Inspirasi Perjalanan, New York

MENGAPA SAYA MELAKUKAN PERJALANAN SOLO

Saya beritahu anda sekarang bahwa perjalanan sendirian menakutkan. Saya selalu merasa cemas, tegang dan kesepian. Saya takut petugas imigrasi menolak visa saya.

Saya khawatir bagasi saya hilang dalam perjalanan.  Saya takut ketiduran dan ketinggalan penerbangan. Saya pegang tas erat-erat dan tidak pernah lepas dari pandangan. Saya terus memeriksa jika paspor aman di dalam folder dokumen. Saya tidak punya siapa-siapa untuk membahas sesuatu. Tidak ada yang mengambil gambar saya. Dan banyaaaaaak lagi. Pengalaman menengangkan.

Apakah saya akan melakukan perjalanan sendiri lagi?. Tentu saja!!.
Apakah saya memiliki kecemasan yang sama??. Mungkin.
Tapi semakin membaik. Berkurang rasa gugup, stres dan takut. Sekarang saya selalu tidak sabar untuk perjalanan berikutnya.

 

Time Square

Time Square

 

Jungle of Concrete. Billboard everwhere

Jungle of Concrete. Billboard everwhere

 

Rockefeller Building

Central Park from Rockefeller Building

 

Ini yang saya tahu:

Bisa melakukan apapun yang saya inginkan

Ketika saya mengunjungi New York City untuk pertama kali, saya memesan hanya Broadway yang mementaskan Mary Poppin dan mengunjungi Patung Liberty. Sisanya adalah jalan semaunya dari satu tempat ke yang lain. Saya menikmati museum dan taman yang tersebar di sekitar New York City.

Saya pergi ke mana pun saya inginkan. Bebas. Ketika saya bangun saya memutuskan kemana aku ingin pergi. Kadang-kadang berdasarkan kondisi cuaca. Ketika cuaca mendung, saya membeli tiket Hudson River Cruise. Cuaca buruk tapi masih menikmati pemandangan.

Jika terlalu panas, saya pergi ke museum atau landmark lainnya. Sebagian besar tergantung pada suasana hati saya. Jika saya tidak ingin melakukan apa-apa, saya duduk selama berjam-jam di taman atau bangku di sekitar kota sementara nonton orang-orang lalu lalang.

 

Nature Museum

Nature Museum

 

tiarapermata@NewYork2010 (5)

 

Central Park

Central Park

 

Tidak perlu khawatir tentang teman seperjalanan

Perjalanan dengan teman menarik. Sangat menyenangkan jika anda pergi dengan seseorang yang memiliki hubungan dengan anda. Menikmati hal-hal yang sama. Menjelajahi hal-hal menyenangkan. Anda dapat membuat banyak kenangan bersama-sama.

Di sisi lain mengalami kesulitan ketika anda bepergian dengan seseorang yang memiliki kepentingan yang berbeda. Anda merasa waktu berjalan begitu lambat. Anda capek sebelum perjalanan berakhir. Mungkin Anda berharap agar hari berakhir. Tidak menyenangkan sama sekali.

 

Sendiri tetapi TIDAK kesepian

Banyak kali ketika saya berada di tengah-tengah perjalanan, saya merasa sendirian. Menunggu dalam antrean, merenungkan sisi mana saya harus ambil. Ragu. Atau ketika makan di restoran, saya makan di bar atau meja. Canggung. Begitu banyak pertanyaan dengan sekelumit jawaban. Tidak pernah mudah. Bahkan sekarang setelah berkali-kali bepergian sendirian, aku masih merasa ragu-ragu dan cemas.

 

tiarapermata@NewYork2010

 

Byran Park

Byran Park

 

Saya membuka diri untuk tantangan baru dan segala kemungkinan. Saya masih merasa canggung tapi saya sekarang bisa sendirian di tempat-tempat ramai. Menikmati makanan sendiri, saya bahkan tidak sibuk dengan ponsel atau memeriksa kuku. Saya duduk sendiri dan  percaya diri.

 

Bersiap untuk yang terburuk, mengharapkan yang terbaik

Ketika pergi sendiri ke New York, saya mempersiapkan diri dengan jadwal setiap hari. Saya begitu bergairah dan pada saat yang sama takut tersesat di ‘hutan beton’ New York. Saya memiliki lebih dari 40 halaman peta saya cetak dari Google. Ke mana harus pergi, kereta bawah tanah mana yang harus diambil dan masih banyak lagi.

Selama tinggal di New York, saya tidak pernah tersesat. Malahan beberapa kali saya sengaja menyesatkan diri. Saya menjelajahi Wall Street dan berakhir di Bryant Park. Pengalaman buruk terjadi ketika saya tersesat di Istanbul.Saya tidak memperhatikan sekitar dengan seksama. Hal yang buruk adalah saya takut bertanya. Saya panik.

 

Saya belajar pengalaman dan pelajaran baru

Orang berkata ‘Tidak ada kesalahan, hanya ada pelajaran’. Hilang di Istanbul memberi pelajaran baru bagi saya. Ketika meluangkan waktu di Ekuador, saya belajar banyak hal. Saya mengakui kelemahan dan menjadinya aset. Hidup ini terlalu singkat. Masa lalu adalah masa lalu. Tidak perlu menyeret luka lama. Saya bersyukur dengan apa yang datang. Baik atau buruk, itu semua berkat untuk menjadikan saya orang yang lebih baik.

 

Hidup untuk saat ini. Carpe Diem.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English