far

 

Cruise at Seine

 

Lady Liberty (right) and Miss Liberty (left)

Lady Liberty (right) and Miss Liberty (left)

 

Tujuan kami berikutnya Museum Rodin (The Musée Rodin)  dibuka tahun 1919 di Hotel Biron yang memiliki kebun yang indah. Auguste Rodin mendermakan seluruh koleksi  patungnya dan lukisannya (Vincent Van Gogh dan pelukis lain) kepada Pemerintah Perancis. Syaratnya pemerintah mengubah hotel Biron menjadi museum yang di dedikasikan untuk memamerkan hasil karya mereka.

 

The Thinker

What do you think, Rodin? (The Thinker Statue)

 

Museum Rodin Garden

 

Museum Rodin Garden

 

Setelah menikmati hasil karya Rodin, kami berjalan menuju statiun metro. Kami mengunjungi Basilique du Sacré-Cœur, “Basilica of the Sacred Heart”. Basilica agama Katolik yang di peruntukan untuk Hati Kudus Yesus. Letaknya di puncak tertinggi kota Paris, Montmartre. Selain itu tempat ini juga tempat seniman berkumpul. Persis di bawah Sacré-Cœur terletak pasar seni dan seperti biasa banyak lukisan yang diperagakan atau di jual.

Beberapa pelukis melarang orang untuk mengambil photo lukisan mereka. Tempat yang ideal untuk makan siang. Tapi kami memilih membeli pancake dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Omong-omong, berjalan ini melelahkan dari stasiun metro ke Basilika di atas bukit. Kami harus naik ratusan tangga dan jalan yang menanjak. Kami menjadi bahan tertawaan turis tua yang duduk sambil menonton orang naik tangga dan menjulurkan lidah kehabisan napas. Dasar.

 

tiarapermatadaretodream

No photo ladies!!!.

 

Pancake before Montmarte

 

Kebetulan pada saat kami sampai di Basilika bertepatan dengan ibadah sore. Seperempat dari gereja dipenuhi dengan penduduk setempat dan biarawati. Sayangnya, kami tidak bisa berlama-lama kami melanjutkan ke Moulin Rouge. Perjalanan ke teater tua lebih mudah bagi karena kami berjalan menuruni lereng Montmartre.

Sepanjang jalan kami melewati toko-toko souvenir. Setelah saya masuk ke dalam beberapa toko, saya menyadari sebagian besar penjual adalah dari India. Saya melihat beberapa t-shir buatan India. Jika orang India menjual souvenir, orang Cina menjual makanan cepat saji. Kami makan siang di salah satu restoran Cina di kaki bukit Montmartre.

 

tiarapermata@ParisTwo2008 (14)

 

Kemudian sampailah kami di tujuan akhir, Moulin Rouge. Teater pertunjukan kabaret ini di bangun tahun 1889 oleh Josep Oller. Trendmark dari teater ini adalah windmill warna merah. Moulin Rouge ini terkenal sebagai tempat lahirnya tarian kabaret. Saat ini Moulin Rouge adalah tujuan wisata yang menyajikan tarian khusus untuk orang dewasa. Sisa masa kejayaan tempat ini dipamerkan di ruang depan teater berupa dekorasi dan poster. Kami memilih untuk kembali ke hotel karena sudah lelah dan antrean yang panjang.

Saya merasa puas menginjakkan kaki di Paris dan menikmati keindahannya. Tidak cukup dua hari penuh menjelajahi tempat. Seperti Arnold si otot besi bilang …I’ll be back !!!.

 

tiarapermata@paris2008

 

Catatan:

  • Cerita ini berdasarkan pengalaman saya pada tahun 2008. Mungkin ada perkembangan atau perubahan sesudah cerita ini ditulis. Jika anda ingin melakukan perjalanan, carilah  informasi yang terkini.
  • Kebanyakan photo diambil oleh adik saya. Beruntung karena saya memiliki lebih banyak photo dengan berpose sendirian dibanding dengan perjalanan saya yang lain. 

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English