Inspirasi Perjalanan, Istanbul

TERSESAT DAN TERSESAT LAGI

Saya mendapat pelajaran yang tidak terlupakan. Dalam saat yang genting, berhenti dari apa yang anda lakukan dan berpikirlah. Berpikirlah dengan tenang dan lihat sekitar.

Saya panik dan lupa untuk berpikir jernih. Saya hanya berjalan dan maunya cepat-cepat mengatasi masalah.Hari sudah gelap begitu kami selesai berbelanja. Pertama kami harus mengantar Savitri ke hotel. Sayangnya kami tidak bertanya jalan pulang pada petugas hotel. Kami tersesat hampir selama dua jam. Kami naik bis dari Eminonu, kemudian dilanjutkan dengan naik metro berhenti di Taksim dan berjalan selama kurang lebih dua kilometer. Kami akhirnya menemukan hotel Savitri setelah bertanya pada beberapa orang lokal. Kemudian dilanjutkan setengah kilometer ketempat tinggal saya. Rupanya Arif kelelahan, dia naik taksi ke Sultanahmet dimana dia menginap. Kasihan dia!!

 

tiarapermataistanbul2015

Metro to Sultanahment (left) – Sultanahment (right)

 

Tersesat untuk kedua kali.

Saya seharusnya turun di Sultanahmet. Saya melamun ketika turun di Eminonu, kemudian menyeberang jalan dan belok kanan. Baru sadar kalau tersesat setelah 20 menit berjalan. Saya kembali ke pemberhentian metro dan bertanya pada petugas. Dia menyuruh untuk naik metro yang sama dari Kabatas dan turun di Sultanahmet. Ya ampun!!. Untungnya Arif masih menunggu di depan Hagia Sophia.

 

tiarapermatadaretodream

 

Lagi – lagi tersesat. Masalahnya bermula dari ketika saya keluar dari terowongan metro.Pertama-tama, supaya anda ketahui saya adalah orang yang tidak punya pemahaman arah yang jelas. Jika seseorang menyuruh saya ke utara, belok kanan dan jalan terus menuju arah yang lain. Percayalah, saya tidak akan sampai.

Saya tahu jalan dari tempat tinggal saya menuju terowongan metro. Tuan rumah saya memberi petunjuk panjang lebar di email dimana tempat-tempat untuk transportasi umum. Saya tidak perduli.

Salah.

Meski kemarin sudah terjadi, saya masih melakukan di hari kedua. Kesalahan ganda.

 

tiarapermataistanbul2015

 

Saya hanya membawa alamat dari kediaman saya dan menunjukkan kepada beberapa orang. Tidak ada yang tahu dimana itu. Sebenarnya saya malu untuk bertanya. Jadi saya melanjutkan jalan dari satu jalan ke jalan lain, berfikir mungkin jalan berikutnya adalah jalan yang benar. Kaki saya sangat sakit. Sepatu baru. Saya tidak mencoba dulu sampai nyaman dipakai.

Kemudian samar-samar saya ingat kalau dekat Radisson. Saya bertanya kepada seseorang, dengan antusias dia menunjuk bis yang menuju ke Radisson. Saya merasa ini salah tapi saya mau ambil kesempatan. Siapa tahu ini yang benar.

 

tiarapermataistanbul2015

Me…lost?? Uh..huh!! (Bird at Eminonu)

 

Salah lagi.

Saya terdampar di pinggir kota dengan jalan bebas hambatan dan daerah – daerah yang sepi. Saya bertanya kepada seorang penjaga keamanan dimana Radisson. Dia menunjuk dibelakangnya. Bukan Radisson yang ini. Arrgghhh!!!! Bukan HOTEL Radisson, mungkin ada Radisson lainnya?. Saya harus kembali ke kota dan mengambil bus jurusan Taksim.

Sudah malam dan hujan, tidak ada tempat untuk pergi. Seorang pengemudi bis berhenti dan membawa saya ke pemberhentian bis berikutnya tanpa membayar. Samaritan yang baik.

Bus menuju ke Taksim adalah kesempatan terakhir saya untuk menemukan jalan ke kediaman saya. Saya bertanya kepada pengemudi bis dimana Radisson, dia tidak tahu. Hujan semakin deras pada saat mendekati kota. Lalu lintas makin sepi dan tidak banyak orang di atas bis. Tiba-tiba ada petunjuk besar warna merah, Radisson PLAZA.

Terima kasih Tuhan. Saya langsung berdiri dan menekan tombol berhenti. Saya tidak perduli dengan hujan. Begitu bis berhenti, saya berlari menuju kearah kediaman saya.

Dalam sekejap saya basah sekujur badan. Saya mengambil jalan pintas yang kami ambil kemarin. Lebih lama karena hujan lebat menyebabkan banjir. Dalam waktu 15 menit antara lari dan berjalan saya masuk ke rumah.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini.

Saya mandi dan tidur nyenyak.

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

Take a picture of road signs/street signs.

 

Keesokan harinya saya lebih memperhatikan jalan dan sekitarnya. Membaca semua tanda-tanda di jalan. Pada perjalanan berikutnya saya akan banyak – banyak mengambil photo tanda-tanda jalanan dan bangunan disekitarnya. Yang lebih penting adalah mencetak peta dari Google. Pengalaman buruk menjadi guru yang baik.

 

tiarapermataistanbul2015

Lost??. ask!!

 

tiarapermataistanbul2015-542

Lost in here but I found great places to hangout

 

Istanbul adalah kota yang aman. Kebanyak orang dengan senang hati membantu saya. Saya menghitung sampai saat ini hanya dua orang yang memberi arah yang salah. Pada salah satu perjalanan di atas bis seseorang menyentuh bahu saya dan bertanya mau kemana. Mereka (seorang laki-laki dan perempuan) menyuruh saya untuk stop di pemberhentian selanjutnya dan kembali ke kota. Sampai-sampai mereka mencari di internet di ponsel nomor bis yang benar menuju ke Taksim.

Tersesat di Istanbul belum tentu hal yang buruk, kadang kala saya sengaja kehilangan arah. Itulah salah satu dari banyak cara berpetualang.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English