Inspirasi Perjalanan, Istanbul

MENGAPA SAYA PILIH WISATA KE ISTANBUL?

Bukan hal yang mudah untuk memilih kemana saya mau pergi ketika begitu banyak pilihan untuk berlibur. Bangkok? sudah pernah. New York? sudah. Maroko? delapan malam terlalu pendek. Lalu mengapa Istanbul??

Saya sibuk selama liburan di rumah, baik di Jawa dan Bali. Perjalanan ke Istanbul adalah waktu rehat buat saya. Santai dan nyaman, tidak berjubel dengan kunjungan dan tur. Satu atau dua aktraksi dalam satu hari sudah cukup dan sisanya saya berjalan-jalan di sekitar kota. Menyenangkan!!

 

tiarapermataistanbul2015-119

Bosphorus from Topkapi Palace

 

tiarapermataistanbul2015-119

Ferry in and out from Galata Bridge

 

tiarapermataistanbul2015-

Blue Mosque

 

tiarapermataistanbul

Praying Time

 

Kenapa saya ke Istanbul? Pertama, saya mendapat empat minggu libur setiap tahunnya. Jatuhnya di bulan September atau Oktober. Banyak penawaran untuk paket liburan pada saat itu dan kebanyakan tempat wisata tidak penuh sesak.

Kedua, sebagai orang Indonesia saya hanya perlu visa kedatangan. Tidak perlu segala macam surat dan formulir dan menunggu mendapatkan visa. Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, Istanbul memiliki sejarah tua dan panjang dari jaman Byzantium sampai Ottoman. Satu-satunya kota di dunia yang terpisah di antara benua Eropa dan Asia.

 

tiarapermataistanbul2015

Topkapi Harem

 

tiarapermataistanbul2015

Dolmabahce Garden

 

tiarapermataistanbul2015

Hagia Sophia

 

tiarapermataistanbul2015

Crossing Bosphorus

 

Setelah timbang menimbang, saya memutuskan untuk tidak ke Ephesus dan Cappadocia. Saya sibuk selama di Indonesia, capek pada minggu kedua. Orang tua saya merayakan pesta pernikahan yang ke 50 tahun dan kemudian reuni keluarga. Saya juga harus berurusan dengan bank dan urusan lain. Jadi waktu saya di Istanbul adalah benar – benar liburan: santai dan nyaman, pergi kemana saya mau dan kaki melangkah.

Alasan lain karena budget yang terbatas dan cuaca yang tidak menentu. Saya harus membagi budget saya dengan kebutuhan di rumah. Saya juga mendengar dari dua turis yang kami temui bahwa banyak balon udara dibatalkan karena cuaca yang buruk. Tidak ada gunanya melakukan perjalanan ke Cappadocia tanpa merasakan naik balon udara.

 

tiarapermataistanbul2015

Dolmabahce Palace

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

Tired?

 

tiarapermataistanbul2015

 

tiarapermataistanbul2015

Restaurants and cafes under Galata Bridge

 

Saya meninggalkan Denpasar pada hari Sabtu, 10 October 2015 dan sampai di Istanbul pada hari Minggu sekitar jam 5 pagi. Saya merasa senang dan kuatir. Saya merencanakan perjalanan ini selama 8 bulan, membaca banyak artikel dan travel blog. Saya membuat jadwal perjalanan dalam bentuk selebaran kemana harus pergi, harga kartu tanda masuk museum dibanding dengan tiket sekali masuk, dan lain-lain.

Saya siap untuk segala kemungkinan. Biasanya saya mencetak dari Google Map tempat saya tinggal menuju ke transportasi umum disekitarnya. Saya tidak melakukannya kali ini. Terlalu sibuk dengan hari – hari terakhir saya bekerja, alih tugas pekerjaan yang masih belum tuntas, menyiapkan bagasi, membersihkan kamar dan masih banyak lagi. Ini adalah suatu kesalahan besar yang harus saya hadapi berulang kali, tersesat. Lain lagi ceritanya.

 

Facebook Comments

Pos ini juga tersedia dalam bahasa: English