Cruise, Istanbul

PESIAR SEPANJANG BOSPHORUS DALAM CUACA BURUK

Sudah tentu kami tidak dapat menghindari cuaca buruk. Kami hanya dapat menikmati hari dengan sebaik-baiknya. Perjalanan hari ini adalah menjelajah sepanjang Bosphorus.

Melihat sekilas rumah – rumah mewah, bangunan bersejarah yang terkenal dan kampung – kampung sepanjang tepian Bosphorus. Ini salah satu pilihan untuk menjelajah Istanbul bagi pemula. Setelah membeli tiket 25TL untuk pergi dan pulang, kami naik ke ferry yang menuju Bosphorus. Ini adalah ferry umum tapi bersih dan memiliki cafe yang memadai. Pelayan mondar-mandir menawarkan Teh Turki, Simit atau yogurt dari Kanlica.

Ada beberapa ruang duduk untuk penumpang, di luar maupun di dalam. Perjalanan ini tepat untuk menghindari cuaca buruk. Air laut tenang meski cuaca berangin, dingin dan kadang kala dibarengi dengan hujan gerimis. Kami bisa mengambil foto dan bergerak dengan leluasa.

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

Bosphorus adalah selat yang memisahkan bagian Eropa dan Asia di Istanbul. Selat ini membelah jantung kota Istanbul, melewati beberapa istana, bukit berhutan, rumah mewah yang berharga jutaan dolar dan kampung – kampung di tepi selat yang bernuansa Ottoman. Mehmet ‘Sang Penakluk’ memerintahkan untuk membangun Benteng Rumeli (Benteng Eropa) dan Benteng Anadolu (Benteng Anatolian) sehingga dengan mudah dia bisa mengontrol selat dan mencegah serangan dari lawan – lawannya.

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

Million dollars mansion

 

tiarapermataistanbul2015

Mehmet the Conqueror ordered the construction of the fortresses

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

 

Pada mulanya saya berkeinginan untuk mengunjungi Rumeli Hisari. Saya berubah pikiran dengan mengunjungi reruntuhan Puri Yoros. Tidak perlu dua kali melakukan perjalanan yang hampir sama. Ferry berhenti di Anadolu Kavağı, kami turun dan berjalan – jalan di antara restaurant, penjual makanan dan toko souvenir.

Sebagai makan siang, saya membeli kerang, cumi – cumi dan ikan sarden goreng disajikan dengan saus. Kami berjalan selama 20 menit naik puncak bukit dan diganjar dengan pemandangan Bosphorus yang indah. Cafe atau restaurant bertebaran disekitar jalan menuju puri.

 

tiarapermataistanbul2015

Street food, great for hungry and cold travelers

 

tiarapermataistanbul

Even though still foggy, scene from up here was breathtaking

 

tiarapermataistanbul

 

Dipuncak bukit, kami di sambut dengan dua reruntuhan Puri Yoros.Dibandingkan cuaca selama perjalanan dengan ferry, cuaca saat ini lebih bagus. Cerah dengan langit biru. Kami tidak berlama-lama di puncak bukit, lebih kurang 30 menit saja.

Kami berjalan menuruni bukit dan beristirahat di salah satu restaurant. Kami kembali ke Eminonu dengan ferry. Cuaca membaik tapi semakin dingin. Kami sampai di Eminonu dan memutuskan untuk ke Spice Bazaar.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English